
"APA KALIAN SEMUA BODOH!!!" teriak Ricky, ia menendang salah satu orang yang sedang berdiri di hadapannya.
Keputusasaan mulai menjalar di seluruh nadinya. Lima tahun. Sudah lima tahun ia kehilangan hati dan jiwanya. Kepergian wanita yang paling ia cintai telah mengubah segalanya.
***
Pagi itu, Ricky tiba di kantornya seperti biasa. Pesona seorang pemimpin melekat erat dengan dirinya. Arogansi dan ambisi mengelilingi kepribadiannya.
Semua mata tertuju pada Ricky yang berjalan dengan wajah dingin tanpa memperdulikan orang-orang yang berada di sekitarnya.
"Pak, jadwal anda hari ini -" Gibran baru saja akan membacakan jadwal Ricky, tapi dengan cepat Ricky menyelanya.
"Kamu tahu ini hari apa?" tanya Ricky tanpa menatap Gibran yang berjalan di sebelahnya.
"Kamis, Pak," jawab Gibran cepat.
"Bukankah kamu sudah tahu jadwalku setiap hari kamis? Atau kamu sudah melupakan tugas utamamu?" tanya Ricky sinis, kakinya melangkah memasuki lift khusus presdir.
"Maaf, Pak," Gibran membungkuk di depan Ricky, kemudian melangkah mengikuti Ricky yang sudah lebih dulu memasuki lift.
"Dengar, Gibran, aku ingin mendapatkan berita baik hari ini. Jangan kecewakan aku!" tutur Ricky, matanya masih memandang kosong ke depan.
"Baik, Pak," jawab Gibran yakin, walaupun dalam hatinya ia masih menyimpan keraguan.
Semenjak kepergian Deta, hidup Ricky berubah drastis. Ia menjadi pria yang sangat dingin. Matanya tidak lagi menampakkan kehangatan seperti dulu. Tutur katanya yang lembut dan penuh perhatian sudah hilang di hempas angin. Kini Ricky menjadi pria yang arogan dan keras hati.
***
"APA KALIAN SEMUA BODOH!!!"
Teriakan yang sama yang selalu terjadi di setiap minggunya. Hari kamis. Setiap hari kamis Ricky akan mengosongkan jadwalnya. Ia mengenang hari itu sebagai hari tersakit dalam hidupnya. Hari itu adalah hari dimana Deta pergi bersama Angga dan meninggalkan dirinya, bahkan tanpa meninggalkan jejak.
Sudah lima tahun lamanya Deta pergi dan tak pernah kembali lagi. Segala upaya sudah di lakukan Ricky untuk mencari Deta, tapi tak pernah membuahkan hasil.
"Sepertinya tuan Pratama sudah memblokir semua akses kita untuk mengetahui dimana keberadaan nona Riady, Tuan." tutur seorang pria yang jatuh tersungkur karena mendapat tendangan yang cukup keras dari Ricky.
__ADS_1
"ANGGA!!!" Rahang Ricky menegang, mengingat betapa kejamnya Angga telah mengkhianatinya dan membawa Deta pergi.
"Ratakan keluarga Pratama! Rebut semua aset yang mereka miliki! Aku sudah cukup sabar menghadapi Angga selama ini." Aura kemarahan Ricky menyebar keseluruh ruangan.
Gibran yang selalu setia mendampingi Ricky selama ini hanya bisa menatap kasihan pada atasannya yang kini hidup dengan kebencian dan rasa sakit yang mendalam.
***
Mobil Ricky terparkir sempurna di halaman sebuah rumah yang cukup besar. Dari luar rumah ini nampak sangat sepi seperti tak berpenghuni, tapi begitu ia memasuki rumah tersebut dua orang anak langsung berlarian untuk menyambutnya.
"Uncle Kyky!!! Mommy, Uncle Kyky datang!!!" teriak salah satu anak yang berlari menghampiri Ricky.
Kedua anak kembar itu terlihat sangat lucu. Keduanya kembar identik dan berjenis kelamin perempuan. Mereka adalah putri kembarnya Refita dan Yoga. Nayla Adhiyasa dan Kayla Adhiyasa.
"Ricky? Kenapa tidak mengabari kalau mau datang?" Refita muncul dari dalam rumah.
"Aku ingin bertemu mereka." jawab Ricky sembari menciumi kedua keponakan kembarnya yang kini berada dalam gendongannya.
