Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
tertawa bersama mu


__ADS_3

hari pembuatan video berlangsung sesuai harapan, cuaca yang cerah sangat mendukung tema hari ini yaitu olahraga.


Kevin bersiap untuk pembuatan video begitu pula dengan Farah dan Hans


"okeh break tiga puluh menit" ujar sutradara


mereka semua pun beristirahat.


Farah tiba disebuah cafe dan memesan kopi, saat dimeja makan Farah membaca sebuah novel, Farah yang sejak SMA gemar membaca membuatnya selalu membawa novel dan membacanya jika ada kesempatan.


"boleh aku duduk" kata pria yang suaranya Dangan familiar.


"boleh" jawab Farah.


Farah mempersilahkan Kevin untuk duduk satu meja dengannya


"baca apa?" tanya Kevin


"novel"


"oooh ini karya The Biggest ya, wah salah satu penulis farorit aku nih" ujar Kevin


"oh ya?" tanya Farah penasaran.


"Iyah karyanya sebelum novel ini tuh kalo enggak salah temanya komedi gitu, Wah bacanya bikin orang ketawa-ketawa" Kevin bercerita dengan sangat antusias.


"Wak aku juga tuh udah baca, bener banget bikin sakit perut alur ceritanya" ujar Farah


Kevin dan Farah berbincang tentang karya-karya the biggest penulis favorit mereka, tak disangka mereka memiliki hobi yang sama, mereka berdua tertawa mengingat ingat cerita dari novel-novel tulisan the biggest.

__ADS_1


disudut cafe Devan yang melihat hat itu menjadi sangat lega ternyata hubungan adik dan adik iparnya baik-baik saja.


proses syuting iklan sudah selesai terekam dan kini giliran mereka untuk membersihkan diri dan bersiap untuk acara kebersamaan di taman yang sudah didekorasi oleh staff.


"acara nya katanya ada doorprize nya lho" ujar Kania kepada salah satu team promosi.


"yang bener mba Kania?" sambar Ronal yang juga mendengar ucapan kania.


"Iyah pak Ronal infonya seperti itu" jelas Kania.


mereka semua berkumpul ditaman yang sudah dihias dengan indah dengan lampu-lampu dan ada panggung kecil disana untuk acara sambutan dan hiburan


"para hadirin sekalian, saya ucapkan terimakasih atas kerja sama dan kerja kerasnya..."


Devan membuat sambutan dan ucapan terimakasih untuk segenap staff yang ikut berpartisipasi untuk acara launching hotel baru.


beberapa hiburan di laksanakan setelah acara sambutan dari beberapa pihak.


"Farah" teriak Hans


semua orang yang mendengarnya langsung menoleh ke arah Hans.


"Farah suaranya bagus, ayo Farah" ujar Hans


"Bu Farah, Bu farah" sorak semua orang yang ada disana.


Farah mau tak mau akhirnya maju ke depan dan dan naik ke atas panggung.


"selamat malam semuanya, lagu ini aku persembahkan untuk kalian semua"

__ADS_1


Farah meminta band mengiringi nya bernyanyi.


Farah membawakan lagu "jangan ubah takdirku"


suara merdu mulai terdengar ditelinga semua orang, satu persatu mulai ikut bernyanyi membuat suasana seperti sedang konser musik, suara emas Farah membuat semua pendengarnya terpesona bahkan Kevin pun sampai tak berkedip menatap Farah yang berada diatas panggung.


"sebenarnya terbuat dari apa si Farah ini, kenapa semua hal bisa ia lakukan" gumam Kevin dalam hatinya.


Kevin sangat terpana dengan suara merdu Farah sampai sampai Ronal yang sedari tadi memanggil manggil namanya pun sampai tak ia hiraukan sangking terpesona.


"pak Kevin, pak, pak Kevin" panggil Ronal berkali-kali namun tak kunjung ada jawaban.


Ronal pun lelang terus-menerus memanggil bossnya itu namun diabaikan.


"maaf Bu Ratih pak Kevin sedang terpesona dengan penampilan Bu Farah yang sedang bernyanyi diatas panggung sampai saya panggil berkali-kali tidak juga menyahut" jelas Ronal pada Ratih ditelepon.


.


.


.


.


.


jangan lupa meninggalkan jejak yaaa dan kasih tau teman kalian untuk membaca novel ku...


terimakasih

__ADS_1


saranghee


__ADS_2