Poros Jodoh

Poros Jodoh
KECEWA


__ADS_3

Langkah kaki kecil Dania bergemuruh di tengah keheningan yang terjadi.


Semua mata menatapnya, pandangan mereka mengikuti pergerakan Dania yang semakin mengurangi jaraknya dengan Deta.


'Inikah gadis yang di maksud oleh Mikayla?' terka semua orang yang hadir di sana.


Dania berlari dan langsung menubruk kaki Deta yang terbalut gaun pengantin. "Kakak!"


Dengan susah payah Deta berjongkok dan langsung terisak di pelukan Dania. "Kamu adikku," lirihnya.


Mika mencoba menarik Dania yang berada di pelukan Deta, tapi Ricky langsung menahan dan mencengkram tangannya. "Aww ...."


"Jangan mengganggu mereka!" ancam Ricky tanpa melepaskan cengkramannya.


"Aku tahu, sejak awal kamu yang mencegahku untuk bertemu dengan pria brengsek itu, kan? " tuduh Mika, ia menatap muak pak Danang.


"Jaga bicaramu! Aku mencoba melakukan yang terbaik untuk melindungi semuanya." jelas Ricky.


"Melindungi siapa?" tanya Deta, ia berdiri seraya menghapus air matanya.


"Tentu saja melindungimu, Sayang," Ricky menangkup kedua pipi Deta.


"Selama ini, saya berpikir bagaimana jika anda mengetahui kebenaran tentang Dania, akankah anda tetap menyayanginya? Betapa bodohnya saya," Deta kembali terisak.


"Jangan menangis! Maki aku! Pukul aku! Tapi jangan menangis! Kumohon ...," Ricky mencoba memeluk Deta, tapi Deta melangkah mundur menjauhinya.


"Benar! Kamu memang bodoh! Apakah kamu tahu? Wajah Dania sangat mirip dengan kak Nika," Mika menatap Dania yang terlihat bingung. "Itulah sebabnya Ricky sangat menyayangi Dania, karena wajahnya mengingatkan Ricky pada kak Nika." sambungnya.


Yang di katakan Mika memang benar, wajah oriental Dania memang di wariskan dari ibu kandungnya. Deta juga masih ingat dengan jelas bagaimana wajah Anika, sekretaris ayahnya itu.


'Pantas saja, aku seperti mengenal Mika saat kami pertama bertemu.' Batin Deta mengingat pertemuan pertamanya dengan Mika.


"Tidak! Semua yang di katakan Mika itu tidak benar, Sayang," sanggah Ricky.


Ricky mencoba meyakinkan Deta, ia hanya berharap Deta bisa mempercayainya dan tetap berada di sisinya.


"Boleh saya bertanya? Tapi anda harus menjawabnya dengan jujur." ucap Deta, sorot matanya sangat tajam seolah menusuk relung hati Ricky yang terdalam.


"Baiklah, Sayang," jawab Ricky lembut.

__ADS_1


"Apakah anda tahu jika Dania bukanlah putri kandung ibu saya?" tanya Deta datar.


"Iya,"


"Apakah anda juga tahu jika Dania adalah putri dari kakaknya Mika?" tanya Deta lagi.


"Iya,"


"Sejak kapan?"


"Sejak aku pertama berkunjung ke rumahmu, aku merasakan ada kejanggalan dari sikap ibumu terhadap Dania. Aku meminta Gibran untuk menyelidikinya, dan aku menemukan fakta bahwa Dania adalah putri tidak sah ayahmu. Lalu, saat pertama bertemu ayahmu. Aku merasa pernah melihatnya, aku belum menyadarinya saat itu. Aku baru mengingatnya saat Mika kembali ke negara ini dan membicarakan masa lalu Anika. Sungguh, aku tidak pernah ingin menyakitimu ataupun keluargamu. Aku hanya -"


"Seharusnya, anda mengatakannya sejak awal. Bukan mencoba menutupinya ...," air mata Deta kembali mengalir. "Apakah anda yang menahan Mika di luar negeri agar dia tidak datang hari ini?" tanya Deta, ia teringat ucapan Mika yang mengatakan bahwa ada seseorang yang mencoba menahannya di sana.


"Benar, aku hanya tidak ingin -"


"Dan, mungkinkah anda juga yang membuat Mika tidak bisa menghadiri acara lamaran kita saat itu?" Satu persatu kejanggalan yang di rasakan Deta mulai terkuak.


Ricky menghembuskan nafas kasar. "Benar, aku yang melakukannya."


Bu Rika, pak Firman, Refita, Angga dan juga Nino sangat terkejut dengan pengakuan Ricky.


