Poros Jodoh

Poros Jodoh
APAKAH DIA MENCINTAIKU???


__ADS_3

Suasana hati Deta membaik setelah banyak bertukar cerita dengan Mika.


"Jadi, kamu baru bertemu Ricky beberapa hari yang lalu?" Mika terlihat sangat terkejut namun matanya tetap terlihat sipit.


"Iya," Deta mengangguk malu.


"Ehmmm ...." Mika mengangguk mengerti.


"Bukannya kamu sudah bekerja di sini selama dua bulan? Kenapa baru bertemu dengannya?" tanya Mika.


"Entahlah.Mungkin waktu yang mempermainkan kami."


Mereka berdua tersenyum memahami hal yang terjadi ini bukanlah keinginan dari siapapun.


"Apa kamu mencintai Ricky?" Tiba-tiba Mika bertanya pada Deta yang langsung membelalakan matanya.


Deta tak mampu menjawab.Ia sendiri bingung bagaimana perasaannya terhadap Ricky.


Rasanya semua hal ini terjadi begitu cepat.Seperti angin yang menerbangkan dedaunan kering.


"Saya tidak tahu." Jawaban klise meluncur dari mulut Deta.


"Kenapa tidak tahu? Tanyakan pada hatimu!" Mika menyentuh dadanya sendiri.


Apa yang harus Deta tanyakan pada hati yang telah mengkhianatinya. Ia bahkan tak tahu sejak kapan Ricky menempati ruang di sana.


"Aku tidak tahu bagaimana hubungan kalian sebenarnya. Tapi bisa ku pastikan bahwa Ricky sangat mencintaimu." Mika berkata penuh keyakinan.


Cinta??? Hahahaha

__ADS_1


Deta tersenyum sinis mendengar ucapan Mika.


"Sepertinya kamu sudah salah mengartikan hubungan kami."


Kening Mika berkerut ketika Deta mengatakan hal itu.Karena ia sangat yakin jika Ricky benar-benar mencintai gadis yang sedang duduk bersamanya ini.


"Tapi, Deta ...."


"Pak Ricky hanya butuh pelarian. Sekarang kamu sudah disini, jadi Pak Ricky sudah tidak membutuhkan aku lagi." Deta tersenyum getir.


Mika menghela nafas dalam dan menggelengkan kepalanya.


"Kisah cinta dua manusia penuh gengsi."


***


Bu Rika dan pak Firman kembali ke rumah saat hari sudah mulai petang.


Begitu pintu terbuka,terlihat wajah bu Rika yang lelah. Namun ia tetap tersenyum saat bertatapan dengan Deta.


"Kamu masih disini, Ta?" Bu Rika melihat jam di tangannya.


"Iya, Tante, untuk menemani aku." Mika muncul di belakang Deta dan langsung memeluk Bu Rika.


"Ya ampun, Mika. Kapan kamu kembali, Sayang?" Bu Rika membalas pelukan Mika.


Ia memeluk Mika dengan sangat erat dan menciumi rambutnya dengan penuh kasih sayang.


Tak ingin menyinggung perasaan Deta. Bu Rika pun merentangkan sebelah tangannya dan meraih Deta ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Kesayangan-kesayanganku."


***


"Jadi? Apa kamu sudah menemukan putrinya Anika?" Pak Firman menatap Mika yang masih lengket dengan bu Rika.


"Belum, Om," Mika melepaskan pelukannya dan beralih menatap pak Firman dengan serius.


"Katakan apa yang bisa Om bantu?"


"Tidak perlu, Om. Aku dan kak Nika sudah banyak merepotkan Om dan Tante." Mika tertunduk malu.


"Jangan pernah mengatakan hal itu lagi, Sayang.Kamu dan Anika sudah kami anggap seperti putri kami sendiri." Bu Rika mengusap rambut hitam dan lurus Mika dengan lembut.


Mika merasa sangat beruntung karena di pertemukan dengan orang-orang baik seperti keluarga Sanjaya.


"Aku dengar dia ada di kota ini, Om.Itu sebabnya aku kembali kesini." Mika mencoba menjelaskan pada pak Firman.


"Di sini? Bagaimana dia bisa sampai disini?" Bu Rika bertanya dengan paniknya.


"Keluarga pria brengsek itu pindah ke kota ini setelah mereka mengalami kebangkrutan. Aku hanya berharap mereka mengurus putri kak Nika dengan baik." Mika tak kuasa lagi menahan tangisnya.


"Mereka pasti menjaganya." ucap bu Rika penuh harap seraya memeluk Mika dengan erat.


Hallo semuanya šŸ¤—


Karena aku lagi ada waktu luang jadi aku kasih bonus chapter untuk kalian 🄳🄳


Semoga kalian suka ceritanya 🄰

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak šŸ‘£ kalian yaaaa 😘


Iā¤U readers kesayangan kuuhhh


__ADS_2