
Selama dua hari Deta tidak datang untuk bekerja. Hal itu semakin membuat Ricky merasa bersalah.
Ricky berpikir bahwa dirinyalah yang menyebabkan Deta jatuh sakit.
"Deta masih belum datang, Ma?" Pertanyaan yang sama yang di tanyakan Ricky begitu ia kembali dari kantor.
"Belum. Kenapa, Sayang?" Bu Rika mengusap rambut Ricky yang sedang berada di pangkuannya.
Terdengar Ricky menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.
"Mama boleh tanya sesuatu?" tanya bu Rika hati-hati.
"Silahkan, Ma," jawab Ricky dengan mata terpejam.
"Mama perhatikan akhir-akhir ini kamu sering menanyakan tentang Deta, ada apa?"
Ricky segera bangun dari pangkuan ibunya. Membuat bu Rika terkejut.
"Tidak ada apa-apa, Ma." sergah Ricky seraya bergegas ke kamarnya.
'Pasti ada sesuatu!!!'
***
Di dalam kamar, Ricky menatap beberapa surat yang pernah di tulis Deta.
Entah mengapa dengan melakukan hal itu membuat Ricky merasakan seolah sedang menatap Deta. Yang ia sendiri tidak tahu bagaimana wajahnya.
Surat-surat itu seperti candu bagi Ricky. Dia merindukan surat yang di tulis Deta untuk menyambutnya.
Kemudian Ricky melihat surat terakhir yang ia tulis untuk Deta. Tapi sepertinya gadis itu tak melihatnya.
Maaf, Deta.
Apa kita bisa bertemu?
"Dia bahkan tidak menyiapkan pakaianku." gumam Ricky kecewa.
'Seharusnya aku tidak melakukan hal konyol seperti itu!!!' sesal Ricky.
'Dan surat-surat ini?'
Ricky menatap kertas di tangannya .
'Aku seperti berada di zaman mama dan papa.' Ricky tersenyum sinis.
***
Akhir pekan, tiba waktunya Deta untuk mengikuti kelas kejar Paket C.
Beberapa hari belakangan, Deta sedang tidak enak badan. Sehingga ia tidak pergi bekerja.
Karena terlalu memikirkan masalah Dania, membuat kondisi tubuh Deta tidak stabil.
Dania sangat berarti bagi Deta. Adik kecilnya itu alasan Deta tetap bertahan hingga hari ini, namun tidak dengan Dito.
Selama Deta sakit, ia terus menyalahkan Dania sebagai penyebabnya.
Seperti pagi ini, Deta terbangun karena mendengar Dito sedang memarahi Dania.
"Kamu itu pembawa sial! Jangan dekat-dekat dengan kak Deta!" bentak Dito.
"Dania cuma mau lihat kak Deta." jawab Dania terbata.
"Tidak perlu!!!" Dito sudah akan mendorong tubuh kecil Dania.
Deta yang melihat hal itu segera berlari menghampiri Dania. Kemudian memeluknya dengan erat seolah takut jika Dania akan melarikan diri.
"Dek, jangan bicara seperti itu sama Dania!" Deta sudah menggandeng tangan Dania.
"Kakak! Jangan membela anak ini terus!" Dito tidak mau mengalah.
"Dek, Kakak pusing. Tolong jangan buat Kakak tambah pusing!!!" Deta memijat - minat kepalanya.
Dito hanya terdiam tak bisa mengatakan apapun. Dia tahu Deta sakit karena kelelahan. Tapi kebenciannya pada Dania membuat semua kesalahan seolah di sebabkan oleh Dania.
***
"Kamu sakit, Ta? Wajah kamu pucat," tanya Syafitri yang khawatir melihat keadaan Deta.
"Aku tidak apa-apa, Fit. Hanya kelelahan saja." Deta tersenyum yang sedikit di paksakan.
"Kalau begitu kenapa kamu datang? Seharusnya kamu beristirahat." tutur Syafitri.
__ADS_1
"Aku bosan di rumah," Deta tersenyum menampakkan deretan giginya.
Tak lama berselang, sosok Angga memasuki ruangan. Tatapan matanya langsung terfokus pada Deta.
Syafitri yang menyadari hal itu langsung berbisik kepada Deta.
"Pak guru tampan memperhatikanmu terus sejak tadi." goda Syafitri.
Deta langsung memelototi Syafitri yang masih senyum-senyum tidak jelas.
***
Begitu kelas usai, Angga langsung menghampiri Deta .Kali ini ia meminta secara langsung kepada Deta untuk menemaninya makan malam.
Namun, Angga harus kecewa lagi. Karena lagi-lagi Deta menolaknya.
"Kamu sudah ada acara?" tanya Angga dengan tatapan tajamnya.
"Tidak."
"Ada janji bertemu dengan orang lain."
"Tidak ada, Pak." jawab Deta lesu.
'Apakah Dia tidak bisa melihat bahwa aku sangat lemah?' Deta memaki dalam hatinya.
"Kalau begitu apa yang menahanmu?" Angga menyandarkan tubuhnya di meja dengan kedua tangannya yang terlipat di dada.
"Saya ingin segera pulang, Pak." tegas Deta.
Syafitri yang sedari tadi diam memperhatikan terkejut dengan sikap penolakan Deta terhadap Angga.
***
Sementara di rumah Sanjaya, Ricky sedang bersantai atau lebih tepatnya melamun di taman belakang.
