
Kevin dan Farah kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Kevin yang kembali mengantarkan Farah ke hotel dan menjemput Farah merasa frustasi karena harus bolak balik.
"kalau keberatan mengantar ku, mulai besok jangan lagi antar aku, nanti aku bilang mama dan papa kalau aku mau jalan kerja sendiri" kata Farah sambil turun dan menutup Pintu mobil.
tanpa sempat Kevin memberikan penjelasan Farah sudah berlalu dari hadapannya
"aaaah wanita satu ini bikin pusing ajah" gerutu Kevin.
Kevin melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke kantornya.
"hai kak Hans" sapa Farah yang melihat Hans.
"hai, kamu diantar siapa?" tanya Hans
"oooh itu supir" jawab Farah asal.
Hans yang mendengar jawaban dari Farah menjadi sangat curiga.
"Farah aku boleh tau siapa suami mu?" tanya Hans tiba-tiba
Farah yang mendengar pertanyaan Hans menghentikan langkahnya
"suami ku tidak penting" Farah berkata sambil tersenyum menunjukkan ia tak mau membahas suaminya.
"apa dia seorang pengusaha?" tanya Hans lagi.
"Iyah" jawab Farah.
"apa dia pemilik saham di sini?" tanya Hans lagi.
"Iyah" jawab Farah.
"apa dia Kevin?" tanya Hans
"i..." Farah terdiam
"itu salah" jawab Farah cepat.
"maaf kak Hans aku harus bekerja" Farah melangkah dengan cepat meninggalkan Hans
Farah berfikir dimeja kerjanya tentang semua pertanyaan Hans tadi di lobby mengenai suaminya
"apa kak Hans melihat aku bersama Kevin?" tanya Farah pada dirinya sendiri
"enggak mungkin" Farah menggelengkan kepalanya
dari luar ruangan Farah, Kania, Mia dan staff lainnya melihat ke arah ruangan Farah yang hanya dibatasi dengan dinding kaca.
mereka melihat sikap Farah yang aneh, bicara sendiri kadang menggelengkan kepala, kadang menganggukkan kepala dan kadang menunjukkan wajah yang sedih.
merasa ada yang memperhatikannya Farah langsung melihat kearah luar dan mereka semua saling berpandangan, menyadari bahwa Farah melihat mereka semua langsung berhamburan kembali ke tempat mereka masing-masing.
__ADS_1
Farah merasa malu karena dilihat oleh beberapa staff nya.
Farah langsung keluar ruangannya dan membawa tasnya
"aku pulang dulu" info Farah.
Farah berjalan keluar ruangan dan masuk kedalam taksi online yang ia pesan
sedangkan Kevin yang hari ini sangat merindukan Santi menuju apartemen Santi.
sampainya Kevin di apartemen Santi, Kevin langsung menunjukkan kerinduannya kepada Santi, melahap satu persatu gunung kembar Santi dan ******* habis bib*r Santi.
adegan demi adegan panas dilakukan oleh mereka sampai lupa waktu
, berjam-jam mereka bersama diatas ranjang dan melakukan pelepasan berkali-kali.
Farah yang berada disebuah cafe milik sahabatnya itu duduk sambil menikmati coklat panas kesukaannya.
"tumben jam segini kesini, udah enggak sibuk?" tanya sahabatnya.
"lagi bete ajah jadi kesini" kata Farah
"hmmm jadi ketemunya kalo bete ajah nih?" kesal Rani.
Rani dan Farah berbincang-bincang, ingin rasanya Farah bercerita tentang rumah tangganya pasti Rani bisa membantunya.
"ran gua butuh pendapat Lo"
"pendapat apa?" tanya Rani penasaran.
"gila ada yang kaya begitu gua rasa cuma di sinetron far" Rani berteriak pelan.
"serius ini, masalahnya si istri sama suami enggak pernah saling cinta, suaminya cinta sama orang lain dan dia ajak pacarnya itu tinggal satu rumah" jelas Farah.
