Poros Jodoh

Poros Jodoh
KURUS VS LANGSING


__ADS_3

BUG...


Benturan yang cukup keras membuat tubuh kecil Dania terjerembab ke belakang. Gadis belia itu berusaha untuk bangkit sembari mengusap bokongnya yang terasa nyeri.


"Maaf ... maafkan aku! Aku tidak melihatmu." ucap wanita yang tadi bertabrakan dengan Dania.


Dania mendongakkan kepalanya dan melihat seorang wanita cantik berkacamata hitam dengan tubuh kurus yang hanya tinggal tulang. "Tidak masalah, Nyonya, aku juga salah."


"Kau?" Wanita itu membuka kacamatanya. "Kau gadis yang menolongku di LN waktu itu, kan?" tanya wanita itu antusias.


Bola mata Dania berputar, mencoba mengingat kejadian beberapa waktu lalu yang di sebutkan oleh wanita itu.


"Iya, aku ingat! Bagaimana kabarmu, Nyonya?" Mata sipit Dania mengamati tubuh wanita itu dari atas ke bawah.


"Aku baik, tapi apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya wanita itu lagi, kali ini tatapan matanya tak lepas dari gedung Sanjaya Corporation yang menjulang tinggi di belakang Dania.


"Aku baru saja menemui calon kakak iparku, Nyonya, dan anda? Sejak kapan anda di sini? Apakah anda sudah memutuskan untuk meninggalkan pria kejam itu?" Dania memberondong wanita itu dengan rasa ingin tahunya.


'Sepertinya gadis kecil ini bisa di jadikan teman bertukar cerita.' batin wanita itu. "Jika kamu ada waktu, bisakah kita mengobrol sebentar?" pinta wanita itu sembari menggenggam tangan Dania.


'Bagaimana ini? Kak Dito pasti sudah menungguku, tapi aku juga harus segera pergi dari sini sebelum kak Deta datang.' batin Dania dilema.


Manik mata Dania menatap mata wanita malang itu. Entah apa yang menariknya, tapi ia langsung menganggukkan kepalanya.


***


"Dimana Dania?" desak Deta, ia mulai kesal karena merasa di permainkan oleh Ricky.


Ricky tersenyum bahagia sambil menggendong Rayyan yang tertidur dalam dekapannya. "Kecilkan suaramu! Rayyan sudah tidur, dan dia akan terbangun jika mendengar suaramu."


Seketika mulut Deta terbungkam. Ia hanya mengikuti langkah Ricky menuju apartemennya. Inilah kali pertama Ricky membawa seseorang ke dalam apartemen miliknya.


"Kamu tinggal di sini?" tanya Deta, matanya nyalang berkeliling mengamati seisi ruangan.


Sejak Deta meninggalkan Ricky dan memilih untuk menikah dengan Angga, saat itu pula Ricky meninggalkan semua benda dan tempat-tempat yang memiliki kenangan tentang Deta.


Ricky membuka sebuah pintu yang ternyata adalah sebuah kamar tidur dan meletakkan Rayyan di sana.


"Iya, aku tinggal disini." jawab Ricky seraya mendekati Deta yang masih berdiri untuk mengamati setiap sudut ruangan.

__ADS_1


"Sejak kapan?"


"Sejak kamu membawa hatiku,"


Pandangan mata Deta dan Ricky beradu untuk mengutarakan isi hati mereka yang tertahan selama lima tahun lalu.


"Aku tidak membawa apapun. Termasuk semua kenangan yang mengukir goresan pedih di hatiku." sergah Deta, wajahnya menyimpan begitu banyak kesedihan.


'Astaga!!! Kenapa sekarang cara bicara Detaku sama dengan Nino?' batin Ricky.


***


Dan jauh di luar sana, di tempat yang berbeda. Seorang pria baru saja bersin


Haachiii...


"Siapa yang sedang memiliki waktu senggang dan membicarakan hal buruk tentangku?"


***


Deta berjalan dan mendekati jendela yang terbuat dari kaca dan menampakkan pemandangan kota di malam hari. Matanya nanar memandang keluar jendela hingga ia merasakan sesuatu melingkar di pinggangnya.


Tangan Deta dengan sigap mencoba melepaskan kaitan tangan Ricky, tapi pria itu bersikukuh untuk tidak melepaskannya kali ini.


"Diamlah! Biarkan aku menikmati aroma tubuhmu yang sangat aku rindukan." pinta Ricky, matanya terpejam menikmati waktu indah yang selalu ia nantikan.