Ia memikirkan cara terbaik untuk meminta maaf pada Deta tanpa menurunkan harga dirinya.
"Aku harus bertemu langsung dengannya untuk meminta maaf." gumam Ricky sembari terus memberi makan ikan-ikan di kolam.
Ricky masuk ke dalam rumah dan mendapati ibunya baru saja menutup telepon.
"Ma, kapan Deta kembali bekerja?" Ricky sudah duduk di hadapan bu Rika.
"Tidak apa, Ma, hanya saja kamarku sudah sangat berantakan." ujar Ricky beralasan.
"Bukannya kamu sudah terbiasa merapihkan kamar kamu sendiri, Sayang?" tanya bu Rika menyelidik.
"Tapi, sekarang sudah terbiasa ada yang merapihkan, Ma," Ricky nyengir yang di balas gelengan kepala oleh bu Rika.
***
Di dalam mobil Deta hanya diam sepanjang perjalanan. Di liriknya Angga sesekali yang sejak tadi terus tersenyum.
'Ini semua gara-gara Syafitri!!!' Batin Deta kesal.
Lamunan Deta terhenti saat ponselnya berdering.
"Iya, Bu." sopan Deta menjawab.
"Baik, Bu."
"Tidak masalah, Bu, saya akan segera kesana."
"Sama-sama, Bu," Deta tersenyum dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.
"Siapa?" tanya Angga penasaran.
"Bos saya, Pak," jawab Deta tanpa menoleh ke arah Angga yang sedang menyetir.
"Tolong turunkan saya di depan, Pak," pinta Deta yang membuat Angga seketika menoleh.
"Kenapa?"
"Saya harus ke rumah bos saya, Pak,"
"Akan aku antar." Tekan Angga tak ingin ada penolakan lagi.
***
Saat sampai di depan rumah Sanjaya, Angga sangat terkejut. Dan itu sangat terlihat di wajahnya.
"Ada apa, Pak?" Suara Deta menyadarkan Angga.
__ADS_1
"Eh, ehemm ... tidak apa-apa." Angga mencoba menghilangkan kecanggungannya.
"Kamu bekerja di sini?" tanya Angga tidak percaya.
"Iya." jawab Deta yakin. Dan Angga dapat melihat itu dari mata bulatnya.
"Terima kasih sudah mengantar saya, Pak," Deta sudah meraih pintu mobil bersiap akan keluar tapi tangannya di tahan oleh Angga.
"Angga."
"Maaf, Pak?"
"Panggil aku Angga!" Angga menatap Deta.
Deta menatap balik Angga. "Baik, Pak Angga."
"Astaga!!! Angga saja tidak perlu, Pak." Angga mulai kehilangan kesabarannya.
"Baiklah, Angga saja." Deta terkekeh kemudian keluar dari mobil.
'Gadis itu semakin menggemaskan.'
***
Deta masuk melalui garasi mobil yang langsung terhubung ke dapur. Dan di saat yang bersamaan Ricky keluar melalui pintu depan.
Di luar, Ricky seperti melihat ada mobil yang ia kenali. Ricky mengetuk kaca mobil dan saat kaca di turunkan ia melihat sosok yang sangat ia kenal.
"Hei, Brother! Kenapa tidak masuk?" sapa Ricky begitu melihat Angga, sahabatnya.
Angga tersenyum kaku. Karena sudah tertangkap basah, jadi Angga memutuskan untuk masuk dan mencari tahu tentang Deta.
***
Bu Rika sudah menunggu Deta di ruang makan. Dengan sebuah amplop di tangannya.
Deta segera menghampiri bu Rika. Sadar bahwa ia sudah ditunggu majikannya.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya bu Rika begitu Deta duduk di hadapannya.
"Sudah lebih baik, Bu."
"Bagus. Ini gaji kamu bulan ini." Bu Rika menyerahkan amplop yang di pegangnya tadi.
"Terima kasih, Bu," Deta tersenyum bahagia.
"Kamu boleh pulang sekarang. Saya juga akan keluar dengan Ricky."
'Jadi Tuan Amburadul itu ada di rumah.' Batin Deta.
"Baik, Bu, terima kasih banyak." Deta berdiri dan berpamitan.
Deta berjalan menuju pintu depan, tapi saat mendengar ada seseorang di ruang tamu Deta berbalik dan berputar kembali ke dapur untuk keluar melalui garasi.
Ricky yang mendengar ibunya sedang berbicara dengan seseorang tidak terlalu memperdulikannya.
"Ky, aku haus." Angga memegangi tenggorokannya.
"Sorry... sorry... sampai lupa. Sebentar ya!" Ricky berjalan menuju dapur dan melihat ibunya masih duduk di ruang makan.
"Mama tadi bicara sama siapa? " tanya Ricky seraya berlalu menuju dapur.
"Deta."
"Siapa, Ma?" Ricky segera berbalik kepada ibunya.
"Deta." ulang bu Rika.
"Kenapa dia di sini, Ma?"
"Mama yang telpon."
"Sekarang dimana dia?" tanya Ricky dengan nafas terengah-engah.
"Sudah pulang," jawab bu Rika kemudian menunjuk ke arah garasi.
'Ya ampun ... kapan poros ini berhenti dan mempertemukan kita di satu titik???'
Hallo semuanya🤗
Semoga kalian suka ceritanya🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 kalian di sini berupa like 👍, comment, rate dan juga vote😘
__ADS_1