
"Apa jadwal saya hari ini?" tanya Kevin kepada Rey.
"Hari ini Bapak harus meeting dengan klien, lalu Bapak harus meeting bersama dengan para investment yang baru, karena kita masih butuh investment" kata Rey menjelaskan
"Apa tidak ada waktu lenggang hari ini, untuk aku pulang lebih cepat?" tanya Kevin.
"Maaf Pak Hari ini waktu anda sangat padat, bahkan jika bisa anda seharusnya lembur hari ini," kata Rey dengan sedikit terkekeh.
"Kalau begitu segera percepat, aku ingin bisa pulang tepat waktu, Karena aku sudah janji akan makan malam bersama dengan istriku" kata Kevin yang segera membuka laptop dan mengambil beberapa dokumen yang harus dia pelajari.
"Siap pak saya akan melaksanakannya, untuk makan siang, Bapak mau makan siang bersama klien sambil meeting atau mau makan siang di kantor saja"? tanya Rey lagi
"Tidak bisa kah aku makan siang di rumah saja, lalu pekerjaannya dilanjutkan besok," mohon Kevin kepada Rey dengan wajah memelas seakan Reylah bosnya.
"Mohon maaf, untuk kali ini saya pastikan, Bapak tidak bisa pulang dengan lebih cepat, karena pekerjaan kita banyak yang tertunda." Rey menggunakan bahasa yang cukup tegas untuk melarang Kevin.
Kevin pasrah dengan apa yang dijadwalkan oleh personal asirtennya, Rey memang benar, semua pekerjaan mereka banyak yang tertunda karena dia harus pergi ke Singapura, bagi Kevin menemui Farah saat itu adalah prioritas utama, dan kini dia harus menebus semuanya untuk mengejar waktu yang telah dia gunakan selama ini.
"Baiklah! kita semangat bekerja demi mencari uang, untuk istri tercinta," kata Kevin dan membuat Rey geli mendengarnya
"Sejak kapan bosku menjadi alay seperti ini!" batin Rey
"Rey kau siapkan makan siang sekarang, Aku ingin makan siang sambil bekerja di kantor, untuk mempercepat waktuku menyelesaikan semuanya" Kevin membuka jasnya dan menggulung lengan kemejanya agar lebih leluasa untuk bekerja.
"Baik Pak, saya akan siapkan makan siangnya" Rey langsung memesan dua box makan untuknya dan untuk Kevin.
Kevin kembali bekerja, dia dengan serius menyelesaikan segala pekerjaannya, dokumen-dokumen dia baca terlebih dahulu, lalu jika sudah dia teliti, dia akan menandatangani beberapa Dokumen yang memerlukan tanda tangannya, saat ini Kevin bekerja dengan sangat cepat, dia bahkan sampai tidak berkedip sedikitpun. Rey merasa bosnya kali ini bekerja dengan sangat sungguh-sungguh dan sangat baik. Dia bangga kini Kevin bisa menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab, setelah kembali bersama Farah.
*****
"Untuk makan malam sebaiknya, aku siapkan apa ya, Aku ingin membuat masakan spesial untuk Kevin," kata Fara sambil melihat isi kulkasnya dan berfikir kira-kira masakan apa yang akan dia hidangkan.
"Wow ternyata, dia sudah menyiapkan berbagai macam bahan-bahan masakan, kali ini kamu pasti akan lebih lahap lagi makannya" Kata Farah sambil terus memikirkan bahan makanan apa yang akan dia olah.
Farah menggerakkan tangannya, dia membuka kulkas, mengeluarkan bahan makanan yang akan dia buat dan dia mencincang-cincang daging, dia mencincang cincang cabai mencincang bawang merah dan bawang putih serta tomat, dia menumis bumbu-bumbu dengan sedikit minyak, lalu dia masukkan daging-daging itu, dia masak hingga berbau harum, Farah benar-benar sangat lihai seperti koki bintang lima dari cara masaknya.
******
__ADS_1
"semua beres" Kevin meregangkan tubuhnya setelah seharian dia duduk mengerjakan semua pekerjaannya.
dilihatnya Rey yang ternyata terkantuk-kantuk saat mengerjakan tugas bagiannya.
"dasar kau, baru sebentar saja sudah tertidur" gumamnya.
"REEEY!" teriak Kevin dan langsung menyadarkan Rey.
"siap pak! maaf saya ketiduran" katanya sambil mengucak mata.
"ayo kita pulang" ajak Kevin yang sudah tidak sabar ingin sampai di rumah dan memeluk istrinya.