"parah sih itu mah, walau mereka enggak saling cinta setidaknya istrinya harus marah lah, gimana mereka bisa saling cinta kalo suaminya sama cewek lain terus" ujar Rani
"kayaknya harus bikin si cowok itu ilfeell dulu ke si cewek itu" kata Rani lagi
mereka memikirkan sebuah cara agar bisa membuang wanita itu dari hati sang pria.
"udah Lo enggak usah khawatir gua bakal bantu temen lu ngusir selingkuhan suaminya" Rani bertekad membantu tanpa tau siapa yang ia bantu.
Farah pun kembali kerumahnya dan bertemu Kevin di depan pintu rumah, mereka masuk bersama, pandangan kesal ia lemparkan kepada Kevin.
"pasti habis bercinta sama pacarnya" tebak Farah dalam hati.
"kenapa kamu melihat kearah ku seperti itu?" tanya kevin
"siapa yang ngeliatin GeEr" ujar Farah sambil berlalu dari hadapan Kevin
"dasar cewek aneh, jelas-jelas ngeliatin orang tapi ngelak" kata Kevin sambil melihat kearah Farah yang meninggalkannya sendiri didepan pintu rumah...
Kevin melihat lagi ke arah kamar nya dan Santi, biasa ia disambut oleh Santi ketika pulang kerja sekarang ia harus berpisah sementara dengan Santi.
__ADS_1
"kalian sudah pulang?" tanya Ratih saat melihat Kevin berada didalam rumah
"sudah mam, Kevin bersih-bersih dulu" Kevin menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar.
Kevin melihat Farah yang sedang berganti baju, terlihat bagus yang sangat indah dan rambut yang terurai panjang menutupi punggungnya.
Kevin hanya bisa menelan ludah dan tak berkedip sedikitpun karena terpana dengan keindahan tubuh Farah
"hei kenapa kamu lihat-lihat" omel Farah.
Farah menghampiri Kevin dan memukulnya
"jangan macam-macam ya kamu ini kamar ku, sana bersih-bersih di kamar mandi tamu saja dan jangan masuk kamar sampai waktu tidur" Farah duduk dikursi kerjanya dan mulai membuka laptop miliknya.
Kevin yang sadar akan omelan Farah langsung keluar kamar dan mandi di kamar mandi tamu
"dasar perempuan galak, pantas saja tidak ada pria yang menyukainya, bersikap seperti preman" kesal Kevin sambil mengguyur air ke tubuhnya.
waktu menunjukkan jam delapan malam.
"kamu belom tidur?" tanya Atma jaya pada anaknya
"belom pap" jawab Kevin
"ini malam Jumat lho Vin kamu tidak bersiap untuk melakukan Sunnah?" tanya Atma jaya
"maksud papa?"
"Iyah kan malam Jumat biasanya pasangan suami istri itu..." Atma jaya membuat isyarat menggunakan tangannya.
Kevin sangat terkejut karena orang tuanya menyangka ia dan Farah saling bersentuhan.
"oooh Iyah pap, Kevin naik dulu ya"
Atma jaya tertawa melihat anaknya yang salah tingkah.
Kevin masuk kekamar Farah dengan terburu-buru, Farah yang melihat Kevin masuk dengan terburu-buru terkejut.
"kenapa kamu?" tanya Farah
"tadi papa bilang kita harusnya melakukan malam Jumat" jelas Kevin.
"apaaaa?" teriak Farah
"shuuuut jangan berisik" kata Kevin.
Farah langsung menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya karena merasa takut dengan Kevin, Kevin yang tidur di sofa pun menarik selimutnya karena takut ia akan khilaf.
pagi menjelang karena hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan Farah dan Kevin biasa berangkat kerja agak siang.
"gimana malam jumatnya" tanya Atma jaya sambil berbisik ke arah Kevin
"uhuk" Kevin tersedak karena perkataan papanya.
__ADS_1
"Kevin pelan-pelan dong makannya" Farah memberikan minum kepada Kevin.
keduanya yang selalu bersikap romantis dihadapan anggota keluarga membuat semua berfikir hubungan Kevin dan Farah sangat baik dan sangat harmonis tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangganya yang kacau balau karena Kevin menyukai wanita lain dan tinggal bersama mereka.