
Farah merasa masih kesal dengan Kevin yang ternyata mengikutinya kemanapun dia pergi.
"pasti dia sejak berada di Singapura sudah mencari tau rumahku, pekerjaanku, haaah kenapa orang itu selalu saja menyebalkan" kesal Farah.
*****
Hans membuka perban yang melilit lengannya, dia merasa tidak perlu memakai perban ini lagi.
"pak mau saya buatkan air hangat untuk dikompres?" tanya asisten rumah tangganya.
"boleh, sekalian juga bawakan saya obat pereda nyeri" ujar Hans sambil membuka perban perlahan-lahan.
sesekali Hans masih meringis karena lengannya masih sangat terasa sakit.
"pelan-pelan saja bi" kata Hans
"Iyah pak, bibi faham kok"
luka ditangan Hans dibersihkan agar tidak terjadi infeksi dan kembali di perban oleh asisten rumah tangganya.
"sudah selesai pak"
"terimakasih bi" kata Hans.
"sebaiknya aku tidur pasti obat pereda nyeri ini juga akan membuatku mengantuk" guman Hans yang beranjak dari sofa.
*****
tok tok tok
pintu kamar Farah terketuk dan muncul Michael dari balik pintu kamarnya.
"kakak hanya ingin memberikan undangan ini untukmu" Michael memberikan undangan untuk Farah.
"pesta pernikahan?" tanya Farah.
"benar, itu salah satu rekan bisnis kakek dan dia sangat berharap kamu datang kesana, katanya dulu dia sering sekali menggendong-gendong mu saat kecil" ujar Michael.
"baiklah aku akan datang" ujar Farah.
*****
pagi menjelang Farah bersiap untuk pergi keacara pesta pernikahan.
Farah memilih gaun pesta yang akan dikenakannya.
"yang ini terlalu mini, yang ini nanti disangka aku yang akan menikah, kalau yang ini terlalu mencolok, hmm apa aku pakai gaun warna soft ini saja ya" kata Farah mengeluarkan gaun dari dalam lemarinya.
Farah masuk kedalam kamar mandi dan dia mulai menyiram tubuhnya dengan air shower.
*****
"pak Kevin ini ada undangan untuk anda, katanya dari salah satu rekan kerja perusahaan kita yang anaknya menikah" jelas Ronal sambil memberikan surat undangan kepada Kevin.
"kenapa kamu tidak memberikannya sejak malam tadi?" kata Kevin sambil menerima surat undangannya.
"aku juga baru menerimanya pagi tadi" kata Ronal.
"baiklah, bersiap kita akan datang kepesta ini, pasti Farah juga datang kesana" kata Kevin yang kemudian dia bergegas mandi.
__ADS_1
*****
Farah sudah siap dengan gaun warna merah muda yang sangat soft, gaun yang cantik untuk wanita yang begitu cantik.
Farah menuruni anak tangga, suara sepatu high heels nya terdengar sangat merdu saat menginjak satu persatu anak tangga
"beautiful" Michael terpesona dengan kecantikan adikknya sendiri.
Michael memang sangat kagum dengan adiknya, dialah satu-satunya anggota keluarga yang menuruni semua sikap maupun kecantikan ibunya.
"benar-benar seperti mamamu saat muda" Eliz menitikkan air matanya mengingat mendiang Putri tercintanya.
"dia sosok mama yang selalu aku rindukan, itu yang membuat kakak selalu ingin melindungi mu, kakak tak ingin kehilangan sosok yang sangat mirip dengan mama" kata Michael yang ikut terbawa suasana.
"aah sudah jangan begini, masa mau keacara pernikahan kita malahan yang sedih-sedih siiih" Farah ikut menyeka air mata yang hampir menetes diwajahnya.
"kamu berangkat dengan siapa?" tanya Michael
"aku pergi sendiri, ada yang harus aku beli dulu" kata Farah.
"ya sudah jangan terlalu lama, kita semua menunggu mu disana" kata Michael.
*****
"karena lenganku sakit, aku jadi tidak bisa pergi keacara pesta itu, apa Farah pergi kesana?" tanya Hans kepada dirinya sendiri.