"Turunlah, Sayang! Kalian berdua sangat berat. Uncle pasti lelah." seru Refita pada kedua putrinya yang terlihat nyaman bergelayutan dalam gendongan Ricky.
"Tidak mau!!!" jawab keduanya kompak.
Refita tersenyum melihat Ricky yang sudah mulai bisa menata hidupnya kembali setelah kepergian Deta. Ia dan kedua orang tuanya tidak tahu jika Ricky masih terus mencari Deta hingga detik ini.
"Ky, kenapa kamu tidak menikah saja?" tanya Refita tiba-tiba yang mana membuat Ricky langsung merasa tidak nyaman.
Ricky menurunkan kedua keponakannya. "Kalian main berdua dulu, ya! Uncle ingin bicara yang hal rahasia dengan Mommy."
Karena mereka sangat patuh pada Ricky, dengan tidak rela Nayla dan Kayla meninggalkan Ricky bersama dengan Refita.
Refita menyilangkan kedua tangannya dada, menunggu jawaban dari adik satu-satunya itu. "Aku menantikanmu." ucap Refita.
Ricky menghela nafas. "Aku belum memikirkannya, Kak." jawab Ricky malas, kemudian berjalan menuju dapur.
Dibelakangnya, Refita mengikuti setiap langkah Ricky yang mencoba untuk menghindari kakaknya itu.
__ADS_1
"Kenapa Kakak mengikuti aku terus?" dengus Ricky, kesal dengan ulah kakaknya.
"Aku hanya ingin tahu kenapa kamu belum menikah sampai saat ini? Apakah karena kamu masih mencintainya?"
Pertanyaan Refita tepat menghujam hati Ricky yang selama ini mati. Tanpa di perjelas pun, mereka sudah tahu siapa yang di maksud oleh Refita. Pastinya, gadis itu. Gadis yang sudah membawa lari cinta Ricky. Deta Riady.
***
Angin berhembus kencang, burung-burung beterbangan, menambah keindahan suasana sore hari di kota itu. Kota yang menjadi tempat tinggal baru bagi seorang wanita cantik yang sedang duduk mengamati orang-orang berlalu lalang.
'Betapa bahagianya hidup mereka. Semoga tidak ada yang bisa memisahkan mereka hingga ajal menjemput.' harap wanita itu dalam hati, ketika melihat dua sejoli yang sedang bergurau di taman yang berada di hadapannya.
Ia mulai menulis sesuatu di buku catatannya dan sesekali tersenyum ketika membayangkan sosok yang ia rindukan.
Tangannya bergerak dengan lincah ketika menggoreskan pena di atas kertas putih yang ada di pangkuannya. Pikirannya nyalang mengingat hal-hal indah yang pernah terjadi di masa lalu.
"Aku merindukanmu." gumam wanita itu, ia menyentuh dadanya dan memejamkan mata. Seolah merasakan irama detakan jantungnya yang saling bersahutan.
Dalam hatinya, ia selalu menyimpan satu nama. Nama yang selalu membuat jantungnya berdegup kencang bahkan hanya dengan mengingatnya saja.
Sosok yang paling ia benci. Namun, sosok itu juga yang paling ia rindukan selama lima tahun ini. Segala hal ia lakukan untuk melupakan sosok itu, tapi hatinya selalu menolak untuk mengeluarkan nama yang sudah terukir dengan indah di sana.
Saat tengah larut dalam khayalannya tentang sosok di masa lalu yang sangat ia rindukan, tiba-tiba saja ada seseorang yang berteriak dan memanggil dirinya.
"Kakak!!!" Seorang gadis yang memasuki usia belia setengah berlari untuk menghampirinya yang masih duduk dengan tenang di bangku taman.
Wanita itu membuka matanya dan melihat ke arah suara itu datang. Ia pun tersenyum ketika mengetahui siapa yang sudah memanggilnya barusan.
"Dania?" Senyum manis tertarik dari sudut bibir wanita itu.
Hallo semuanya🤗
Berjumpa lagi dengan author yang amburadul ini di season kedua cinta manisnya Deta sama bang Ricky 🥳🥳🥳
Author memenuhi janji, tidak akan lama rehatnya 😁 Kasih ucapan welcome home gitu dong sama author 🤭
__ADS_1
Seperti biasa jangan lupa jempol 👍dulu sebelum atau sesudah membaca dan juga tolong tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇 sebagai mood booster untuk author amburadul ini 😘 Yang gak mau komentar tapi mau vote aja boleh banget 😍
I ❤ U readers kesayangan kuhh