
Kevin seharian ini berusaha mencari titik terang lagi tentang kehamilan Santi, dia sangat yakin Santi tidak mungkin mengandung benihnya.
"lihat saja Santi jika kamu benar-benar membohongi ku, akan aku beri kau pelajaran yang akan selalu kau ingat seumur hidup mu!" Kevin memainkan jari jemarinya sebelum mengepal erat tangannya.
Ronal datang menemui Kevin yang masih bersantai dirumahnya.
"ada apa? apa ada berita terbaru?" tanya kevin saat Ronal tepat dihadapannya.
"ada pak" Ronal mendekati Kevin dan membisikkan sesuatu.
"hmmm kena kau Santi!" Kevin langsung berdiri.
"ayo ikut aku!" ujar Kevin.
Ronal dan Kevin pergi menggunakan mobil putih milik Kevin.
"kita langsung ke appartemen Bu Santi pak?"
"benar, aku akan membuat pelajaran untuknya!" ujar Kevin tersenyum penuh bau-bau kemenangan.
Kevin dan Ronal sampai disebuah appartemen, sesampainya disana Kevin tidak langsung pergi ke kamar Santi tapi dia berhenti dulu tak jauh dari meja resepsionis, Kevin bertemu seseorang disana, lalu mereka semua berjalan bersama.
"ketuk pintunya" perintah Kevin.
"baik pak" jawabnya.
Tok Tok Tok
"room servis" kata pria yang memiliki tubuh kurus dan memakai baju seragam house shipping.
"sebentar" terdengar jawaban dari dalam kamar.
Santi mengintip keluar kamar dan dilihatnya seorang pria memakai baju seragam.
"ada apa ya mas?" tanya Santi saat membuka pintu kamarnya.
"saya mau membersihkan kamar Bu" katanya kepada Santi.
"oh, tumben sekali!" ujar Santi.
"pelayan sebulan sekali Bu, program baru" ujarnya agar Santi tidak curiga.
pelayan itu masuk kedalam kamar setelah Santi mempersilahkannya masuk.
tak lama Kevin dan Ronal masuk, begitu terkejutnya Santi dan Rudy kekasih Santi yang ikut tinggal di appartemen ini.
"Kevin" seru mereka berdua serempak.
__ADS_1
"hmmm ... akhirnya aku bisa menangkap basah kalian!" ujar Kevin.
"apa maksudmu Kevin?" tanya Santi.
"Ronal ambil gambar untuk pemandangan yang indah ini" Kevin mengeker Santi dan Rudi dengan tangannya.
"siap" Ronal langsung mengambil beberapa gambar ketika Rudy masih berada di atas tempat tidur.
"gambar ini akan aku berikan sebagai bukti kepada polisi bahwa kalian telah bersekongkol untuk mencemarkan nama baikku!" bentak Kevin.
"hmmm kami mengancam ku Kevin?" tanya Santi.
"tidak, aku tidak mengancam mu, karena aku benar-benar akan memberikannya agar kamu bisa melahirkan di penjara dan kakasih mu juga akan ikut dipenjara!" jelas Kevin.
"apa mau mu Kevin?" tanya Santi mulai ada rasa takut dihatinya.
"aku mau kamu mengaku bahwa bukan aku ayah dari anak itu!"
"hah, ternyata karena itu? kamu tidak mau mengakui anak ini?" tanya Santi
"aku jelas akan mengakuinya jika benar dia anakku, tapi sayangnya kamu tidak mau pergi untuk tes DNA selalu saja beralasan padahal dokter sudah bilang tidak ada masalah." tutur Kevin.
"baik lah aku akan bilang kalau memang ini bukanlah anakmu, ini anakku dan Rudy" ujar nya mengakui kejahatannya.
"aku melakukan itu karena tidak mau anakku hidup dalam kesulitan, aku terbiasa hidup bersama mu dalam kemewahan Kevin!" teriak Santi.
"akui itu dikantor polisi!" kata Kevin
"percuma kau berlutut dihadapan ku, kau sudah benar-benar merusak rumah tangga ku sampai Farah pergi keluar negeri!" bentak Kevin sampai membuat Santi ketakutan.
