Poros Jodoh

Poros Jodoh
BOM WAKTU


__ADS_3

Bayangan wajah Deta yang malu-malu sudah berkelebatan dalam pikiran Ricky, ia bahkan sudah membuat daftar panjang apa yang akan ia dan Deta lakukan setelah pernikahannya nanti.


"Sepertinya nona Deta benar-benar membangkitkan semangat anda, Pak," ucap Gibran tak tahan untuk menggoda Ricky.


Sejak berbicara dengan Deta di telepon, mood Ricky menjadi lebih baik. Ia mempercepat pekerjaannya dan tak lagi mengeluhkan beberapa hal yang tak berjalan sesuai rencana.


Garis bibir Ricky tak henti-henti menyunggingkan senyuman termanisnya sepanjang hari.


"Itu karena aku mencintainya," ungkap Ricky yakin.


Gibran tersenyum. "Saya tahu, Pak, tapi sudahkah anda mengatakannya?" tanyanya.


"Mengatakan apa?" Ricky balik bertanya dengan sedikit kerutan di keningnya.


"Mengatakan perasaan anda pada nona Deta. Seberapa besar anda mencintainya," jelas Gibran.


"Haruskah?"


"Jika anda juga ingin tahu perasaan nona Deta." saran Gibran.


***


Hari yang di nantikan pun tiba, acara pernikahan sang putra mahkota Sanjaya yang sangat di nantikan oleh banyak orang.


Para tamu undangan satu persatu mulai berdatangan, beberapa dari mereka mencoba untuk berbicara dengan Ricky. Namun, Gibran dengan tegas menolak mereka.


"Pak, bisakah anda berbicara sebentar dengan -" Ucapan Gibran terpotong karena tatapan tajam mata Ricky.


"Sudah kukatakan, aku tidak ingin berbicara dengan siapapun! Mereka semua membuatku semakin gugup," tutur Ricky yang sedang berdiri menghadap cermin.


"Tapi, Pak," Gibran mencoba menyampaikan sesuatu, tetapi Ricky terlalu bahagia hingga tak ingin ada hal yang merusak kebahagiaannya.


'Ya sudahlah, semoga tidak terjadi hal buruk.' Harap Gibran dengan cemas.


Di hari istimewanya, Ricky menggunakan setelan tuxedo hitam dengan kemeja putih khas mempelai pria. Tak lupa ia menyematkan dasi kupu-kupu di lehernya yang membuatnya semakin tampan.



Sekali lagi, ia mematut dirinya di depan cermin. 'Lumayan' nilainya pada diri sendiri.


"Ayo!" Ricky melangkah menuju tempat pernikahan yang berada di sebuah taman.


Ricky menciptakan sebuah pernikahan yang mewah dan meriah. Namun, tidak mengesampingkan keinginan Deta yang mengharapkan sebuah pernikahan yang sakral dan tenang.


Konsep garden party menjadi pilihan Ricky karena tidak terlalu mengundang banyak orang dan alam terbuka akan membuat perasaan Detanya menjadi lebih tenang.


Ricky menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Gibran sembari merapihkan kancing jasnya. "Apakah aku sudah terlihat tampan?" tanyanya dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


"Sempurna, Pak," jawab Gibran pasti.


"Semoga Deta berpikir seperti itu juga."


***


Di ruang ganti pengantin, Deta terus saja keluar masuk toilet. Waktu pernikahan segera tiba, tapi ia bahkan belum mengenakan gaun pengantinnya.


"Astaga!!! Ada apa dengan mempelai wanitanya?" keluh sang penata rias, ia berkali-kali melirik jam di tangannya.


"Maaf, Kak," lirih Deta merasa bersalah.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo cepat pakai gaunnya!" perintah sang penata rias yang langsung menyuruh asistennya memakaikan gaun pada Deta.


Beberapa menit kemudian Deta keluar dengan gaun pengantin yang terpasang sempurna di tubuhnya.


"Perfect." teriak sang penata rias.


"Tidak perfect!" sergah Deta. "Perutku mulas," lanjutnya, membuat sang penata rias langsung melotot.


***


Setelah melewati beberapa perdebatan dengan sang penata rias dan asistennya, Deta akhirnya di tinggalkan seorang diri di ruang ganti.


Ia meminta agar di beri waktu untuk sendiri dan menenangkan pikirannya.


"Tenanglah, Deta! Sebenarnya, apa yang kamu takutkan?" Deta mengepalkan tangannya.


Tiba-tiba suara tawa seseorang mengejutkan Deta, ia langsung menoleh ke arah pintu dan melihat Mika yang sedang berdiri di ambang pintu dengan balutan gaun pesta yang mencetak tubuhnya dengan sempurna.


Mika berjalan menghampiri Deta yang masih terlihat gugup. "Tidak ada yang perlu di takutkan." hibur Mika.


"Mika!!! Bukankah kamu sedang ada pekerjaan di luar negeri?" tanya Deta heran.


Mika menoleh ke kiri dan ke kanan untuk melihat keadaan, ia menempelkan satu jari telunjuknya di bibir.


"Tidak ada yang tahu aku sudah kembali, ini rahasia." bisik Mika.


Deta menatap Mika dengan raut wajah yang berubah-ubah, karena belum memahami apa yang sedang di maksud oleh Mika.