"Lepaskan! Ini tidak benar, Tuan Sanjaya! Kamu dan aku sudah memiliki kehidupan masing-masing. Jangan sampai ada yang terluka karena keegoisanmu!" tegas Deta, ia membalikkan tubuhnya agar bisa menatap Ricky.


'Mata itu, mata yang sama yang telah membuatku jatuh hati.' batin Deta.


"Apa maksudmu?" tanya Ricky, kembali ia menaikkan sebelah alisnya untuk menuntut penjelasan.


"Kau- kau sudah berkeluarga, begitu pun denganku. Jadi, jangan bermain hati dan membuat pasangan kita terluka!" sergah Deta penuh emosi.


Entah apa yang membangkitkan emosi di hati Deta, tapi ia tiba-tiba saja merasa tidak nyaman ketika melihat sebuah potret kebersamaan Ricky dengan kedua anak kembar yang Deta temui di taman bermain terpasang sempurna di salah satu sudut dinding.


Ricky mengikuti arah Deta memandang dan menduga apa yang telah membuat Deta merasa terganggu. "Aku sangat menyayangi kedua putriku."


Bola mata Deta langsung tertarik pada Ricky dan menatap pria itu dengan perasaan yang tak jelas. Ada bendungan air mata yang merangsek untuk keluar, tapi sekuat tenaga Deta menahannya.

__ADS_1


"Kau ayah yang baik, tapi sepertinya kau bukan suami yang baik karena kau telah membawa wanita lain ke kediamanmu tanpa sepengetahuan istrimu." sindir Deta.


"Istriku? Dia disini dan tahu segalanya," seloroh Ricky.


Wajah Deta memerah menahan malu dan juga amarah yang menguasai hatinya. "Kalau begitu, sebaiknya aku pergi se -"


Tiba-tiba Ricky mengangkat tubuh Deta dan membawanya ke kamar tidur yang bersebelahan dengan Rayyan.


"Turunkan aku!" Deta memukul-mukul dada bidang Ricky sebagai tanda pemberontakan.


Mulut Ricky tetap bungkam hingga Deta merasakan tubuhnya terbaring di atas sebuah tempat tidur di susul Ricky yang berbaring di sampingnya.


"Kenapa kamu sangat kurus sekarang? Apa kamu tidak bahagia hidup bersama Angga?" tanya Ricky, matanya berkaca-kaca saat membelai wajah Deta yang sudah tidak chubby lagi.


"Aku tidak kurus! Tapi aku langsing dan seksi. Dan satu lagi, aku sangat bahagia menjadi Nyonya Pratama." sanggah Deta sembari mendudukkan tubuhnya.


Ricky menyusul Deta dan lagi-lagi memeluknya dari belakang. Tangannya mengelus-elus perut Deta yang rata.


"Cepatlah tumbuh!" ucap Ricky, ia semakin mengeratkan pelukannya. "Kau hanya akan menjadi Nyonya Sanjaya." tegas Ricky.


Deta menoleh seketika dan membuat bibirnya langsung menempel dengan bibir Ricky. Namun, dengan cepat Deta melepaskan kontak antara mereka.


"Aih, kamu sudah banyak berubah. Sekarang kamu nakal dan mulai mengambil inisiatif sendiri." goda Ricky, tangan nakalnya mulai meraba area yang sulit di elakkan oleh Deta.


"Ricky, berhenti!!! Nanti istrimu melihat." teriak Deta. Namun, sepertinya mata Ricky sudah ditutupi kabut nafsu.


"Ayo, lakukan apa yang kita lakukan di hotel hari itu!" pinta Ricky. "Akan lebih menyenangkan jika kita melakukannya secara sembunyi-sembunyi." tambahnya.


"Kau sudah gila!" umpat Deta, ia mencoba melepaskan dirinya dari Ricky.


"Kau tahu, Sayang, aku gila karenamu." goda Ricky lagi.


Malam itu, kembali Ricky memastikan kepemilikannya atas Deta. Malam panas penuh gairah itu pun kembali terjadi meski tanpa keinginan dari Deta.


Hallo semuanya 🤗


Jangan lupa selalu di tap jempolnya 👍 dan tinggalkan jejak 👣👣 kalian di kolom komentar 👇 sertakan votenya juga ya 👈sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini 😘


I ❤ U readers kesayangan kuhh

__ADS_1


__ADS_2