Poros Jodoh

Poros Jodoh
POROS JODOH


__ADS_3

Pelukan hangat penuh cinta di rasakan Mika setelah sekian lama ia hidup dalam keterperukun akibat ketamakkan dan keegoisannya di masa lalu.


Mikayla, wanita sempurna dengan paras yang cantik. Lebih memilih pria asing yang berkedudukan tinggi di luar negeri dan rela meninggalkan Angga Pratama yang begitu mencintainya. Andai saja Angga tidak mengetahui kebenaran tentang hubungan gelap Mikayla dengan pria asing itu, Angga pasti akan kembali mengejar cinta Mikayla. Sayangnya, bertepatan dengan hari pernikahan Deta dan Ricky yang gagal. Angga menemukan fakta bahwa Mikayla sudah banyak berubah dan bukan lagi gadis polos seperti yang ia kenal dulu. Wanita itu sudah banyak berubah hanya untuk menunaikan hasrat balas dendamnya yang tidak di ketahui oleh Angga. Kebencian Angga begitu besar atas pengkhianatan yang di lakukan oleh Mikayla, hingga dalam keadaan tidak sadar ia menanam benih di rahim Mikayla dan melupakannya begitu saja. Sampai suatu hari Mikayla datang dan memberikan anak malang itu pada Angga karena pria asing yang sudah menjadi suaminya itu mengancam akan menghabisi nyawa putranya saat ia tahu bahwa dirinya tidak bisa memiliki keturunan.


"Mika?" Deta menepuk bahu Mika.


Kenangan buruk yang ia lalui selama lima tahun ini membuat Mika tanpa sadar meneteskan air matanya. "Iya, maaf, Deta."


Mikayla menatap wajah Rayyan dan Dania yang baru saja melepaskan pelukannya. Mereka begitu lucu dan menggemaskan. Wajah mereka juga membuat pikiran dan hati Mikayla menjadi tenang.


"Aku akan pergi," lirih Mika seraya menghapus air matanya. "Kehadiranku disini tidak di inginkan dan hanya membuat kalian tidak nyaman." tambahnya.


"Tidak, Mika! Tetaplah disini. Lagi pula, aku dan Angga akan kembali ke negara xx karena kehidupan kami disana. Dania dan Rayyan juga bersekolah di sana." sergah Deta, ia semakin tidak tega melihat kesengsaraan Mikayla.


"Tapi -"


"Dari awal, hidupmu disini. Aku yakin, keluarga Sanjaya akan menerimamu kembali." ucap Deta, mencoba meyakinkan Mikayla.


"Aku tidak yakin. Tante Rika sangat marah padaku karena telah menghancurkan pernikahanmu dengan Ricky," lirih Mika. "Aku lupa, aku bahkan belum meminta maaf padamu, Deta, maaf karena telah menghancurkan impianmu." Mikayla merengkuh tubuh Deta dan memeluknya erat.


"Tidak masalah, Mikayla, itu hanyalah masa lalu. Mungkin aku dan dia memang tidak berjodoh." sanggah Deta seraya membalas pelukan Mikayla.


"Jangan katakan itu! Aku yakin, Poros jodoh kalian akan berputar dan kembali ke tempat yang sama."


***


Di luar apartemen Angga, tepatnya di balik pintu. Ricky Sanjaya, seorang CEO ternama dan pewaris tunggal Sanjaya Corporation, sedang mencuri dengar dari balik pintu karena rasa penasaran begitu mendera pikirannya.


"Kenapa tidak terdengar apapun?" keluh Ricky, tangannya sibuk menepuk-nepuk beberapa bagian pintu. Namun, tanpa menimbulkan suara.


"Pak?" panggil Gibran, ia mulai khawatir melihat tingkah atasannya itu.


"Diamlah, Gibran!" Ricky mengibaskan tangannya, bermaksud agar Gibran tidak mengganggu konsentrasinya.

__ADS_1


"Tapi, Pak ...."


Ricky berdecak. "Ada apa, Gibran?"


"Itu, Pak!" Gibran menunjuk CCTV yang terpasang di atas pintu.


'Sial!!! Aku melupakan benda itu.' umpat Ricky dalam hati. "Minta seseorang untuk menghapus rekaman di jam ini!" titah Ricky.


"Baik, Pak," jawab Gibran seraya membungkuk hormat dan meninggalkan Ricky.


"Apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan? Kenapa lama sekali?" gerutu Ricky, ia mulai tidak sabaran karena harus menunggu Deta yang tengah bernegosiasi dengan Mikayla.


"Kamu mau mencuri, ya?" seloroh seseorang yang berdiri di belakang Ricky yang sedang menguping.


