
bus berhenti disebuah hotel bintang lima milik keluarga Farah.
"ayo semua nya istirahat dulu dikamar masing-masing agar besok stamina kita kembali" ujar Devan kepada seluruh staff yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan iklan hotel.
semua masuk kehotel dan mengambil kunci kamar masing-masing.
"dek kamar kamu di ujung ruang blossom" Devan menunjukkan kamar Farah.
"okeh kak makasih"
"kamu enggak nunggu Kevin dulu?" tanya Devan.
"Kevin?"
"Iyah kalian kan satu kamar"
kata-kata Devan membuat Farah terkejut dan menelan ludahnya, ia tak mengira kakaknya menyiapkan kamar untuknya dan Kevin.
"tapi kak kan staff lain enggak tau kalau aku istri Kevin" Farah berusaha agar kakaknya tidak membatalkan kamar untuknya dan Kevin
"tenang ajah mereka semua pasti lelah dan tidur cepat enggak mungkin mereka liat kalian masuk kamar yang sama" Devan meninggalkan Farah.
"aduuuh gimana niih masa tidur satu kamar bareng Kevin dua malem" Farah mulai menggaruk kepalanya karena kehabisan akal.
ceklek Farah membuka pintu kamar nya dan terlihat masih kosong, ia segera membereskan barang-barang yang dibawanya dan hendak mengganti pakaian.
ceklek
pintu kamar terbuka dan Kevin masuk kedalam kamar hotel.
"aaaaa" Farah berteriak karena kaget
"hei ngapain kamu disini?" tanya Kevin sambil menutup matanya
"eeh ini tuh juga kamar aku tau, ketok ointukek kalo mau masuk" marah Farah sambil memegang handuk
__ADS_1
"jangan buka mata sampe aku masuk kekamar mandi" ancam Farah
"Iyah-iyah udah sama cepat lagian siapa juga yang mau liat" ujar Kevin
"putih banget kulit si Farah, mulus lagi,**** lagi" Kevin mengagumi bentuk tubuh Farah yang tak sengaja ia lihat tadi
"duh mikir apaan sih" ujar Kevin dengan suara kecil.
Kevin berusaha memejamkan matanya karena baru pertama kali ini ia dan Farah berada dalam satu ranjang, karena hotel belum tertata sempurna sehingga hanya ada tempat tidur saja belum ada sofa sehingga mereka terpaksa tidur bersama.
"ayo semua bergerak lebih cepat, tata semua dekorasi dan segera ambil gambar" teriak salah satu photografer.
"cantik banget ya Bu Farah"puji salah satu staff yang tidak sengaja melihat Farah dari celah pintu
"Iyah beruntung banget suaminya ya" ujar salah seorang staff lainnya.
Farah didandani oleh MUA ternama yang akan membuat Farah semakin terlihat cantik.
"okeh sudah siap semua?" tanya salah satu pengarah pemotretan.
"waaaaw cantiknya" puji semua orang yang melihatnya
"aduuuh maaaak itu bidadari dari mana?" celetuk kepala MUA yang sedikit agak gemulai.
Kevin menoleh kearah dimana semua orang memandang sosok bidadari cantik itu.
"Farah" bisik Kevin yang nyaris tidak terdengar siapapun.
sosok Farah saat melakukan pemotretan
mengusung tema Korean style membuat Farah harus mengenakan hanbok.
paras cantik Farah semakin memancarkan pesona kecantikan yang sempurna.
__ADS_1
"cantik banget ya pak?"
"Iyah cantik banget" jawab Kevin
"sayang suaminya enggak sadar kalo istrinya sesempurna itu" ujar orang itu lagi.
seketika Kevin langsung tersadar dan mengenali suara yang sedang mengajaknya bicara.
"Ronal" teriak Kevin
"kenapa pak? malu ketahuan memandangi istri nya sendiri?" goda Ronal lagi.
"diam" kesal Kevin pada Ronal.
"udah kerja sana" usir Kevin pada Ronal
Ronal pun bangkit dari duduknya dan meninggalkan boss nya yang kembali memandangi sang istri.
"dipandangin lagi nih yeee" teriak Ronal saat sudah mulai agak jauh dari Kevin.
Kevin sontak langsung memasang mata yang menakutkan kearah Ronal karena kesal terus-menerus di ledek oleh sekertaris pribadi nya.
.
.
.
.
.
bantu aku untuk promosikan novel ku yaa...
jangan lupa berikan tanda keberadaan kalian dengan like dan komen.
__ADS_1
terimakasih