
"TIDAK BISA!!!" Ricky melangkah mendekati Deta yang terlihat ketakutan.
Semua orang terdiam melihat kemarahan Ricky. Bahkan pak Firman hanya diam memandang putranya.
Secepat kilat Ricky menyambar tangan Deta dan menariknya keluar dari ruang makan.
"Tangan saya sakit, Pak!" Deta sudah hampir menangis mendapat perlakuan seperti itu dari Ricky.
Di butakan oleh kemarahan membuat Ricky tak menyadari bahwa ia telah menyakiti wanita yang sudah mulai mengisi hatinya.
Ricky membawa Deta keluar dari rumahnya dan memaksanya masuk ke dalam mobil.
"Pak, kita akan kemana?" tanya Deta yang semakin ketakutan.
Ricky menatap mata bulat itu sekilas namun ia tetap bungkam seribu bahasa. Enggan bicara karena takut akan menyakiti Deta.
Mobil Ricky melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang padat.
Suasana hening tercipta di dalam mobil karena Ricky hanya fokus menatap jalanan di depannya.
Sementara, Deta dengan sekuat tenaga mencoba menahan air matanya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Ricky yang selalu berubah-ubah.
Sesekali ia melirik Ricky yang sedang menyetir di sebelahnya. Mata pria itu tak lagi menampakkan kehangatan seperti biasanya.
"Pak, bolehkah saya tahu kita akan kemana?" Deta mencoba memecah keheningan.
Namun Ricky tetap tidak bergeming. Bahkan ia sama sekali tidak melirik Deta sedikitpun. Dan sebenarnya hal itu cukup menyakiti Deta.
Tak ingin larut dalam kebaperannya. Deta memilih untuk menghitung jumlah pepohonan yang berbaris rapih di tepi jalan. Persis seperti yang di lakukan Dania.
Tanpa di ketahui oleh Deta. Diam-diam Ricky memperhatikan Deta dari sudut matanya. Dan seulas senyum tipis tersungging di bibir sensualnya.
Detaku, sayang...
***
Seluruh keluarga Sanjaya sangat mengkhawatirkan keadaan Deta karena Ricky membawanya dalam kemarahan.
"Pa, coba Papa tolong hubungi Ricky!" Bu Rika menggenggam tangan pak Firman yang masih terlihat tenang.
"Mereka akan baik-baik saja, Ma." ucap pak Firman dengan santainya.
Bu Rika menatap suaminya dengan kesal. Ia berpikir suaminya itu tidak menanggapi dirinya dengan serius.
"Baiklah, Sayang. Papa akan mencoba menghubungi jagoan dulu." Pak Firman merogoh ponsel di saku jasnya.
Bu Rika tersenyum dan menatap suaminya, "sekarang!"
"Iya, ratuku," Pak Firman tersenyum dan menunjukkan ponselnya.
Ia menghubungi seseorang yang di pikir Bu Rika adalah Ricky putranya.
__ADS_1
"Temukan Ricky secepatnya!" ucap pak Firman dengan tegas.
Dengan sekali tekan, ia menutup sambungan telepon. Dan membalas tatapan aneh istrinya.
"Siapa yang Papa hubungi?" tanya bu Rika bingung.
"Gibran," jawab pak Firman.
"Mama minta Papa untuk menghubungi Ricky bukan Gibran. Apa Papa sudah mulai mengalami gangguan pendengaran?" tanya bu Rika dengan sedikit nada sindiran.
Pak Firman terkekeh mendengar ucapan istrinya. Baginya, kemarahan istrinya adalah tanda cinta yang terpendam.
"Gibran pasti tahu Ricky ada dimana, Ma." Pak Firman mencoba menenangkan istrinya.
"Tapi ...," Bu Rika terlihat ragu.
"Tenang saja, Ma!" ucap pak Firman yakin.
***
Mobil Ricky memasuki komplek perumahan elite. Dan berhenti di sebuah rumah yang sudah di kenali Deta.