"Kenapa harus di rahasiakan?" tanya Deta.


"Entahlah, aku merasa ada yang dengan sengaja menahanku di sana." tutur Mika.


"Menahanmu?"


"Tidak, bukan itu." sanggah Deta.


"Lalu?"


Deta menatap pantulan wajahnya di cermin. "Aku merasa ada sesuatu yang salah dan aku takut hal itu akan meracuni hubunganku dengan pak Ricky." tutur Deta dengan mata yang sudah tergenang air mata.


"Jangan menangis! Nanti bedakmu luntur." Mika terkekeh, membuat Deta ikut tertawa dan melupakan kegusarannya.


***


Mempelai pria sudah duduk dengan sangat tegak karena merasakan ketegangan menunggu mempelai wanitanya datang.


Dibelakangnya, Nino dengan sangat puas mentertawakannya.


"Kamu seperti anak kecil yang akan di sunat. Hahaha ...."


"Diamlah!!! Nanti juga kamu akan merasakannya." bisik Ricky penuh penekanan.


"Jika kamu tidak sanggup meminangnya, aku yang akan menggantikanmu." lontar Angga yang tiba-tiba saja mendekat pada mereka berdua.


***


Waktu yang di tentukan sudah tiba, mempelai wanita di tuntun untuk keluar dan menemui calon suaminya.


"Pegang tanganku, aku akan mengantarkanmu menuju kebahagiaan." Mika mengulurkan tangannya, ia merasakan tangan Deta yang dingin dan berkeringat saat Deta menyentuh tangannya.

__ADS_1


Mereka berjalan langkah demi langkah menuju tempat pernikahan, dimana Ricky sudah berdiri untuk menanti kedatangan calon mempelainya.


Ketika mereka memasuki lokasi pernikahan, tepukan tangan mengiringi langkah kedua gadis itu.


Suara riuh itu langsung menarik perhatian Ricky, ia menoleh dan melihat Deta yang sangat cantik dengan balutan gaun pengantin pilihannya.


Terlalu terpesona dengan kecantikan Deta, Ricky tak memperhatikan siapa yang berada di samping Deta.


"Untuk apa ****** itu kemari? Bukankah dia sedang mengejar uang." ketus Nino, dan langsung menarik manik mata Ricky kepada sosok yang di maksud Nino.


'Bagaimana mungkin dia ada di sini?'


Ricky mengepalkan tangannya dan menatap Gibran yang berdiri di sebelahnya.


Lagi-lagi Gibran merasa kecewa pada dirinya, ia hanya menunduk tak berani menatap mata Ricky yang di liputi kemarahan.


Ricky kembali menatap Deta yang sedang tersenyum ke arahnya. 'Aku tak ingin kehilangan dirinya!'


'Semoga takdir berpihak padaku.' Harap Ricky.


Tiba-tiba saja langkah kaki Mika terhenti, tatapan matanya tertuju pada sosok yang sedang duduk bersebelahan dengan penghulu.


"Ada apa, Mika?" Deta menyentuh tangan Mika yang bergetar.


"Ke- Kenapa pria itu... ada disini?" Dengan susah payah Mika mengeluarkan setiap kata dari mulutnya.


Deta mengikuti arah pandangan Mika yang ternyata tertuju pada pak Danang.


"Itu ayahku." jelas Deta dengan bangga.


Manik mata Mika langsung beralih menatap Deta. Nafasnya mulai tersengal-sengal karena kemarahan telah memenuhi rongga dadanya.


Dengan kasar ia melepaskan tangan Deta dan berjalan dengan sangat cepat meninggalkan Deta yang masih terpaku dengan perubahan sikapnya yang mendadak seperti itu.


PLAAAKK!!!


Satu tamparan mendarat di pipi Ricky. Semua orang termasuk Deta terkejut melihat apa yang di lakukan Mika.


"Hei, apa-apaan ini!!!" teriak Nino, ia menahan tangan Mika yang baru saja menampar wajah Ricky.


"Jadi kamu sudah tahu semuanya? Hah?" Mika berteriak dan menarik jas Ricky.


Ricky hanya terdiam dan memalingkan wajahnya ke arah Deta, ia takut semua ini akan menyakitinya.


"Itu sebabnya kamu menghalangiku untuk datang hari ini. Karena kamu ingin menyembunyikan kebenarannya dariku, kan?"


Deta dan semua orang yang ada di sana masih diam mematung di tempatnya, pikiran mereka masih menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.


"Brengsek kamu, Ky!!! Jadi itu sebabnya kamu sangat menyayangi Dania." lontar Mika yang semakin membuat semua orang penasaran.


Pak Danang dan Deta tersentak mendengar nama Dania di sebut.


"Karena dia putrinya kak Anika, kan?" Mika menyeringai setelah menghapus air matanya.


Anika???


Hallo semuanya🤗


Semoga kalian suka ceritanya Deta sama bang Ricky yang manis, asem, asin, rame rasanya 🤭🥰

__ADS_1


Jangan lupa jempol👍 dulu sebelum membaca dan juga tinggalkan jejak 👣 kalian di kolom komentar dan vote juga ya sebagai bentuk dukungan kalian terhadap author 😘


I ❤ U readers kesayangan kuhh


__ADS_2