Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
menunggu waktu yang tepat


__ADS_3

Hans mengantar Farah kembali kerumah papanya, disana ia bertemu dengan Devan yang sudah menunggu Farah pulang.


"terimakasih sudah menyelamatkan Farah hari ini dari para wartawan" kata Devan


"santai Van" jawab Hans


"Hans aku benar-benar tidak tahu kalau kamu menyukai Farah selama ini, aku kira perhatian mu sekedar menganggap Farah sebagai seorang adik karena kita bersahabat"


"aku awalnya juga menganggap seperti itu sampai akhirnya mencoba melepaskan Fatah tanpa berusaha mengatakannya"


"Hans, aku merestui mu bersama Farah"


Hans terkejut dengan perkataan Devan, ia tak menyangka semudah itu Devan merestuinya.


"hmm, andai semudah kata-kata mu Van, mungkin saat ini aku akan langsung mempersiapkan pernikahan ku dengan Farah, sayangnya Farah masih berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya"


Hans memandangi langit gelap yang bertaburan bintang-bintang.


"semangat lah, aku yakin Farah akan mencoba membuka hatinya untukmu"


Hans dan Devan saling bertukar senyum.


******


kriiing kriiing ponsel Farah berbunyi


"Kevin" gumam Farah


"maaf Kevin saat ini aku tak bisa menerima panggilan mu.


Farah mematikan ponselnya dan menyimpannya diatas meja riasnya lalu bersiap untuk tidur.

__ADS_1


******


"pak Kevin, apa benar anda lebih memilih selingkuhan anda dari pada istri Anda sendiri?" wartawan terus mencecar Kevin saat Kevin tiba di kantornya.


"mohon beri jalan" kata satpam yang mengawal Kevin.


"pak kevin tolong konfirmasinya terkait pemberitaan ini" teriak salah satu wartawan lainnya.


Kevin terus berjalan tanpa menghiraukan para wartawan itu.


"hmm Kevin ini baru permulaan" kata Santi sambil tersenyum licik dan sedang menonton berita yang ditayangkan di televisi.


"sayang, sudah lah jangan terus-terusan melihat berita tentangnya" Rudy memeluk santi dari belakang.


"aku hanya memastikan informasi yang ku berikan bisa mengguncang media dan rencana awalku berhasil" Santi kembali tertawa melihat kemenangannya.


******


Ronal tak bisa lagi melakukan apa-apa dan pasrah jika ia harus dipecat.


"Maaf pak, berita kali ini benar-benar tidak bisa kita rem, karena sudah sangat viral" kata Ronal.


"Ronal, saya tidak mau tahu kamu harus menutupi berita ini dengan berita lain, buatlah berita lain yang lebih menghebohkan asal jangan tentang Farah, aku sudah sangat merasa bersalah kepadanya" kata Kevin penuh penyesalan.


*****


"Farah"panggil papanya.


"hai pah" Farah menuruni tangga.


"papa ingin bicara dengan mu" Kusumo merangkul putrinya.

__ADS_1


Devan juga ternyata sudah menunggu dirinya diruang keluarga.


"apa yang ingin papa bicarakan? kenapa ada kak Devan juga?" tanya Farah dalam hatinya.


Farah dan papa nya duduk berdampingan sedangkan Devan duduk dibangku singlenya, bangku yang didesain khusus untuk Devan.


"Farah..." Kusumo menceritakan secara detai keinginannya kepada Farah, namun Farah merasa tidak setuju dengan keputusan papa nya, Devan yang juga ikut bicara mendesak Farah agar setuju dengan rencana papanya.


"tapi pah, dunia Farah ada disini, Farah nyaman disini, ini juga negara kelahiran ku, seiring waktu mereka juga akan lelah mengejar berita ini"


"Farah, kau tidak mau bukan karena mencintai Kevin kan?" tanya Devan dengan tatapan yang sangat kasar.


"kak, bukan itu alasan aku tidak setuju dengan rencana papa, tapi aku rasa memang tidak perlu" Farah pergi meninggalkan kakak dan papanya.


Devan dan Kusumo saling berpandangan, tidak mengerti dengan sikap Farah.


"bujuk adikmu" perintah Kusumo sambil berdiri.


Devan berfikir bagaimana cara membujuk Farah agar setuju dengan rencana papanya.


.


.


.


.hai hai hai aku seperti biasa mau kasih kalian rekomendasi novel seru...


Dita seorang penulis, biasanya menulis happy ending bagi setiap kisahnya. Kenyataan kehidupan nyatanya tak seindah fiksi yang biasa dia rangkai dalam novelnya. Satu persatu kejadian tak mengenakan terjadi, konflik di ceritanya menjadi nyata. Mampukah dia bertahan? Bagaimana cara dia untuk mengatasi semuanya? Akankah ada kesempatan baru?


__ADS_1


__ADS_2