Poros Jodoh

Poros Jodoh
JATUH CINTA LAGI


__ADS_3

Perasaan cinta yang sudah lama tumbuh tidak akan mudah untuk di padamkan meski badai menerpa, seperti rasa cinta Deta pada Ricky yang sudah tumbuh sejak lima tahun yang lalu dan hal itu sangat di sadari oleh Angga yang selalu berada di sisi Deta setelah kegagalan pernikahannya.


"Tuan?" Dhirgam terlihat khawatir pada Angga yang masih termenung di apartemennya.


Angga menghembuskan nafasnya dengan kasar, seolah dengan melakukan hal itu akan mengurangi beban di hatinya.


"Apa aku salah sudah menahannya selama ini?" Tatapan Angga menerawang jauh ke depan, tapi ingatannya berputar ke belakang.


Empat tahun yang lalu...


Deta masih memandang geram pria yang kini berada di hadapannya. Dengan kesal ia melemparkan sebuah dokumen yang menyatakan hubungan mereka sebagai sepasang suami istri yang di sah di mata hukum negara itu.


"Sudah ku katakan, aku tidak ingin dan tidak akan menikah dengan siapapun! Pernikahan kita hanya pura-pura agar pak Ricky berhenti mengejarku, tapi apa yang kamu lakukan sekarang?" teriak Deta, kemarahan membuatnya lupa bahwa Angga lah yang telah membantunya selama satu tahun belakangan.


Angga memungut dokumen yang tergeletak di lantai. "Aku tahu. Aku pikir kamu mungkin sudah berubah pikiran."


"Tidak, Ga! Aku tidak bisa merubah apapun yang telah terjadi. Aku tidak mungkin menikahi pria lain, sementara hal yang paling penting dari diriku sudah menjadi miliknya." sergah Deta, tangannya terus saja mengusap perutnya.


'Sudah satu tahun. Kenapa bibitnya belum tumbuh? Atau memang tidak akan tumbuh?' batin Deta.


Ketidaktahuannya akan proses terjadinya sebuah kehidupan di dalam rahim seorang wanita membuatnya selalu di liputi ketakutan akan tumbuhnya bibit yang di tanam Ricky meskipun Deta tak mengingatnya sama sekali.


Angga mencengkram bahu Deta. "Itu tidak mungkin, Deta! Aku sangat mengenal Ricky. Dia tidak akan melakukan hal itu. Kamu pasti sudah salah paham."


Kedua alis Deta hampir menyatu karena pikirannya berpikir keras hingga dahinya berkerut. "Dia sendiri telah mengakuinya. Dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menikah karena aku tidak bisa memberikan apa yang di inginkan suamiku. Jika aku melanggarnya, sama saja aku sudah melupakan prinsip yang telah ku buat."


"Shit!!!" umpat Angga, ia merasa kehabisan akal untuk membujuk Deta agar mau menerima pernikahan mereka.


Di tengah kegentingan yang terjadi antara Angga dan Deta, tiba-tiba saja mereka berdua di kejutkan oleh tangisan bayi yang berada di ruangan sebelah.

__ADS_1


"Rayyan?" teriak mereka bersamaan.


Dengan langkah terburu-buru, Angga dan Deta menghampiri bayi mungil nan lucu yang sedang terbaring di dalam box bayi.


"Apa kamu lapar, Sayang?" Deta menggendong bayi itu, naluri keibuannya tumbuh begitu saja setiap ia berada di dekat bayi itu.


Angga mengusap puncak kepala bayi itu dan mendaratkan ciumannya di kening sang bayi. "I am your daddy, Darling.(aku adalah ayahmu, Sayang.)"


Deta begitu terkejut mendengar ucapan Angga. "Apa maksudmu?"


Senyuman kaku yang sedikit di paksakan terlukis di wajah Angga. Sifat dinginnya lambat laun mencair karena kehangatan yang di dapat dari Deta dan juga keluarganya.


"Untuk inilah kita harus menikah. Rayyan butuh orang tua. Kamu dan aku akan menjadi orang tuanya. Dan untuk menjadi orang tuanya yang sah secara hukum, kita harus menikah dan menjadikan Rayyan sebagai putra kita berdua." jelas Angga.


Meski berat menerima semua ini, tapi demi Rayyan akhirnya Deta menyetujui pernikahan itu dengan berat hati.