Hans kembali merebahkan tubuhnya dikasur karena tangannya yang masih terasa sakit sehingga mengurangi keaktifannya dalam melakukan segala hal.
*****
"tolong kirimkan ini ke perumahan camelia" seru Farah kepada kurir yang akan mengantarkan paket nya ke rumah Hans.
Farah masuk kedalam mobilnya dan dia memerintahkan supir untuk berangkat kehotel dimana acara pernikahan berlangsung.
****
"pak ini liftnya rusak kata seorang petugas keamanan"
"oh maaf saya tidak melihat tandanya"
"bapak bisa pakai lift di sebelah sana" penjaga keamanan menunjuk arah dimana lift lain berada.
Kevin pergi kearah yang ditunjukkan oleh seorang penjaga tadi.
*****
"saya mau kamu hilangkan tanda tanda lift rusak itu"
"tapi Bu, nanti orang akan terjebak disana jika tidak ada tandanya" kata penjaga keamanan.
"ini uang untukmu, jumlah ini sangat cukup untukmu pergi mencari pekerjaan lain dan cukup untuk menghidupi keluarga mu selama satu tahun" ujar wanita itu sambil memberikan amplop coklat besar berisikan uang.
petugas itu pun mengikuti permintaannya dan dia menginginkan tanda lift rusak.
*****
Kevin masuk kedalam ruangan pesta dan dia mencari-cari Farah namun tidak ketemu.
"Farah belum juga datang" kata Michael yang tak sengaja di dengar oleh Kevin yang kebetulan berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
mendengar perkataan Michael, Kevin langsung keluar ruangan pesta dan Ronal mengikutinya.
*****
"pak tidak perlu menunggu saya, bapak bisa pulang" kata Farah pada supir pribadinya.
Farah masuk kedalam gedung hotel dengan sangat anggunnya.
Farah memilih lift yang tak begitu jauh dan dia langsung memencetnya, saat memencet tombol lift Kevin melihat Farah.
"Ronal bukan kah itu Farah?" kata Kevin sambil menunjuk Farah yang masuk kedalam lift yang tadi diinformasikan sedang dalam perbaikan.
"Ronal cepat panggil para petugas, Farah akan terjebak didalam lift"
"Faraaah ... Faraaah" teriak Kevin namun tidak didengar oleh Farah.
Kevin berlari secepat mungkin agar bisa mencegah Farah masuk kedalam lift, namun dia gagal, pintu lift sudah tertutup rapat.
"dia tidak akan masuk kedalam lift itu, kemana papan informasi itu mengapa tidak ada? pasti ini sebuah kesalahan, Farah tenanglah aku akan menyelamatkanmu" kata Kevin sambil memperhatikan didepan lift sudah tidak ada lagi tanda papan perbaikan.
*****
lift terhenti dan Farah pun mulai ketakutan, tak lama lampu didalam lift pun mati membuat Farah semakin panik.
"ada apa ini? apa liftnya rusak?" tanya Farah pada dirinya sendiri.
Farah membuka tasnya dan dia mencari ponsel, setelah mendapatkan ponselnya dia segera menyalakan nya namun naas signal nya terputus, tidak ada signal sama sekali.
"kenapa tidak ada signal" Farah mulai menangis.
******
"Farah ... Farah" Kevin berteriak
Farah seperti mendengar seseorang memanggilnya, Farah langsung mencari arah suara dan ternyata dari depan pintu lift yang ia naiki.
"Farah, ini aku Kevin, apa kamu bisa mendengar suara ku?" tanya ke in yang berteriak sekencang mungkin.
"aku mendengar mu Kevin" kata Farah
Kevin mendengar suara Farah yang sedang ketakutan didalam sana.
"Farah tenang, Ronal sedang mencari bantuan, apa kamu tidak melihat tanda lift dalam perbaikan?" tanya Kevin agar Farah sedikit tenang.
"tidak ada sama sekali papan itu" Farah hampir menangis.
"tenang lah Farah, jangan panik aku akan mengeluarkan mu segera" ujar Kevin.
Kevin pun sebenarnya panik tapi dia berusaha menenangkan Farah.
.
.
.
mampir juga di karya author lainnya
__ADS_1