"bolehkan saya ikut makan malam?" tanya Rey yang juga menyukai masakan Farah.
"tidak!" tolaknya tanpa basa basi lagi
"tapikan, sekali ini saja, saya ingin mencicipi. masakan ibu boss" rayu Rey kepada Kevin
"nanti aku minta Farah bungkusnya untukmu" kata Kevin sambil mengenakan jasnya.
"benarkah?" tanya Rey yang kini kembali bersemangat dan kantuknya hilang.
sesampainya Kevin ke rumah setelah seharian bekerja, sejujurnya dia sangat ingin pulang cepat tapi ternyata pekerjaan menyita waktunya sampai waktu pulang kerja.
Dia langsung memeluk Farah dan mengejutkan wanita yang kini mengisi penuh hatinya.
"kamu, sudah pulang" jawab Farah yang masih dalam dekapan suaminya.
"aku rindu" jawabnya.
"Sayang Boleh, kan, bungkusin makanan buat dia" kata Kevin sambil menunjuk ke arah pintu apartemen.
Farah melihat ke arah pintu apartemen
"Sejak tadi Ronal berdiri di situ?" tanyanya kepada Kevin.
"Iya Bu Bos, tadi katanya Pak Bos, saya nggak boleh masuk ke dalam, katanya Nanti ganggu, Pak Bos sama Bu Bos," adu Ronal kepada Farah.
__ADS_1
"Bener sayang, kamu bilang kayak begitu ke dia?" tanya Farah seraya tak percaya.
"Bohong! orang tadi yang bilang sendiri dia nggak mau masuk karena takut ganggu aku sama kamu" kata Kevin tanpa jeda dan sambil menunjuknya ke arah Ronal.
" Hehehe iya Bu Bos, saya emang bilangnya kayak gitu, nggak perlu masuk yang penting makanannya aja buat saya, boleh kan ya Bu bos?" kata Ronald sambil berwajah memelas.
"Sayang masa dia bilang tadi sama aku, dia bakal ngelakuin apa aja, yang penting, dia bisa makan masakan kamu," ujar Kevin masih dengan memeluk Farah
"Serius Ronal?" tanya Farah kepada Ronal
"Serius bu Bos! saya bakal lakuin apa aja buat Bu Bos, yang penting saya bisa makan masakan Bu Bos, masakannya enak banget Bu Bos," jujur Ronal.
"Kalau begitu kamu mulai sekarang bisa makan masakan saya, setiap hari setelah pulang kerja, kamu bisa ambil masakannya," kata Farah dengan senang hati.
"Wah enak banget jadi kamu Ronal, sayang itu nggak adil banget Masa dia kamu kasih makan tanpa kerja apa-apa!?" keluh Kevin.
"Tentu saja dengan bekerja padaku, mulai besok dan seterusnya, dia akan mendapat pekerjaan mengawasimu setiap hari, Jika Kevin macam-macam kamu boleh karate dia," kata parah dengan menatap Ronal.
"Dengan senang hati Bu Bos, saya pasti akan melaksanakannya," Ronal rapatkan kedua kakinya dan memberi hormat kepada Farah.
Kevin seketika mencibirkan bibir, dia merasa tidak terima jika Ronal setiap hari makan masakan istrinya.
di depan pintu Ronal tertawa sambil menutupi mulutnya dan menatap meledek kearah Kevin.
setelah Ronal mendapatkan masakan Farah, dia langsung pulang kerumahnya yang tak jauh dari rumah kevin.
Kevin sengaja mencari rumah yang dekat dengan appartemen Ronal, karena jika sesuatu terjadi, Ronal bisa lebih cepat menuju dirinya.
Farah dan Kevin makan malam bersama, Kevin sesekali melirik kearah Farah, ingin sekali dia rasanya menjamah istrinya, namun sayang, Kevin belum diizinkan untuk bercumbu dengan Farah. Farah ingin mereka melangsungkan resepsi dulu, baru pergi berbulan madu, disanalah mereka akan menikmati suasana indah berdua.
"hari ini, aku masih harus puasa?" tanya Kevin.
"puasa?" tanya Farah tidak mengerti.
"Iyah, puasa enggak boleh ngapa-ngapain sama kamu" jelas Kevin.
Farah kemudian tertawa setelah tau apa maksud perkataan suaminya. Kevin kembali mencibirkan bibirnya karena kesal ditertawakan.
__ADS_1
"sabar ya sayang, sebentar lagi, belah durennya aku rasa pengantin baru meski kita adalah pengantin lama" ujar Farah.