
Kevin masuk kedalam rumahnya dengan langkah yang gontai, ia tak sanggup menghadapi semua cobaan ini.
duduk dikursi dan termenung adalah kebiasaan Kevin untuk menenangkan fikirannya, Kevin menyapu rambut dan memijat kepalanya dengan kedua tangannya.
Farah memperhatikan Kevin dari lantai dua, begitu menyedihkan patah hati karena dikhianati.
"bertahanlah Kevin, lebih baik kamu mengalami sakit hati sekarang dari pada nanti mungkin akan lebih menyakitkan dari ini" mata Farah berkaca-kaca, tak tega dia kepada suami yang yak pernah menganggapnya istri.
"andai dulu kamu menerima pernikahan ini dengan ikhlas vin, mungkin kita bisa sama-sama belajar saling mencintai, tapi sayang kamu memilih mengabaikan ku dan membawanya kerumah kita"
Farah turun menuju dapur, ia membuat dua cangkir teh manis hangat dengan campuran jahe merah untuk ia dan Kevin.
Farah menghampiri Kevin dan menyodorkannya teh hangat agar Kevin bisa lebih tenang.
"kelihatannya ada masalah yang berat, minum lah dulu agar bisa lebih relax" Farah menepuk pundak Kevin.
keven meneguk teh hangat yang dibuat oleh Farah istri yang tak pernah ia pedulikan selama ini kecuali jika keluarga mereka datang dan ada acara mereka akan menjadi pasangan paling romantis yang akan membuat semua orang iri.
"terimakasih tehnya" kata Kevin setelah meneguk teh buatan Farah.
"ada apa sih?" tanya Farah
"enggak ada apa-apa, cape ajah banyak kerjaan yang harus diurus dikantor" Kevin memberikan alasan yang logis kepada Farah.
"ya udah, mandi terus istirahat lah" Farah memberikan senyuman kepada Kevin dan Kevin membalas senyuman itu.
Kevin masuk kekamar yang biasa ia tempati bersama Santi.
"segitu cintanya kamu sama Santi Vin, sampai masalah datang pun kamu masih mau masuk kedalam kamar itu" Farah berbisik pada dirinya sendiri.
Kevin duduk ditepi kasur dan melihat sekeliling kamar yang biasanya ia selalu bercengkrama dengan Santi, bayangan-bayangan kebersamaan itu muncul mengingatkan Kevin betapa pintarnya Santi bermain sandiwara selama ini.
"aaaaaaaaaaaaaaaah" Kevin berteriak sangking kesalnya dan ia lalu menangis meratapi betapa bodohnya ia selama ini masuk dalam permainan licik Santi.
Farah yang masih berada dilantai dasar terkejut mendengar teriakan Kevin yang menggambarkan kekesalannya.
"kamu pasti bisa Vin, temukan semua kebenarannya dan bangkitlah menjadi Kevin yang lebih baik" Farah menatap pintu kamar Kevin.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Vin, Kevin tolong dengarkan penjelasan ku" teriak Santi memohon.
"apa yang perlu dijelaskan? aku sudah tau kamu bermain api di belakangku"
"sayang kamu harus tau siapa orang dibalik semua ini, dia yang menyuruh orang mengambil gambar ku saat mabuk" Santi mulai memberikan penjelasan.
"siapa? siapa orang yang mau kamu salahkan?" kata Kevin penuh amarah
Santi dan Kevin terus bertengkar
"ada apa sih? kok kaya orang ribut-ribut" Farah membuka pintu kamarnya dan menuruni anak tangga dan melihat pertengkaran Kevin dan Santi.
Santi melihat kearah tangga dan menatap Farah dengan sangat marah.
"dia, dia yang merencanakan semua ini" kata Santi.
Kevin menoleh kearah Farah dan kembali menoleh kearah Santi
"jangan kamu menjadikan orang lain sebagai tameng mu" kata Kevin.
"tapi memang benar Vin dia menyuruh orang untuk mengambil gambar itu untuk di berikan kepada mu" Santi bersikeras meyakinkan Kevin.
Farah terkejut Santi bisa menuduhnya seperti itu, seakan mengetahui sesuatu.
"apa dia tau? tidak, tidak mungkin orang ku berkhianat" Farah meyakinkan dirinya sendiri.
"kamu lihat ini, foto ini aku dapatkan dari rekaman CCTV yang ada di club" Santi berbicara sambil mencari foto yang ia maksud didalam tasnya dan memberikannya kepada Kevin.
"kamu tanyakan sama dia, siapa pria yang ada di foto dan lihat mobil ini ada lambang perusahaan ayahnya" Santi menunjuk wajah pria yang ada di foto dan mobil dengan sticker lambang perusahaan Praga.
Farah terkejut, sepertinya ia tidak terlalu teliti, seharusnya orang suruhannya tidak boleh memakai mobil perusahaan saat memata-matai tapi ia lupa memberitahukannya.
Kevin melihat kearah Farah dengan sangat menyeramkan, ia tahu Kevin pasti akan murka kepadanya.
"Kevin mohon dengarkan aku alasan melakukan ini semua, sunggu ini aku lakukan hanya untuk membuatmu sadar bahwa ia telah memanfaatkan mu" Farah bicara dengan nada yang sangat penuh ketakutan, ia takut Kevin akan bertindak gegabah kepadanya dan kembali kepada Santi.
__ADS_1
"cukup, cukup sudah kalian membuat hidupku berantakan, dengar baik-baik Farah aku bukan tidak mau berterimakasih kepada mu tapi kamu sudah ikut campur kedalam urusan pribadi ku!" bentak Kevin.
Farah terkejut karena Kevin membentaknya dengan sangat keras.
"Farah dengarkan aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu meski Santi telah mengkhianatiku, kamu bukan wanita yang aku inginkan!" Kevin memberikan peringatan keras kepada Farah.
Farah tak bisa berkata apapun saat ini, karena ia pun tak punya alasan untuk membela diri dan kata-kata peringatan yang keluar dari mulut kevin begitu menusuk hatinya.
"dan untuk mu Santi, kebohongan mu cukup sampai disini, aku sudah mengetahui semuanya, kamu bersama pria itu lebih lama dari kamu bersama ku, dan asal kamu tahu saat ini pria itu berada di tanganku" Kevin mengepal tangannya kuat-kuat untuk memperingati Santi
"Kevin tolong Kevin jangan lakukan ini pada ku Kevin, Kevin please" Santi memohon di kaki Kevin.
"lepaskan dan pergi dari sini" Kevin menghempaskan pegangan tangan Santi yang berada di kakinya dengan keras dan melangkah masuk kedalam ruang kerjanya.
Santi yang masih duduk dilantai karena hempasan kaki Kevin tak pantang menyerah.
"*lihat saja nanti Kevin kamu akan bertekuk lutut dihadapan ku, karena tak ada satu wanita pun yang bisa melayanimu sebaik aku" gumam Santi dalam hatinya dan tersenyum penuh kelicikan.
.
.
.
.
.haiii semua terimakasih like dan sudah tap favorite.... baca terus kelanjutan kisah Farah dan Kevin ya masih banyak kejutan didalamnya...
.
.
.
.baca juga novel karya teman ku.
__ADS_1