Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
selamat tinggal


__ADS_3

Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta.


Farah menatap papa dan kakaknya Devan yang akan ia tinggalkan, entah ia akan kembali ke-Indonesia lagi atau akan meninggalkan Indonesia dengan takdir buruknya selamanya.


selamat tinggal takdir buruk, jangan pernah ikuti aku, karena aku akan menata hidupku dari awal, aku mungkin akan menoleh mu sesaat hanya untuk mengingatkan diriku bahwa tak ada kehidupan yang sempurna, meski aku memiliki harta tapi bukan berarti hidupnya akan selalu bahagia, tapi kali ini aku pastikan hidupku bahagia dan lebih berharga.


Farah membatin didalam hatinya sambil menatap awan dari jendela pesawat.


kini ia membatin tanpa air mata setetes pun bersemayam dimatanya, kering sudah rasanya air matanya.


"kakak yakin kamu akan jauh lebih baik dan lebih bahagia, percayalah!" senyuman terukir diwajah Michael yang tampan.


"kak, kalau mau menemani kakak ipar silahkan, aku tidak apa sendiri disini"


"kakak akan menemani mu" genggaman erat tangan Michael membuat Farah semakin kuat.


Farah yang lelah dengan semuanya, merebahkan tubuhnya di kursi pesawat dan memejamkan matanya untuk sejenak beristirahat.


******


Kevin berjalan dengan langkah yang cepat, ia saat ini berada di hotel tempat Farah bekerja.


"dimana Farah?" tanya ke in saat berada diruang team promosi.


seluruh staff team promosi menoleh melihat sikap Kevin yang kurang sopan, masuk keruangan orang tanpa kata permisi.


"maaf pak, Bu Farah sudah tidak lagi bekerja disini" jelas Kania.


"apa maksudmu?"


"kemarin di Farah sudah mengajukan surat resign dan dia pun sudah meninggalkan Indonesia hari ini" jelas Kania lagi


Kevin terasa bagai disambar petir disiang bolong saat mendengar bahwa Farah sudah meninggalkan negara kelahirannya.


"pergi kemana dia?" tanya Kevin yang tersadar dari keterkejutannya.

__ADS_1


"maaf pak, soal itu saya dan staff lainnya kurang tahu" jawab Kania.


kevin langsung berlari keluar ruangan Dann ia mengerahkan semua tenaganya untuk mengejar Farah kebandara.


"Farah tunggu aku, aku tak mau kehilangan mu dan melakukan keselahan untuk yang kedua kali, dulu memang sangat bodoh lebih memilih wanita itu dibanding wanita yang sinarnya sudah sangat jelas terlihat"


Kevin mengendarai mobilnya secepat mungkin, saat ada kesempatan ia akan menyalip mobil yang ada di depannya agar bisa sampai ke bandara tepat waktu dan berharap masih bisa bertemu istrinya.


bruk pintu mobil di tutup dengan kasar oleh Kevin.


"pak, pak maaf mobilnya jangan diparkir disini" teriak salah satu satpam bandara.


satpam itu mengejar Kevin yang berjalan sangat cepat.


"hei pak, berhenti!" teriak satpam itu.


Kevin tidak menghiraukan teriakan satpam itu, ia terus berjalan dan mencari sosok Farah keseluruh pintu terminal keberangkatan.


"hah.hah.hwh" Kevin melihat sekelilingnya dengan memutar tubuhnya untuk melihat seluruh sudut bandara demi menemui Farah.


"faraaaaah" teriaknya dengan kedua tangan di taruh dikedua sisi wajahnya.


Kevin menangis ditengah-tengah bandara yang sangat besar, beberapa orang yang melintas melihat kearahnya.


******


Farah terbangun dan ia mencari kakaknya yang tadi berada disampingnya, dilihatnya sang kakak sedang tertawa bersama buah hatinya dan juga istrinya.


andai aku sejak awal memisahkan kalian lalu kau bisa menerimaku dan pernikahan kita mungkin saat ini kita sama seperti mereka, bercanda tawa bersama mengisi hari-hari penuh cinta.


.


.


.

__ADS_1


.hai semuanya terimakasih sudah membaca karya author, semoga kalian semua sehat selalu.


baca juga novel karya ku yang lainnya.


Perawat Istriku menjadi Istriku


"Mas, sepertinya kita harus berpencar juga" kata Zihan.


"tapi sayang" Ilham tak mau meninggalkan Zihan seorang diri mencari Syamil.


"Mas, please, kalau kita tidak berpencar akan semakin lama menemukan Syamil" Zihan mulai terlihat sangat panik dan membuat Ilham semakin tak mau meninggalkannya sendirian.


"kamu yakin?" tanya Ilham.


"ya, aku yakin Mas" Zihan langsung berlari kearah yang berbeda dari Ilham, ia terus berusaha mencari walau kakinya sudah terasa sakit.


Zihan tak menyerah untuk mencari Syamil.


"ya Allah Syamil, kamu dimana nak, Mhiu takut kamu kenapa-kenapa" lirih Zihan sambil mengeluarkan air mata.


terlintas dibenaknya jika ia harus kehilangan Syamil seperti di film-film, ia pasti tidak akan pernah sanggup, anak sambungnya itu adalah salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan untuknya.


Zihan menumpu tubuhnya dengan berpegangan di lututnya, Zihan mengatur nafasnya, ia tidak akan pernah menyerah untuk mencari Syamil.


"Syamiiiil" teriak Roy dan tak sengaja ia melihat Ilham yang juga sedang mencari Syamil diarah yang sama dengannya.


"Ham, kemana lagi kita harus mencari Syamil?" tanya Roy yang menghampiri Ilham.


"aku tidak tahu Roy, aku sudah mencari sekeliling namun tidak menemukannya" Ilham terlihat sangat frustasi.


"dimana Zihan?" tanya Roy yang tak melihat Zihan bersama Ilham.


"kami berpencar, Zihan kearah sana" Ilham menunjuk gang belakang klinik.


******

__ADS_1


"Syamil, kamu dimana sayang, ini Mhiu, keluarlah jika Syamil bersembunyi, Mhiu akan memeluk Syamil" Zihan berbicara seakan Syamil berada disekitarnya.



__ADS_2