"aku, aku akan bicara kepada Farah, aku akan menjelaskannya" Santi memegang kaki Kevin erat.
"pak, gimana kalau Santi membuat pengakuan lewat video untuk kita tunjukkan kepada Bu Farah" usul Ronal.
Kevin berfikir sejenak untuk usulan dari Ronal.
"baik lah, tapi tidak hanya Santi, kekasihnya juga harus memberikan pernyataan nya!" tegas Kevin yang lalu duduk di bangku sofa yang ada di kamar Santi.
*****
"hallo baby cantik keponakan aunty" Farah menyapa baby.
"ba ba ba ba" kata baby seakan menjawab sapaan dari aunty nya.
"waaah baby cantik sudah pintar mengobrol ya?" tanya Farah sambil menyentuh pipi baby.
"ba ba ba ba ba ba" lagi-lagi baby menyahut.
__ADS_1
Farah dan baby bermain bersama, untung saja ada bayi mungil yang bisa menjadi hiburan Farah dikala dia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.
Michael yang menyaksikan interaksi antara Farah dan baby menjadi semakin tenang karena kelihatannya Farah sudah semakin membaik.
*****
"mam, Kevin sudah menemukan buktinya dan Kevin akan menyusul Farah ke Singapura"
Kevin menemui mama dan papanya, dia langsung memberikan bukti yang akan membuat Farah percaya bahwa janin itu bukan miliknya dan dia akan membuat Fatah kembali.
"Kevin! jangan kamu ganggu Farah lagi, papa tidak setuju Farah bersama dengan mu lagi!" bentak Atma Jaya.
"tapi pap, kenapa? apa alasannya?" tanya Kevin.
"karena kamu tidak pantas untuk Farah!" ketus Atma Jaya.
mendengar ucapan suaminya Ratih terkejut karena ternyata suaminya masih menyimpan kekesalan kepada putra mereka berdua.
"papa, biarkan Kevin memperbaikinya" mohon Ratih
"tidak mam, papa takut dia mengulangi kesalahan yang sama!" Atma jaya pergi meninggalkan anak dan istrinya yang masih berada diruang keluarga.
Ratih memandang punggung suaminya yang telah pergi meninggalkannya, dia benar-benar tak menyangka suaminya tidak mau memberikan kesempatan kedua kepada Kevin.
"Kevin, tunggulah beberapa hari, mama akan meyakinkan papa mu"
"kamu tahu kan, jika papa mu belum memberikan kesempatan kedua kepada mu maka papa mertuamu pun akan melakukan hal yang sama" Ratih memandang lirih kearah Kevin.
Ratih menghapus air matanya yang sempat membasahi kedua bola matanya, dia harus kuat agar anaknya pun kuat menghadapi takdir pernikahan ini.
"pulang lah dulu"
Kevin pun pergi dari rumah mamanya dan kembali pulang kerumahnya.
sesampainya Kevin di rumahnya dia langsung membuka pakaiannya, Kevin kini tidur dikamar yang dulu ditempati oleh Farah, gak ada satupun yang dirubah olehnya agar dia bisa merasakan kehadiran Farah untuk sekedar mengobati rasa rindu dihatinya.
"aku harus menemui papa Kusumo dan bicara dengannya, jika aku menunggu mama membujuk papa pasti membutuhkan waktu yang lama, aku tidak mau menyia-nyiakan waktu lagi" gumam Kevin sambil memakai piyamanya.
Kevin kini selesai dengan kegiatannya membersihkan diri, dia merebahkan tubuhnya dikasur sambil menatap langit-langit dikamar nya.
******
Singapura
Farah membuka kotak yang dia bawa saat keluar dari rumah kevin.
Farah melihat foto yang ada didalam bingkai dan dia menitikkan air matanya.
__ADS_1
"apa aku merindukannya? tapi kenapa? dia adalah pria yang tak pernah menganggap ku sebagai istrinya bahkan dia mengingkari perjanjian pernikahan kami, apa arti perasaan yang membuat sesak dada ku ini?"
Farah bicara kepada dirinya sendiri memastikan perasaan yang muncul dihatinya saat ini.