
Kevin masuk kedalam sebuah pabrik kosong yang diberitahukan oleh Ronal.
Kevin masuk perlahan dan melihat kondisi, sedangkan Ronal diperintahkan hal lain oleh Kevin untuk berjaga-jaga jika dia gagal menyelamatkan Farah.
"aku harus berhati-hati" gumam Kevin.
*****
"pak Kevin aku berharap kamu selamat dan tak cedera sedikitpun, bawalah pulang Bu Farah dan aku berharap kalian bersatu kembali" kata Ronal sambil terus mengendarai mobilnya.
Ronal sampai disebuah tempat, Ronal menjelaskan kronologis permasalahan dan mereka bersiap.
*****
"Farah, Farah" panggil Kevin sambil berbisik.
Kevin terus mencari Farah dengan sebuah tongkat ditangannya untuk menjadi senjatanya saat ada yang akan menyerang.
Kevin melihat ada sebuah kaki di arah jarum jam dua belas, dia memeriksanya, berharap itu adalah farah.
Kevin mendekat dan terus berhati-hati, dengan berjalan mengendap Kevin sampai dan dia memastikan tubuh siapa dan apa masih bernyawa.
"Farah" Kevin mengangkat kepala Farah dan meletakkannya di pangkuannya.
Kevin langsung mengeluarkan ponselnya dan dan menghubungi Ronal.
saat Kevin sedang menghubungi Ronal terdengar suara sepatu berjalan menghampirinya, Kevin langsung bersiaga dan ternyata benar tiga orang bandit yang menculik Farah kini berada di hadapannya, tubuh yang besar dan kekar bersiap untuk menghadangnya.
"siapa kalian? siapa yang menyuruh kalian menculik istriku!" teriak Kevin.
mendengar suara Kevin, Farah membuka matanya meski sangat berat, karena dia sudah benar-benar tak berdaya, tubuhnya sudah mulai dehidrasi karena dua hari tidak diberikan minum oleh mereka semua.
"Kevin" panggil Farah dengan sisa-sisa kekuatannya.
"Farah, tenanglah, kuatlah, tunggu sebentar lagi, aku akan mengeluarkan mu dari sini" kata Kevin sambil berusaha melindungi Farah.
Kevin dan ketiga pria kekar itu berkelahi, mereka saling memberi pelajaran, tapi Kevin tetap bertahan agar dia bisa menyelamatkan Farah sampai bala bantuan tiba untuk menolong mereka.
Kevin terus memperkuat pertahanannya melawan satu pria yang kini masih bertahan.
"pak Kevin" panggil Ronal yang tiba di pabrik kosong bersama lima polisi.
__ADS_1
"ringkus mereka semua!" perintah sang komandan
"siap!" jawab keempat polisi.
mereka memborgol ketiga pria kekar itu.
"bapak, baik-baik saja?" tanya sang komandan kepolisian.
"saya baik-baik saja!"
"pak, kami akan proses mereka bertiga, untuk laporannya kami akan memanggil anda segera" kata komandan.
"terima kasih pak" sahut Kevin.
Ronal membantu Kevin melepas ikatan Farah dan mereka masih ditemani oleh polisi, khawatir ada beberapa lagi bandit yang tersisa.
"Ronal, kamu bawa mobilku, aku akan memapah Farah" kata Kevin sambil melempar kunci mobilnya.
"siap pak, saya akan siapkan mobilnya dulu" Ronal langsung lari keparkiran mobil.
setelah Ronal memarkir mobil Kevin tepat di depan pabrik, mereka segera membawa Farah yang sudah sangat lemah.
"bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit"
Michel dan Hans mendapat berita jika Farah sudah ditemukan dan mereka bergegas pergi kerumah sakit tempat di mana Farah dirawat.
"aku pergi dulu" kata Michael.
sebagai seorang kakak, Michael sangat menyesal tidak bisa menjaga adiknya sendiri, ditambah dia juga tidak bisa berbuat banyak dalam mencari Farah, dia menyerahkan kepada Kevin dan Hans seluruhnya, di sini dia mulai dapat melihat bahwa Kevin bisa lebih unggul, dia lebih cekatan dan mampu berfikir dengan cepat demi menemukan Farah.
****
Hans dan Michael sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ruang gawat darurat, disana terbaring Farah dengan infusan ditangannya.