"Untuk Rayyan."


Ingatan berakhir...


Sekali lagi, Angga merasakan beban yang begitu berat di hatinya. Awalnya, ia memang tidak mencintai Deta. Angga hanya berambisi terhadap Deta yang selalu menolaknya selama ini, dan saat itu ia baru saja mencoba untuk membuka hatinya yang terluka karena Mika. Lambat laun, kehangatan dan kemandirian yang di tunjukkan Deta membuat Angga terbuai dan mulai menikmati perannya sebagai seorang ayah dan juga seorang suami. Hanya orang-orang terdekat mereka yang mengetahui keadaan yang sebenarnya. Di hadapan orang luar dan rekan bisnisnya, Angga selalu memperkenalkan Deta sebagai istrinya dan juga Rayyan sebagai penerusnya.


"Apakah ini saatnya aku melepaskannya? Apa yang harus aku katakan pada Rayyan?" lirih Angga, ia benar-benar menjalani perannya sebagai seorang ayah.


Dhirgam dengan setia mendengarkan setiap keluh kesah yang di lontarkan Angga. Dalam hatinya, ia begitu kasihan kepada bosnya yang kini telah menunjukkan banyak perubahan.


'Jangan menyerah, Tuan! Anda sudah kehilangan banyak, maka lanjutkan perjuangan anda.' batin Dhirgam.


***

__ADS_1


Sebuah mobil mewah sudah terparkir di halaman rumah milik tuan muda Riady, Dito Riady. Rumah minimalis yang menyimpan banyak kenangan indah itu kini telah kembali menjadi milik keluarga Riady. Rumah yang sempat terbakar karena kecerobohan Deta di masa lalu.


Deta memandangi rumah itu, ragu untuk masuk ke dalam. Apalagi penampilannya saat ini sungguh tidak masuk akal. Deta mengenakan sebuah atasan tebal dengan turtle neck yang menutupi lehernya, ia juga mengenakan sebuah celana yang cukup besar dan terlihat seperti rok. Deta merasa seperti badut, mengenakan pakaian seperti itu di iklim tropis yang di miliki negara ini.


"Kenapa? Kamu tidak ingin pulang? Masih ingin bersamaku?" goda Ricky, ia sebenarnya tahu jika Deta tidak nyaman dengan pakaiannya.


Deta berdecak kesal. "Aku tidak menyukai pakaian ini! Aku terlihat gemuk saat memakainya. Lagi pula aku terlihat seperti orang bodoh memakai pakaian seperti ini di tengah terik matahari yang menyengat."


Ricky tak berhenti memperhatikan bibir Deta yang bergerak dengan lincahnya, sangat jauh berbeda dengan Deta lima tahun lalu. Tak tahan dengan godaan bibir itu, Ricky pun langsung meraih tengkuk Deta dan menyergap bibir ranum itu dalam sekali gerakan tanpa peringatan.


"Emm ... emm ...." Deta berusaha mendorong tubuh Ricky agar melepaskan tautan bibir mereka.


Meski terpaksa, Ricky pun melepaskan tautannya dan tersenyum bahagia saat melihat rona merah di pipi Deta.


"Tidak sopan!!!" sungut Deta, memasang wajah cemberut dengan bibir yang di majukan.


"Kenapa kamu selalu menggodaku, Sayang?" keluh Ricky, merasakan sesuatu yang sesak di celananya.


Deta mulai mengerti maksud Ricky, begitu melihat tatapan pria itu dan juga tangannya yang mulai kembali meraba tengkuk Deta. Dengan sedikit gertakan, Deta menghempaskan tangan Ricky dan segera membuka pintu mobil.


"Dasar mesum!!!" ketus Deta sesaat sebelum ia keluar dari mobil Ricky.


Ricky menatap kepergian wanita tercintanya dengan senyum penuh kemenangan. "Kamu tidak akan bisa lari kemana pun, Sayang! Karena sekali lagi, kamu membuatku jatuh cinta padamu."


Hallo semuanya πŸ€—


Jangan lupa di tap jempolnya πŸ‘ dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar πŸ‘‡sertakan votenya juga ya πŸ‘ˆ sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini 😘


I ❀ U readers kesayangan kuhh

__ADS_1


__ADS_2