Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Second Chance


__ADS_3

"apa kamu benar-benar mencintaiku?"


pertanyaan Farah membuat Kevin tersentak, Kevin bingung harus bicara apa.


"apa aku harus mengutarakan perasaan ku sekarang? atau ?! ah" Kevin kesal pada dirinya sendiri karena terdiam membisu tak bisa menjawab pertanyaan dari wanita yang masih berstatus sebagai istrinya.


"Kevin, aku memang masih istrimu secara hukum, kita sudah menikah lebih dari satu tahun namun itu hanya di atas kertas saja..." Farah terdiam sejenak.


"aku mau kau memikirkan kembali, apa kamu benar mencintaiku, atau kamu hanya menjadikan Ku pelarian setelah dikhianati olehnya"


"Farah, aku benar-benar mencintai mu, aku ingin bersamamu, membangun rumah tangga ini dari awal lagi" kata Kevin meyakinkan Farah.


"Vin, aku tidak mau kamu menyesal nantinya, aku juga tidak mau pernikahan kita memburuk untuk kedua kalinya"


"tapi Farah, aku mohon, izinkan aku membuktikan semua ini kepadamu, aku berjanji akan memberikan yang terbaik untuk hubungan kita" mohon Kevin kepada Farah.


Farah berfikir sejenak tentang permohonan untuk kembali berada disisinya.


"Vin, sejujurnya aku juga bingung dengan perasaanku sendiri, aku pun tidak yakin dengan diriku sendiri, bagaimana aku juga bisa yakin dengan perasaanmu untukku" Farah meronta dihatinya, banyak pertanyaan khusus dirinya sendiri dari dirinya.


"Farah, please, berikan kesempatan itu untukku" Kevin mulai bersimpuh dikaki Farah.


rasa iba itu mulai muncul melihat wajah yang dulu menjadi partner kerjanya dihotel, menjadi suami yang romantis dan baik saat mertua dan keluarganya datang berkunjung kerumah. Ah, semua bercampur aduk rasa di hati Farah, dalam hatinya masih tersimpan kesal, marah, benci, muak, tapi dia juga memiliki rasa yang tersimpan untuk Kevin, namun entah itu hanya rasa iba atau cinta.


Farah memejamkan matanya sejenak, menenangkan fikirannya dan menghela nafas panjang.


"baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan kedua, tapi aku tidak bisa memberikanmu harapan lebih, begitu pula kepada kak Hans, satu permintaanku, jika aku sudah memutuskan pilihan, aku harap tidak ada dendam diantara kita" tutur Farah.


"terima kasih Farah" Kevin memeluk Farah yang masih duduk di kursinya.


Farah kembali terkejut untuk kedua kalinya, namun rasa kali ini berbeda, dia hari ini dipeluk oleh dua pria berbeda dan dengan perasaan berbeda juga yang timbul dihatinya.


"aku kembali ke restoran dulu, masih banyak hal yang perlu aku tuntaskan disana" Farah melepas pelukan Kevin.


Kevin tersenyum dan menatap kepergian wanita yang sedang diperjuangkannya.


*******


Farah masuk kedalam mobilnya dan dia bersandar di kursi mobil.

__ADS_1


"huft" Farah bernafas lega.


"perasaan ini..." Farah menyentuh dadanya seakan merasakan hal yang ada di dadanya


"aku yakin perasaan ini berbeda, saat dipeluk kak Hans dengan pelukan Kevin sungguh hati ini menunjukkan debaran yang berbeda"


Farah kembali ke restoran dan dia kembali bekerja tanpa memikirkan hubungan yang rumit ini.


******


"Farah, mengapa hatiku berkata kalau aku akan kehilanganmu" Kevin menaruh kepalanya di stir mobil.


kini Kevin seakan-akan kehilangan dunianya, pertanyaan yang diajukan Farah, kesempatan yang diberikan Farah, baginya sebuah teka-teki besar.


"aku akan tetap berjuang, meski akhirnya aku harus kalah!" gusarnya.


Kevin tidak mau menyerah sebelum berperang, dia akan mengayunkan pedangnya dengan kuat untuk melemahkan musuhnya dalam perang, meski dia akan terluka, tapi jika tidak berusaha kita tidak akan tau hasil akhirnya.


setiap proses akan menentukan hasilnya, jadi jangan hanya berfokus dengan hasilnya, tapi harus gigih dalam prosesnya.


