Poros Jodoh

Poros Jodoh
MENEMUKANMU


__ADS_3

Langkah kaki seribu Deta membawanya kembali ke dalam mobil Dito, ia berniat untuk melarikan diri dari Ricky. Namun, Deta sangat ingin melihat momen bahagia sahabat lamanya itu.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Deta, ia melihat Ricky yang kini semakin dekat dengan mobil Dito.


"Tidak... tidak... jangan kesini!" Deta membenamkan wajahnya di kemudi mobil, berharap dengan melakukan itu bisa menyembunyikan wajahnya dari Ricky.


Beberapa saat bertahan dalam posisi seperti itu, ketika suasana di sekitarnya terasa hening Deta pun memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan tak lagi melihat Ricky atau pun kerumunan yang berada di sekitarnya.


"Syukurlah, sepertinya dia sudah pergi." gumam Deta, nafasnya sudah mulai teratur karena ia sudah kembali tenang.


Deta tak menyangka jika jantungnya akan berpacu secepat itu saat mereka kembali bertemu. "Apakah dia masih disini?" tanya Deta pada dirinya sendiri seraya memegangi dadanya yang berdebar.


"Sudahlah, Deta. Itu sudah sangat lama. Lupakan dia dan semuanya! Ingat tujuanmu datang kesini." Deta melayangkan kepalan tangannya ke udara untuk menyemangati dirinya sendiri.


Deta mematut dirinya di cermin. "Everything is gonna be ok, Deta.(Semuanya akan baik-baik saja)."


***


Ricky sangat yakin, jika wanita yang ia lihat adalah Deta. Wanita yang selalu ia rindukan selama lima tahun ini. Rasanya Ricky ingin terbang melewati kerumunan itu dan langsung memeluk wanita yang kini sedang berdiri dan menatapnya. Dunia seolah berhenti berputar saat mereka saling menatap. Walau kini penampilan Deta jauh berbeda, tapi Ricky bisa mengenali wanita itu dengan baik.


Ditambah lagi wanita itu langsung menghindar dan berlari saat Ricky menyebut namanya. "Tidak salah lagi. Dia Deta. Cintaku telah kembali." gumam Ricky.


Dengan terburu-buru Ricky memanggil Gibran dan membisikkan sesuatu padanya. "Aku melihatnya. Bantu aku membebaskan diri dari kerumunan ini."


Hanya beberapa menit saja, Ricky langsung terbebas dari kerumunan yang menahannya untuk mengejar Deta. Sedikit terlambat, Ricky sudah tidak bisa melihat Deta ataupun bayangannya. Namun, Ricky ingat jika wanita itu keluar dari sebuah mobil. Satu persatu mobil di periksa Ricky, tapi saat ia hampir mendekati mobil Deta tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya.


"Maaf, Pak, acaranya sudah akan di mulai." ucap Gibran, tatapannya mengikuti arah tatapan mata Ricky.


"Kamu duluan saja, Gibran." jawab Ricky. Ia masih ingin mencari Deta.

__ADS_1


"Tapi, Pak, anda 'kan di minta untuk menjadi saksi pernikahan tuan Jerry." Gibran tak mau menyerah untuk membujuk Ricky.


"Shit!!!" Ricky berbalik dan berjalan sambil terus mengumpat karena lagi-lagi ia gagal bertemu Deta karena takdir yang terus saja mempermainkannya.


***


Dengan hati berdebar Deta keluar dari mobilnya dan memasuki hotel tempat Syafitri mengadakan pernikahannya. Deta akhirnya memutuskan untuk tetap hadir di pernikahan Syafitri, meski hatinya sedikit ragu karena takut akan bertemu Ricky. Namun, Deta meyakini dirinya sendiri jika Ricky hanya kebetulan sedang berada di hotel ini juga.


"Permisi, Nona, bisakah aku menyerahkan hadiahku langsung kepada pengantin wanitanya?" tanya Deta pada seorang gadis yang sedang menyusun hadiah.


"Pengantinnya sejak melakukan ijab qobul, Nyonya, tapi anda bisa menyerahkannya saat acara selesai." jawab gadis itu.