Rumah yang di siapkan Ricky untuk kehidupan mereka di masa depan. Setidaknya begitulah yang di katakan Ricky.
"Kenapa pak Ricky membawaku kesini?" gumam Deta.
Ricky turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Deta.
Bukannya membalas uluran tangan Ricky, Deta justru menatap tangan Ricky dengan hampa.
"Aku tidak akan menyakitimu lagi," lirih Ricky berucap, "maafkan aku."
Deta menaikkan pandangannya dan melihat Ricky yang benar-benar merasa bersalah. Ia segera meraih tangan Ricky dan keluar dari mobil.
Mereka berjalan memasuki rumah yang lebih terlihat seperti istana bagi Deta. Tidak seperti sebelumnya, suasana di rumah ini sangat sepi tanpa pelayan yang berlalu lalang.
"Aku meliburkan para pelayan hari ini. Hanya ada bu Sri di paviliun." jelas Ricky.
Ia dengan cepat memahami Deta dan dapat mengerti isi pikiran gadis itu bahkan tanpa berbicara.
"Kenapa di liburkan, Pak?" tanya Deta yang masih tidak mengerti.
Ricky menghela nafas, "aku akan mengosongkan rumah ini setiap kali kita ada di sini."
Kenapa gadis ini sangat polos? Batin Ricky kesal.
Ia berjalan menuju sebuah ruangan dan meminta Deta untuk mengikutinya.
Dengan ragu Deta melangkah dan melihat sebuah ruangan yang sangat besar. Bahkan dua kali lebih besar dari rumahnya.
Terlihat sebuah tempat tidur besar berada di tengah-tengah ruangan. Dan ruangan itu di dominasi oleh kaca.
__ADS_1
Mata bulat Deta menyapu seluruh isi ruangan dan tak henti-hentinya ia berdecak kagum.
Sebelumnya saat datang ke rumah ini, Deta tak berani memasuki ruangan-ruangan yang ada di sini. Ia hanya melihat-lihat dapur dan area pekarangan rumah saja.
Saat tengah asyik mengamati ruangan itu, Ricky keluar dari sebuah pintu kaca yang terdapat di salah satu sudut ruangan itu.
Pria itu keluar dengan memakai kaus yang memperlihatkan bentuk tubuhnya dengan sangat jelas.
Wajah Deta memerah melihat pemandangan di hadapannya. Ia segera memalingkan wajahnya.
"Kenapa anda berganti pakaian, Pak?" tanya Deta bingung.
"Tidak mungkin 'kan aku menanam bibit dengan menggunakan pakaian kantor?" jawab Ricky usil.
Deta membelalakan matanya mendengar kata "Bibit" di sebutkan. Ia tahu betul apa yang di maksud oleh Ricky.
"Karena kamu berniat menolak lamaranku. Jadi kurasa aku akan menanam bibit lebih banyak agar kamu tidak bisa menolakku lagi." ancam Ricky.
"Apa? Bagaimana jika semua bibit itu tumbuh? Akan sebesar apa perutku nanti?" tanya Deta dengan polosnya.
Apa???
***
"Baiklah, terus awasi mereka!" Pak Firman memutus panggilannya.
"Bagaimana, Pa?" tanya bu Rika tak sabar.
"Aman, Ma," Pak Firman mengacungkan ibu jarinya.
Bu Rika mengerutkan keningnya, "aman bagaimana?"
"Aku akan segera punya cucu." gumam pak Firman.
"Papa bicara apa?" Bu Rika menatap suaminya yang terlihat sumringah.
"Tidak ada, Ma, hanya membayangkan masa depan yang indah." jawab pak Firman penuh semangat.
"Tapi Deta a-"
"Aman," sergah pak Firman melanjutkan.
***
Hallo semuanya🤗
Semoga kalian sehat selalu ya dan bisa terus menikmati ceritanya Deta dan bang Ricky 🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 kalian disini ya biar aku makin semangat 💪
Aku menantikan like 👍, comment, rate ⭐, dan vote dari kalian 😍
__ADS_1
I❤U readers kesayangan kuuhh