Poros Jodoh

Poros Jodoh
RICKY CEMBURU


__ADS_3

Wajah sendu Deta semakin membuat Ricky salah tingkah, keinginannya untuk mengikat gadis itu malah menjadi boomerang bagi dirinya.


"Aku ingin ke toilet dulu." ucap Ricky seraya berdiri dan hendak berjalan ke toilet.


Deta yang sedari tadi sibuk menatap jendela pun akhirnya menoleh. Ia menatap Ricky dan menganggukkan kepalanya.


'Dia bahkan tidak mau bicara padaku.' Batin Ricky tersiksa.


Ricky berjalan menuju toilet dan mencoba menghubungi seseorang.


"Hallo, Jerry?"


***


Saat Ricky kembali ternyata makanan yang di pesannya, kini sudah terhidang dengan sangat rapih di atas meja.


Ricky melihat Deta sedang memotong-motong daging di piringnya.


"Biar aku bantu," kata Ricky sembari mencoba menarik piring Deta.


"Tidak perlu. Saya bisa melakukannya," jawab Deta dingin.


Memang benar yang dikatakan Deta, ia bisa memotong daging itu dengan sangat rapih kemudian menyantapnya dengan sangat elegan.


"Kamu sangat hebat." seru Ricky yang membuat Deta mengerutkan keningnya.


Ricky mengaitkan kedua tangannya dan menempelkannya di dagu, kemudian satu jari telunjuknya menunjuk piring Deta.


"Ah, ini?" Deta menyentuh piringnya. "Angga yang mengajarkan." sambung Deta.


Mendengar nama Angga di sebut menarik perhatian Ricky, lebih tepatnya rasa cemburu Ricky.


Ia menatap Deta dan menaikkan sebelah alisnya. "Kalian pernah makan bersama?"


Entah karena kepolosannya atau memang tak memperhatikan raut wajah Ricky. "Iya." jawab Deta tanpa ragu sedikitpun.


"Sejak kapan kalian menjadi sangat dekat?" tanya Ricky yang berusaha menahan amarahnya.


"Kami tidak sedekat itu, Pak." sanggah Deta.

__ADS_1


"Kalau begitu, kenapa kamu bisa makan bersamanya?" selidik Ricky.


"Karena -" Deta tak menyelesaikan kalimatnya karena seseorang menepuk bahunya.


Ia segera menoleh dan melihat Syafitri sedang tersenyum usil kepadanya.


Syafitri tak sendiri, ia datang bersama Jerry. Yang Deta tahu adalah teman kantor Ricky.


Melihat kedatangan sahabatnya, Deta langsung berdiri dan memeluk Syafitri dengan sangat erat.


"Ah, aku tidak bisa bernafas!" teriak Syafitri yang membuat Deta seketika melepaskan pelukannya.


"Oh, maaf... maaf ...," Deta terkekeh. " Aku sangat meridukanmu." tambahnya.


"Aku juga," balas Syafitri kemudian duduk di sebelah Deta.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Deta yang penasaran melihat Syafitri lagi-lagi bersama dengan Jerry.


"Dia yang memaksaku." jawab Syafitri seraya memonyongkan bibirnya ke arah Jerry.


Jerry hanya terkekeh mendengar keluhan Syafitri. "Tapi kamu menyukainya, kan?" goda Jerry.


"Iya, aku suka karena bisa bertemu dengan Deta. Harusnya kamu tidak perlu memaksaku, katakan saja jika kamu ingin membawaku menemui Deta!" keluh Syafitri pada Jerry yang justru tersenyum.


Deta yang penasaran dengan sosok Jerry, tak bisa melepaskan pandangannya dari pria itu. Ia tak menyadari jika Ricky memperhatikannya sejak tadi.


"Jangan menatapnya!" ketus Ricky yang membuat mereka bertiga langsung menatapnya.


"Kenapa kamu melarangku menatap gadisku?" keluh Jerry namun tak di gubris Ricky.


Menyadari Ricky sedang bicara padanya, Deta langsung menundukkan pandangannya dan terlihat serba salah.


Deta berdehem untuk menghilangkan kecanggungannya. "Aku harus ke toilet sebentar," ucap Deta yang langsung beranjak ke toilet.


Ricky merasakan sesuatu yang kurang nyaman di hatinya. Ia pun berdiri untuk menyusul Deta.


"Hei, mau kemana kamu? Siapa yang akan membayar ini?" teriak Jerry yang di balas lambaian tangan Ricky.


"Sialan kamu, Ky." umpat Jerry kesal.

__ADS_1


***


Suasana di restoran itu tidak terlalu ramai, mungkin karena restoran itu termasuk restoran bintang lima yang hanya di datangi oleh orang-orang kaya saja.


Saat Deta memasuki toilet, tidak ada seorangpun di sana.


Ia masuk ke salah satu bilik dan keluar setelah beberapa menit. Namun, tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya dan mendorong tubuhnya hingga membentur dinding.


Deta mencoba memberontak. Tapi begitu ia melihat siapa yang melakukannya, perlawanannya langsung mengendur.


Ricky sudah berdiri di hadapannya dan menyandarkan satu tangannya ke dinding tepat di samping Deta.


Tanpa aba-aba ia langsung ******* bibir mungil Deta dengan tangan sebelahnya meraih pinggang Deta agar lebih mendekat padanya.


Deta merasakan ada yang berbeda dengan ciuman Ricky kali ini. Ciuman yang di dominasi oleh Ricky itu terasa begitu bernafsu, bahkan Ricky tak memberikan Deta kesempatan untuk menolak.


Kedua tangan Deta mencoba mendorong tubuh Ricky, namun Ricky langsung menangkap tangan Deta dan menahannya di atas kepala Deta hanya dengan satu tangannya.


Mendapat perlawanan seperti itu membuat Ricky semakin bergairah, di tambah lagi ingatan bagaimana Deta terus menatap Jerry dan membicarakan tentang Angga membuat Ricky seolah tenggelam oleh nafsunya.


Ricky mendesak Deta untuk membuka mulutnya dan mulai menjelajahi kehangatan di dalamnya. Lidah Ricky mulai memainkan perannya dan membuat Deta semakin kewalahan.


Ricky merasakan tubuh Deta yang mulai merespon setiap sentuhannya. Ia melepaskan pagutan bibirnya dan mulai bergerak turun ke leher putih Deta.


Hawa panas mulai menguasai mereka berdua, beruntung seseorang memasuki toilet dan membuat Ricky menghentikan aktivitasnya.


Ia melepaskan tangan Deta kemudian mengelap bibir mungil Deta dengan ibu jarinya yang besar.


"Ini milikku!" bisik Ricky saat menyentuh bibir Deta.


"Mata ini hanya boleh menatapku!" ucap Ricky seraya mencium kedua mata bulat Deta.


"Dan ...," Ricky mendekatkan bibirnya ke telinga Deta. "Hanya aku yang berhak memberimu kenikmatan!" sambungnya penuh penekanan.


Hallo semuanya 🤗


Semoga kalian suka ceritanya Deta ya 🥰


Jangan lupa jempol 👍 dulu sebelum membaca 😘

__ADS_1


Dan silahkan tinggalkan jejak 👣 kalian di kolom komentar ya biar aku tahu kalian hadir dan mendukungku 😍


I ❤ U readers kesayangan kuhh


__ADS_2