Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Flashback


__ADS_3

hari Farah berniat memasak sarapan pagi untuk keluarganya.


Farah bangun dan mengikat rambutnya, namun dia teringat potongan kejadian kemarin di restoran.


flashback on


Farah sedang sibuk menyiapkan dua mangkuk mie untuk para tamu restoran, seseorang memperhatikannya dari kejauhan, tatapan mata itu tak lepas dari memperhatikan Farah, dia melihat betapa lihainya Farah dalam memasak, aura kecantikan terpancar keluar bersama senyuman wanita yang dicintainya.


Hans terus berdiri di tengah pintu sambil memperhatikan pujaan hatinya menyiapkan menu hidangan untuk para tamu.


"kalau memasak dua mangkok mie saja sudah penuh dengan keringat, apalagi kalau seharian di dapur, mungkin dapur ini sudah banjir dengan kucuran keringat mu" pria itu terus menyeka keringat yang ada di kening Farah.


"Baru dua mangkuk mie tapi sudah berkeringat sebanyak ini" Hans kembali meledek Farah.


"kau meledekku?" cibir Farah.


"tidak, aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya" senyum Hans yang sedang menggoda Farah.


"Aaaaaa... aaaaa" Hans merentik kesakitan ketika Farah mencubit perutnya, karena tidak terima diolok-olok.

__ADS_1


"rasakan itu" Farah keluar dari dapur dengan tersenyum puas sudah mencubit Hans.


"hei... kamu mau kemana? tunggu! akan ku balas kau Farah" teriak Hans yang lalu mengejar Farah.


Farah berlari-lari karena dikejar oleh Hans dan akhirnya mereka terjebak saling mengejar satu sama lain.


flashback off...


tuuuuuuuuut tuuuuuuut suara teko berbunyi saat air sudah matang. lamunan Farah buyar ketika mendengar suara teko yang berbunyi nyaring..


"nona melamun?" tanya asisten rumah tangga nya.


"ah, tidak!" tandasnya.


"kamu sudah bangun?!" tanya Sofia


"Iyah kak, aku mau membuat sarapan spesial untuk kalian" jawab Farah


"waaah, sepertinya ada hati yang sedang berbunga dan membuat pesta kecil dengan menghidangkan sarapan pagi!"Sofia mengerti suasana hati Farah saat ini.

__ADS_1


"jangan lupa, buatkan baby MPASI, okey" bisik Sofia dan dijawab dengan senyum kaku oleh Farah


sofia yang tadi hendak membuat bubur Tim menjadi membatalkannya karena sudah ada koki yang ahli di bidangnya dan membuat baby makan dengan sangat lahap.


"hmmm kenapa kamu disini?" tanya Michael yang melihat istrinya keluar lagi dari dapur.


"aku tidak perlu memasaknya, karena sudah ada koki yang handal di bidangnya" jelas Sofia sambil tersenyum senang.


Michael melirik ke arah dapur dan dia melihat wanita berambut panjang sedang mengiris bahan makanan.


"pantas saja" senyumnya dan dia pun menggelengkan kepala karena tak habis fikir dengan kelakuan istrinya.


"kamu memanfaatkan keahlian adikku dalam memasak! dasar istriku memang tidak bisa melihat peluang sekecil apapun yang dapat menguntungkannya!" tawa kecil Michael.


Michael kembali memperhatikan adiknya, dia melihat Farah sepertinya memasak dengan hati yang gembira.


"apa karena Kevin atau karena Hans? aku tidak bisa menebak isi hatinya, apa aku harus memastikan nya dengan memanggil mereka berdua?" Michael bicara kepada dirinya sendiri.


"aaah, aku sepertinya memiliki ide yang cukup brilliance" Michael menjentikkan jarinya karena memiliki ide yang sangat bagus dan dia langsung mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


selesai dengan ponselnya dia kembali memasukkannya dan kembali memperhatikan adikknya yang sedang memasak.


"semoga ini bisa membantuku menemukan jawabannya, aku hanya ingin memastikannya saja, jika aku benar dengan dugaanku, kemungkinan aku bisa membantunya untuk menentukan pilihan"


__ADS_2