"Bagus, Pak," Deta bertepuk tangan. "Ternyata, kekuasaan memang selalu memegang kendali." lanjutnya.


"Mika, mungkin Dania adalah putri dari kakakmu. Namun, kamu juga harus ingat jika Dania juga putri ayahku. Tak ada yang bisa mengambilnya dari kami." tegas Deta, ia menggandeng tangan Dania.


Mika mendengus. "Pria brengsek itu -"


"Berhenti menyebut ayahku seperti itu!!!" teriak Deta.


Semua orang kembali dikejutkan dengan sosok Deta yang tidak seperti biasanya.


"Tidakkah kamu berpikir, jika semua ini bukan sepenuhnya kesalahan ayahku?" sinis Deta.


"Apa maksudmu?" tanya Mika, ia belum mengerti kemana arah pembicaraan Deta.


"Tidakkah kakakmu itu juga bersalah? Aku yakin ayahku pria yang baik, dia satu-satunya pria paling tulus yang pernah aku kenal sepanjang hidupku." sindir Deta, ia melirik Ricky yang mulai terganggu dengan ucapannya. "Jika kakakmu tidak menggodanya, ayahku tidak akan melakukan hal itu. Dan juga, kakakmu itu tidak akan meminta ayahku untuk mengurus putrinya jika dia berpikir ayahku adalah pria jahat seperti yang kamu katakan!" sambungnya.


"Tapi dia telah memperkosa dan membunuh kak Nika!!!" teriak Mika seraya mengarahkan telunjuknya kepada pak Danang.

__ADS_1


"Jaga sikapmu!!!" Deta menangkap jari Mika dan mengibaskannya dengan kasar.


Perdebatan kedua gadis itu kini menjadi tontonan semua orang, para tamu yang awalnya datang untuk memberikan restu justru harus menyaksikan hal memalukan seperti ini.


Merasa kondisi semakin tidak terkendali, Gibran berinisiatif untuk membubarkan para tamu.


"Mohon maaf, Tuan dan Nyonya. Acara hari ini berakhir sampai sini, saya mewakili keluarga besar Sanjaya dan Riady memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih sudah meluangkan waktu kalian yang berharga." Gibran membungkuk hormat di hadapan semua tamu.


Para tamu melangkah keluar dengan perasaan kesal, sebagian dari mereka masih ingin menyaksikan akhir dari drama calon besan keluarga terkaya itu.


Deta menuntun Dania dan mendekati ayahnya yang masih terlihat syok dan juga ibunya yang masih terus menangis.


"Ayo, kita pulang!" ajak Deta, ia menarik tangan ayahnya. "Dek, tuntun Mama!" perintahnya pada Dito yang sedari tadi menahan emosinya.


"Sayang, aku mohon jangan seperti ini." Ricky menghadang langkah Deta dan keluarganya.


"Anda ingin saya melakukan apa, Pak? Anda sudah cukup mempermalukan saya dan keluarga saya, bukankah ini yang anda inginkan?" lirih Deta, ia di liputi kekecewaan yang begitu mendalam pada Ricky.


"Bukan itu!!! Aku tidak pernah menginginkan hal ini!" sergah Ricky, semua hal terjadi di luar kendalinya.


"Deta, kita bisa membicarakan semua ini dengan baik-baik, kan?" bujuk pak Firman yang merasakan keputusasaan putranya.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan, Pak?" Deta mencoba menekan emosinya. "Kebohongan pak Ricky telah menghancurkan kepercayaan saya terhadapnya," tutur Deta.


"Aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Ricky pasrah.


Deta menatap Ricky, ia melihat kesedihan dan kehancuran di mata pria itu. Tapi rasa kecewa di hatinya membuat Deta tak bisa lagi memberi tempat untuk Ricky di hidupnya.


"Karena keegoisan anda, ayah saya harus menerima hinaan seperti ini. Karena keegoisan anda, ibu saya kembali mengingat rasa sakitnya di masa lalu. Karena keegoisan anda, orang lain kini mempertanyakan identitas Dania. Dan karena keegoisan anda, saya harus kehilangan satu sahabat saya." Deta menatap Mika, gadis itu tak kalah terpukul seperti dirinya.


"Aku tahu, Sayang, aku minta maaf. Aku akan memperbaiki semuanya."


"Terlambat!!!"


Hallo semuanya 🤗


Semoga kalian suka ceritanya ya🥰


Jangan lupa cetak jempol 👍 dulu sebelum atau sesudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak 👣 kalian di kolom komentar juga votenya ya biar author makin semangat😘😘

__ADS_1


I ❤ U readers kesayangan kuhh


__ADS_2