
Selama beberapa hari ini Ricky tidak bertemu dengan Deta, karena dia sudah meminta ibunya untuk memecat Deta mengingat gadis itu akan segera menjadi menantu perempuan keluarga Sanjaya.
"Aku merindukanmu." ucap Ricky yang menatap potret Deta di wallpaper ponselnya.
Gibran yang sejak tadi berdiri di belakang Ricky hanya tersenyum simpul melihat bosnya yang sedang kasmaran.
Gibran berdehem. "Ehem ... maaf, Pak, anda harus memeriksa kontrak yang dikirimkan oleh perusahaan xx."
Ricky mendongakkan kepalanya dan melihat tatapan mata Gibran yang tertuju pada ponselnya.
"Hei, jangan sembarangan menatapnya!" bentak Ricky kemudian memasukkan ponselnya ke saku jas.
"Baik, Pak," jawab Gibran lugas.
"Berapa lama kamu menatapnya?" tanya Ricky dingin.
"Selama anda menatapnya, Pak,"
"Apa? Beraninya kamu menatap Detaku!" teriak Ricky.
"Maaf, Pak," Gibran menunduk hormat.
"Sudahlah, tidak masalah. Memang siapapun yang melihatnya pasti tidak bisa melepaskan pandangannya." Seutas senyuman terlukis di sudut bibir Ricky.
Ricky kembali fokus pada setumpuk pekerjaan yang menunggunya di meja. Ia membaca berkas-berkas itu dengan teliti karena tak ingin ada kesalahan yang bisa merugikan perusahaan.
"Cih! Kapan pekerjaanku ini selesai? Minggu depan aku akan menikah. Aku tidak ingin hal-hal seperti ini mengganggu waktuku dengan Deta." umpat Ricky kesal.
Selama beberapa hari ini ia selalu lembur dan bekerja dengan sangat giat untuk menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum hari pernikahan tiba.
"Sedikit lagi, Pak, saya akan memastikan tidak ada hal yang akan mengganggu pernikahan anda." tutur Gibran. "Tapi, ada satu masalah, Pak." lanjutnya.
Ricky menghentikan aktivitasnya membaca surat kontrak yang sedang ia pelajari.
"Katakan!" perintah Ricky.
"Nona Mika ...," Gibran terdiam. "Dia sudah kembali ke kota ini." sambungnya lirih.
Gibran merasa kecewa dengan hasil kerjanya sendiri. "Maaf, Pak."
Sebenarnya Ricky sedikit kesal, namun ia mencoba untuk menahannya. Ia tahu wanita seperti apa Mika. Tentu saja tidak ada yang bisa menangani Mika kecuali dirinya sendiri dan Angga.
Ricky meletakkan penanya di atas meja. "Biarkan saja. Kita juga tak bisa menahannya terlalu lama disana. Hubungi Agent dimana Mika bernaung. Dan aku yakin kamu tahu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya." ucap Ricky tanpa menatap Gibran.
Tidak ada jawaban dari Gibran. Ia hanya mengangguk dan membungkuk hormat kemudian meninggalkan ruangan Ricky.
"Maaf, Mika, belum saatnya kamu untuk mengetahuinya." lirih Ricky.
***
__ADS_1
Deta belajar dengan sangat giat di kamarnya. Setelah di lamar oleh Ricky, ia tak lagi memiliki kegiatan.
Kebiasaan lamanya pun kembali, ia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar dan hanya berguling-guling di tempat tidur.
Waktu ujian yang semakin dekat membuat Deta semakin khawatir. Belum lagi memikirkan tentang pernikahan yang sudah didepan mata.
"Ah, bisakah aku kembali ke masa kecilku?" gumam Deta iri melihat Dania yang sedang bermain boneka.
Dania tiba-tiba menoleh dan tersenyum pada Deta dengan manisnya membuat Deta kembali bersemangat.
'Aku harap kamu tidak akan menemui kesulitan di masa depan, Dania.' Batin Deta.
Ia menutup bukunya dan menghampiri Dania. "Kamu sedang main apa, Dania?"