******


Indonesia


"tidak usah! kalau kita memperhatikannya, hatinya akan melemah! biarkan dia berjuang dulu, nanti saat kita sudah tau hasilnya baru kita hubungi" kata Atma jaya yang bersikeras tidak mau tau kabar putra semata wayangnya.


"tapi, bukannya disaat seperti ini kita harus menyemangatinya, memberikan dukungan agar dia semakin berjuang?"


"tidak perlu!" Atma jaya menarik selimut dan merebahkan tubuhnya di kasur.


Ratih memikirkan Kevin sepanjang hari, dia juga tau kalau suaminya sangat merindukan anaknya, tapi berisaha menyembunyikan semua itu agar bisa membuat anaknya semakin kuat.


"maafkan mama Kevin, mama tidak bisa memberikan dukungan langsung kepadamu, hanya doa yang bisa mama panjatkan" Ratih bergumam didalam.


orang tua sekeras apapun pasti akan memikirkan anaknya, senakal-nakalnya anak, pasti mereka akan tetap menyayanginya, rasa kecewa mungkin ada tapi sifatnya hanya sementara, membekas tapi tak dalam.


******


"Devan, kembalilah ke Indonesia lusa, papa sudah mendengar semuanya dari nenekmu, hotel butuh dirimu jadi pulanglah" Kusumo menutup teleponnya.

__ADS_1


"Kevin kamu mungkin mendapat kesempatan kedua dari putriku, tapi aku tidak yakin kamu akan mendapatkan hatinya"


Kusumo sangat tau seperti apa putrinya, dia faham sekali Farah yang sama persis seperti ibunya yaitu mendiang istri Kusumo Adi Praga.


*******


Farah selesai dengan semua pekerjaannya.


"haaaah, lelah sekali" Farah meregangkan tubuhnya agar kembali segar.


kantuk menyerang matanya dan membuat tubuhnya lemas seakan mencari kasur untuk rebahan.


"aku pergi kedapur dulu, sepertinya aku rindu aroma dapur"


Farah keluar dari ruangannya dan menuju dapur besar dimana para chef membuat hidangan.


"hallo semua" sapa Farah dengan sangat ceria.


"hallo, Bu Farah" sapa setiap orang yang ada di dalam dapur besar.


"sepertinya sedang banyak pesanan masuk" Farah berkeliling melihat meja yang penuh dengan menu pesanan.


"benar Bu, di luar cukup ramai, belum lagi yang pesan delivery hari ini cukup membeludak" jelas Basuki asisten kepala koki.


"kalau begitu aku akan membantu kalian" Farah meraih celemek yang menggantung dan memasangnya di tubuhnya, dia mengikat rambutnya yang panjang, digulungnya lengan baju hingga keatas siku, dan dia kini siap untuk menjadi koki.


"black Noodle dua porsi" teriak Farah.


dia menyiapkan bahan mie, menggulungnya dan mencetaknya menjadi mie, dia memanaskan air didalam panci untuk merebus adonan mie, setelah mie matang dia memberikan bumbu dan kuah serta topping diatasnya, sungguh sangat lihai Farah dalam mengolah makanan.


"dua porsi black Noodle, siap" teriak Farah.


"wuuuuh, bos kita memang tidak ada tandingannya" puji Basuki yang melihat hidangan cantik diatas piring.


Farah hendak menyeka keringat yang ada di keningnya, namun ternyata sebuah sapu tangan sudah mendarat tepat diatas keningnya.


Farah membalikkan badannya dan melihat sosok yang sedang menyeka keringatnya.


hati yang tadinya biasa saja kini langsung berubah menjadi berdebar, debaran dihatinya semakin berdegup kencang ketika sorot mata itu melihat tajam kearahnya.

__ADS_1


mata yang begitu teduh, wajah yang begitu tampan, semakin mendekat kearahnya.


"kalau memasak dua mangkok mie saja sudah penuh dengan keringat, apalagi kalau seharian di dapur, mungkin dapur ini sudah banjir dengan kucuran keringat mu" pria itu terus menyeka keringat yang ada di kening Farah.


__ADS_2