"Sembarangan! Kamu pikir aku tidak -" Mata Ricky terbelalak melihat sosok yang berdiri di belakangnya. "Nino!!!" teriaknya kesal.


"Hah, ini aku! Apa yang kamu lakukan? Apa suaminya Deta mengusirmu?" ejek Nino, kemudian duduk bersandar di dinding dengan kaki terjulur di lantai.


"Jangan katakan bahwa Angga suaminya Deta! Karena hanya aku yang pantas menjadi suaminya. Deta di ciptakan untuk menjadi nyonya Sanjaya." tegas Ricky, matanya nyalang membayangkan sosok Deta yang cantik.



"Tidak! Tuhan menciptakan Deta untukku. Hanya saja, Tuhan sedang menguji cinta kami dan membiarkan Deta menyadari seberapa dalam cintanya padaku." hardik Ricky, tak terima begitu saja dengan ucapan Nino.


"Ya, kita lihat saja! Kemana Poros ini akan membawa kalian?"


***


"Apa maksudmu?" Pertanyaan yang sama yang di lontarkan Deta dan Mikayla secara bersamaan.


Mikayla baru saja berpamitan untuk pergi dan memutuskan untuk membiarkan Rayyan dan juga Dania tetap bersama Deta.


"Kamu boleh pergi ataupun menetap di sini, tapi jika kamu ingin pergi aku harap kamu pergi setelah aku merayakan pernikahanku dengan Deta." jelas Angga, mata dinginnya menatap Deta yang sedang menganga karena terkejut.

__ADS_1


"Merayakan pernikahan apa, Ga?" tanya Deta bingung.


"Pernikahan kita, tentu saja! Kita belum menikah sesuai adat dan agama yang berlaku di sini. Aku hanya ingin orang lain tahu bahwa kamu sudah menikah dan menjadi milikku." tegas Angga, ia tak memberikan kesempatan pada Deta untuk menolaknya.


"Jangan banyak tingkah, Tuan Angga!" Deta berkata dengan bibir menyunggingkan senyuman. Namun, sorot matanya begitu menakutkan.


"Aku tidak banyak tingkah, aku hanya melakukan apa yang seharusnya sudah aku lakukan sejak lama." tutur Angga, memberi penjelasan pada Deta tentang maksud dan tujuannya mengadakan pernikahan ulang.


***


Hari yang di nantikan oleh Angga pun tiba. Pernikahan ulang yang di inginkan olehnya pun akhirnya terjadi walau hanya sederhana. Dito yang bertugas menjadi wali nikah pun hanya bisa menahan amarahnya. Ia sungguh menyesal karena ia akan menghancurkan hidup sang kakak dengan tangannya sendiri.


"Kakak, katakan tidak sekarang juga! Sebelum semuanya terlambat." bujuk Dito, mungkin sudah ribuan kali ia memohon pada Deta untuk menolak ide konyol Angga.


"Aku dan Angga sudah menikah, Dek! Tidak ada salahnya jika kami menikah ulang, dia hanya ingin pernikahan ini di ketahui semua orang dan aku pun akan melakukannya." jawab Deta tenang, walau dalam hatinya begitu pedih.


Waktu pernikahan tiba, dan mengharuskan Deta untuk turun serta bergabung dengan Angga yang sudah menunggunya di lokasi pernikahan.


Deta berjalan di atas karpet merah yang memang di sediakan untuk dirinya. Ia melihat wajah-wajah yang ia kenal satu persatu, tak satu pun dari mereka yang nampak bahagia. Terlebih ketika tatapan Deta berhenti pada sosok Ricky yang tengah duduk di barisan paling depan. Pria itu nampak tenang walaupun aura menakutkan begitu kental terasa dari tatapan matanya.


"Selamat." Ricky berdiri dan mengulurkan tangannya pada Deta yang hampir sampai ke tempat Angga menunggunya.


"Terima kasih," jawab Deta lirih, ia menyambut uluran tangan pria yang ia cintai itu dan ingin rasanya ia memeluk tubuh kekar Ricky.


"Deta ...," Angga mengulurkan tangannya, meminta Deta untuk bergabung bersamanya.


Baru saja Deta akan melangkah, tiba-tiba pandangannya kabur dan ia mulai kehilangan kesadarannya.


Hallo semuanya ๐Ÿค—


Jangan lupa di tap jempolnya ๐Ÿ‘ dan tinggalkan jejak ๐Ÿ‘ฃ๐Ÿ‘ฃ kalian di kolom komentar ๐Ÿ‘‡sertakan votenya juga 'ya ๐Ÿ‘ˆsebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini ๐Ÿ˜˜


I โค U readers kesayangan kuhh

__ADS_1


SEE YOU NEXT WEEK ๐Ÿ˜


__ADS_2