"Bermain tuan putri, ini pangeran dan ini tuan putri." jelas Dania seraya menunjukkan kedua boneka miliknya pada Deta.
Deta tersenyum. "Dania?"
"Iya, Kak?" jawab Dania tanpa menatap Deta.
"Apa kamu menyukai Kak Ricky?" tanya Deta hati-hati.
"Pangeran?" tanya Dania polos. Deta hanya mengangguk.
"Pangeran sangat baik, Dania suka." ungkap Dania.
Deta memaksakan senyumnya dan mengusap rambut Dania. 'Aku juga menyukainya.'
***
Saat Deta keluar dari kamarnya, ia melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumah.
Deta terus memperhatikan mobil tersebut hingga sang pengemudi keluar dari mobilnya.
"Mika?" teriak Deta saat melihat Mika yang keluar dari mobil itu.
Mika membuka kacamata hitam yang menyembunyikan matanya dan segera berjalan memasuki rumah Deta.
"Apa kabar, Mika?" tanya Deta seraya memeluk Mika.
"Aku baik. Bagaimana denganmu?" Mika melepaskan pelukannya.
"Aku -"
"Kurang baik!" sela Mika.
Mereka berdua pun terkekeh memahami maksud masing-masing.
"Ayo, masuk!" ucap Deta kemudian menggandeng tangan Mika untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Sepi sekali. Dimana semua keluargamu?" tanya Mika.
"Papa sudah bekerja, mama sedang berjualan dan adikku Dito sedang bersekolah." jelas Deta.
"Dania?" Mika mengedarkan pandangannya mencari sosok Dania.
"Dia ada di kamarku. Dania? Sini, Sayang." terik Deta memanggil Dania.
"Iya, Kak," teriak suara kecil Dania dari dalam kamar.
Dania berlari kecil dan langsung memeluk Deta. Mika terus memperhatikannya kemudian tersenyum.
"Hallo, Dania. Masih ingat padaku?" Mika berjongkok agar bisa menyamai tinggi Dania.
"Ingat. Tapi aku lupa nama Kakak." jawab Dania jujur.
"Namaku Mika, di ingat, ya!" lontar Mika yang di jawab anggukkan kepala oleh Dania.
"Ayo, kita jalan-jalan!" ajak Mika dan langsung di setujui oleh Dania.
"Ayo!!!" teriak Dania penuh semangat.
***
"Datanglah, jangan sampai menyesal!" Mika langsung memutuskan panggilannya setelah mengatakan hal itu pada seseorang di seberang panggilan.
Mika membawa Dania dan Deta ke sebuah pusat perbelanjaan. Ia berpikir untuk membelikan hadiah pernikahan untuk Ricky dan Deta.
Sebenarnya, Mika bingung harus memberikan hadiah apa karena Ricky sudah memiliki segalanya. Itulah sebabnya ia meminta Deta untuk memilih sendiri hadiahnya.
Mereka memasuki toko satu persatu, di mulai dari toko pakaian, alat kecantikan hingga toko perhiasan.
Dania terlihat sangat antusias, sehingga gadis kecil itu berlarian kesana kemari karena begitu bahagia.
"Hati-hati, Dania!" teriak Deta saat Dania berlari dan menubruk seseorang.
Deta segera berlari dan menghampiri Dania yang kini berada dalam gendongan pria yang di tabraknya tadi.
Deta sangat terkejut melihat pria itu yang kini menatapnya dengan raut wajah yang tak terbaca.
"Angga!" teriak Mika yang berdiri di belakang Deta.
Hallo semuanya🤗
Jadwal up kembali normal ya 🥳🥳🥳
Ini semua aku usahakan demi kalian lhoo karena aku sayang kalian semua 🤧🤧
Jadi tolong berikan dukungan padaku dengan mencetak jempol 👍 kalian sebelum membaca kelanjutan kisah cintanya Deta dan bang Ricky 🥰
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggal jejak 👣 kalian di kolom komentar ya 🙏
I❤U readers kesayangan kuhhh