Deta tersenyum manis. "Baiklah, terima kasih, Nona."


Karena tak bisa menemui Syafitri, Deta memilih memasuki ballroom hotel yang menjadi tempat acara berlangsung. Suasana khidmat dan haru langsung terasa begitu Deta memasuki ruangan itu. Dari kejauhan Deta dapat melihat betapa bahagianya Syafitri saat ini.


'Happy wedding, Syafitri. Pernikahanmu sangat indah. Semoga kalian hidup bahagia selamanya.' batin Deta, sembari memandangi dekorasi pesta yang sangat cantik dan di dominasi oleh warna emas yang sempurna.


"Astaga, itu dia." gumam Deta, ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


'Dia tidak mungkin melihatku.' batin Deta, karena merasa yakin ia sudah berdiri di sudut yang luput dari pengamatan siapapun.


Dari sudut Deta memandang, ia melihat kebahagiaan dan kehangatan di wajah Ricky. Pria itu masih sama, selalu bisa memacu detak jantung Deta.


"Hah, aku sudah tidak sanggup berada di sini." gumam Deta lagi, kemudian berjalan keluar dan mencari tolilet.


Cukup lama Deta berada di dalam toilet dan hanya menatap dirinya di cermin. Dalam lima tahun ini banyak yang telah berubah. Orang berubah. Cuaca berubah. Nasib berubah. Namun, hatinya tak pernah berubah.


"Aaiisshh, bodoh!" keluh Deta seraya mengusap air matanya.

__ADS_1


Lagi-lagi, hanya dengan melihat Ricky dari kejauhan saja sudah membuat Deta menjadi lemah seperti ini. Padahal selama lima tahun ini Deta sudah berusaha melupakan Ricky dan berubah menjadi wanita yang kuat dan tangguh, tapi dalam sekejap semuanya seolah tak berguna.


Deta menarik nafas dalam. "Sudahlah Deta, ayo selesaikan ini dan segera pergi dari sini!"


Setelah memastikan dirinya terlihat baik, Deta keluar dari toilet dan bermaksud kembali ke dalam ballroom. Namun, seorang penjaga menahannya. "Maaf, Nyonya, anda tidak boleh masuk! Ruangan ini sedang di bersihkan."


"Dibersihkan? Bukankah sedang ada acara pernikahan di dalam?" tanya Deta bingung.


"Acaranya sudah selesai, Nyonya, pengantin dan keluarganya sedang makan malam di restoran yang berada di rooftop." tutur penjaga itu.


'Ini kesempatanku untuk bertemu, Syafitri.' batin Deta. "Di lantai berapa itu? Aku ingin menemui pengantin?" tanya Deta.


"Saya akan mengantar anda, Nyonya. Mari!" ajak penjaga itu yang langsung di ikuti Deta.


Mereka menaiki lift dan berhenti di sebuah lantai yang hanya memiliki satu pintu yang berhadapan dengan pintu lift. "Disana, Nyonya," tunjuk penjaga itu.


"Baiklah, terima kasih." ucap Deta dan di balas anggukan kepala oleh penjaga yang langsung meninggalkan Deta seorang diri di sana.


Tanpa menaruh rasa curiga, Deta membuka satu-satunya pintu yang berada di lantai itu dan begitu terkejut saat melihat isi kamar itu.


Sebuah kamar president suite terhampar di hadapan Deta dengan dekorasi serba mewah dan ini jelas bukan restoran yang di maksud karena tidak ada seorang pun disini.


"Sepertinya aku salah ruangan." gumam Deta.


Saat Deta akan berbalik, tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang. "Akhirnya aku menemukanmu, Sayang."


Hallo semuanya🤗


Terima kasih sudah sabar menunggu dan mohon maaf atas ke amburadulan jadwal up nya 🙏 Mulai sekarang Deta dan bang Ricky akan hadir setiap hari Kamis agar jadwal up nya teratur 🤭

__ADS_1


Jangan lupa di tap jempolnya 👍 dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇sertakan juga votenya 👈 sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini 😍


I ❤ U readers kesayangan kuhh


__ADS_2