"Kevin, kamu juga terluka" kata Michael yang melihat tangan Kevin mengeluarkan darah.
"dokter tolong obati adik iparku!" kata Michael yang sontak membuat Hans dan Kevin terkejut
Kevin terkejut karena selama pernikahannya dengan Farah, Michael dikenal tidak menyukainya dan Michael tidak pernah menganggapnya adik ipar, tidak seperti Devan.
Hans yang mendengar perkataan Michael, membuat hatinya menciut, seakan usahanya akan sia-sia kembali, dia merasa kini gilirannya untuk mundur dari sisi Farah.
__ADS_1
Hans melihat Michael masih sibuk mengkhawatirkan Kevin, dia berusaha memanggil-manggil dokter agar bisa mengobati Kevin.
"pak, sebaiknya anda juga berada di ruang gawat darurat," kata seorang perawat yang kemudian membawa Kevin masuk kedalam ruangan.
Kevin dibawa ke dalam dan diorbati, saat kevin sudah masuk ke dalam ruang gawat darurat, Michael mulai mencari keberadaan Hans yang tadi duduk tak jauh dari Kevin dan dirinya.
"Ronal, apa kamu melihat Hans?" tanya Michael.
"maaf pak, saya tidak memperhatikannya" jawab Ronal yang memang tadi sedang sibuk dengan urusan administrasi perawatan Farah.
"maaf pak, saya izin mau mengurus administrasi untuk pak Kevin dulu" kata Ronal yang di respon anggukan oleh Michael.
Michael menyentuh keningnya, dia sangat merasa bersalah kepada Hans, dia lupa kalau tadi Hans juga berada didekat mereka, Michael memang spontan menyebut Kevin adalah adik iparnya, Michael sadar walaupun dia mulai menyukai Kevin tapi semua keputusan ada di tangan adiknya.
"Hans" panggil Michael ketika melihat Hans kembali.
"aku membeli kopi untukmu, agar bisa lebih tenang" kata Hans sambil memberikan kopi kepada Michael.
"terima kasih Hans, maaf kalau tadi ada perkataan ku yang menyinggung perasaanmu!" tegas Michael, dia tidak mau Hans salah faham dan berkecil hati.
"tidak apa Mich, yang penting sekarang adalah kondisi Farah dan Kevin dulu, bersyukur Kevin bisa bergerak dengan sangat cepat untuk menemukan Farah" kata Hans yang menyembunyikan perasaannya.
Hans sangat pandai menyembunyikan perasaan, tapi kali ini, kentara sekali bahwa Hans merasa dirinya tak punya harapan untuk bersama Farah.
"maaf Hans, aku benar-benar tak bermaksud membuatmu menjadi berkecil hati, semua itu tadi reaksi spontanku saja, aku juga tak tahu mengapa bisa dengan lantang menyebut dia adalah adik iparku!" batin Michael.
mereka bertiga, Michael, Ronal dan Hans menunggu hingga Farah siuman dan menunggu hingga Kevin selesai dirawat oleh perawat, Kevin harus menjalani operasi Kevin di lengan kanannya karena luka tusukan yang layangkan oleh salah satu bandit itu.
"keluarga pak Kevin" panggil seorang perawat.
Ronal langsung berdiri dan menghampiri perawat itu.
"perawatan pak Kevin sudah selesai, operasi kecilnya sudah berhasil, dan kami akan membawanya ke ruangan perawatan.
"suster, saya ingin, kamar perawatan mereka jadi satu ruangan, agar memudahkan saya memantau kondisi mereka berdua" pinta Ronal.
"oh bisa pak, tapi asalkan mereka adalah suami istri atau kakak adik" jelas perawat.
"mereka suami istri, saya sudah menyerahkan semua berkasnya kepada administrasi, mohon dibantu mengurusnya" kata Ronal.
"baik,pak, mohon ditunggu" perawat itu berjalan menuju ruang administrasi.
__ADS_1
setelah menunggu tiga puluh menit, perawat kembali menemui Ronal dan memberitahunya kepadanya keputusan pihak administrasi.
"pak, saudara kevin dan saudari Farah, bisa dipindahkan sekarang dan mereka akan berada di dalam satu kamar yang sama" jelas perawat yang membuat Ronal kesenangan.