
Hari terus berlalu kini semua kembali normal untuk kehidupan Farah, tidak ada drama rumah tangga untuk beberapa bulan kedepan karena orang tua Kevin pergi ke Amerika untuk melakukan pengobatan papa Kevin yang kecelakaan sebelum Farah dan Kevin menikah.
"Okeh kita masuk" Farah memberi aba-aba kepada teamnya
Farah dan team memasuki lobby hotel bersama-sama dan mendapatkan perhatian dari seluruh orang yang berada di loby hotel.
Flashback
"Peraturan pertama kita harus memperbaiki penampilan, karena kita dibidang promosi kita juga harus memiliki penampilan yang stylish agar menarik" Farah memberikan beberapa peraturan
"Kedua kita tidak boleh memberikan informasi apapun kepada siapapun sebelum draft selesai dan kita berikan kepada team periklanan"
Farah memberikan beberapa peraturan untuk menambah warna dan semangat serta kekompakan team.
Flashback off
Semua orang memperhatikan mereka semua yang berdandan cantik dan ganteng membuat semua mata terpesona.
"Kania siapkan stand kita dan bawa semua yang kita butuhkan" perintah Farah
Hari ini adalah hari promosi untuk hotel lebih tepatnya ballroom untuk acara besar.
Farah mempersiapkan segalanya untuk proses promosi ini ia sangat yakin setelah ini banyak customer yang berminat membuat acara di ballroom hotel.
"Silahkan ibu dan bapak dilihat miniatur untuk ballroom ya" Kania memberikan brosur dan menunjukkan miniatur ballroom.
__ADS_1
Farah memang sengaja membuat miniatur ballroom agar memudahkan customer menihat tanpa harus memasuki ballroom dan tidak terlalu banyak menyita waktu mereka.
"waw bagus banget ballroom ya" celetuk salah satu pengunjung
"kapasitas berapa orang?" tanya salah satu pengunjung
"kapasitas lima ribu orang pak untuk ballroom nya" jawab Farah
"kalau kapasitas lebih kecil apa ada juga mba?" tanyanya lagi
"jadi ballroom ini kalau mau kapasitas lebih kecil bisa Bu, sekitar seribu orang minimal" sahut Farah yang menjelaskan bagaimana bisa kapasitas ruangan yang tadinya untuk lima ribu diperkecil menjadi seribu minimal.
"boleh saya minta brosurnya dan apa bisa untuk booking sekarang?" tanya tamu tersebut.
sejak mereka membuka stand sudah ada beberapa pengunjung yang membooking ballroom dengan kapasitas yang berbeda dan juga acara yang beraneka ragam.
"minum dulu" Hans menyodorkan satu botol minuman ke Farah.
"makasih kak" Farah menerima minuman tersebut
"kayaknya udah banyak nih yang booking ballroom hotel" ujar Hans
"Iyah sejak tadi kira-kira surah ada sepuluh orang yang booking padahal baru dua jam lalu kita buka stand" Farah merasa bangga dengan kerja keras teamnya hari ini.
hari semakin sore semua stand satu persatu mulai menutup standnya.
__ADS_1
"kita siap-siap tutup stand juga karena saya harus pulang cepat" Farah memerintakan teamnya untuk menutup stand
"dek kamu dipanggil papa" Devan menghampiri Farah.
mereka berdua pun menuju ruang kerja Presdir yaitu papa Farah dan Devan.
"pah" sapa Farah
"far kerja keras mu membuahkan hasil yang cukup baik, dan sudah beberapa orang yang memberikan uang booking disistem sudah terlihat,para pemegang saham mulai mengakui kerja keras kamu" puji Kusumo kepada putri semata wayangnya.
"Devan kamu harus terus awasi adik mu dalam bekerja dan satu lagi marcel mungkin akan cuti dua hari karena Sovia akan melahirkan" jelas Kusumo.
"mba Sovia mau lahiran pah?" tanya Farah
"Iyah, rencananya besok pagi papa juga akan mendampingi Marcell, dan kamu kapan mau berencana punya anak?" pertanyaan papa nya membuat Farah terkejut.
"kasih Farah waktu pah" Farah tertunduk.
Farah memilih pergi dari ruangan papa nya.
"Dev kamu tolong awasi adik mu sesekali kamu harus main kerumah adik mu dan lihat suasana rumahnya" saran papanya.
"baik pah nanti aku akan kerumah nya untuk memastikan semuanya" Devan menerima perintah dari papanya.
Devan tau papa nya sudah merasa ada yang janggal dalam hubungan Farah dan Kevin karena sejak satu terakhir ini terlihat Farah sedikit murung walau ia selalu berusaha menunjukkan keceriaan dihadapan semua orang.
__ADS_1