Poros Jodoh

Poros Jodoh
TERPESONA


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Deta sudah bangun dari tidurnya atau lebih tepatnya ia tidak bisa tidur semalaman.


Terlalu banyak pemikiran yang saling bertabrakan di dalam kepala Deta.


Bagaimana ia akan menjalani hidupnya setelah menikah dengan seorang pria muda tampan dan kaya.


Bisakah ia menjadi istri dan menantu yang sesuai untuk keluarga sekelas keluarga Sanjaya.


Dan belum lagi Dania, bagaimana nasib anak malang itu nantinya. Walaupun Ricky mengatakan bahwa Dania akan ikut bersama mereka, tapi Deta tetap merasa khawatir.


Identitas Dania yang selama ini selalu ia tutupi di depan Ricky. Bagaimana kalau pria itu mengetahui semuanya.


Saat pikirannya sedang kalut dan tak karuan, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.


Deta segera berdiri dan membukakan pintu. Ternyata, Dito yang sedang berdiri di ambang pintu dan membawa sebuah kotak yang cukup besar di tangannya.


"Apa itu, Dek?" tanya Deta penasaran.


"Untuk Kakak," Dito menyerahkan kotak tersebut kepada Deta.


"Siapa yang mengirimnya?" Deta memeriksa seluruh sudut kotak untuk menemukan petunjuk.


"Tidak tahu. Coba buka saja!" saran Dito seraya berlalu.


Deta membawa masuk kotak itu dan meletakkannya di atas tempat tidur. Kemudian ia pun menyusul, memanjakan tubuhnya untuk sejenak.


'Siapa yang mengirimnya, ya?' Pikir Deta.


Di pandanginya kotak tersebut. "Tidak mungkin berisi bahan peledak, kan?" gumamnya pada diri sendiri.


Deta merubah posisinya menjadi duduk di tepi tempat tidur dan perlahan mulai membuka kotaknya.


Sebuah gaun berwarna kuning sudah terlipat rapih di dalam kotak bersama sebuah sepatu berwarna senada yang menanti untuk di pakai oleh Deta.


Deta mengeluarkan gaun dan juga sepatunya. "Cantik sekali." ungkapnya antusias.


Gaun yang di desain sesuai dengan karakter Deta yang sederhana, tidak rumit, dan manis. Benar-benar menampakkan karakter seorang Deta Riady.


Deta beringsut ke depan cermin dan mencocokkan gaun itu dengan dirinya. "Tidak buruk," ucap Deta pada pantulan wajahnya di cermin.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Deta berdering, ia segera meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Deta!!! " teriak seseorang di seberang panggilan.


Seketika Deta menjauhkan ponselnya dari telinga dan mengusap telinganya yang berdengung.


"Maaf, kamu siapa, ya?" tanya Deta bingung.


"Astaga! Aku Mika."


"Oh, ada apa Mika?"


"Aku mengirimkan sesuatu untukmu. Apa kamu sudah menerimanya?"


Deta menatap gaun dan sepatu yang kini terhampar di atas tempat tidur.


"Gaun dan sepatu?" tanya Deta untuk memastikan.


"Benar sekali. Apa kamu menyukainya? Maaf aku tidak bisa datang pada acara hari ini,"


"Tidak masalah, Mika." Deta tersenyum agar Mika kembali ceria. Ia lupa jika mereka sedang berbicara melalui telepon.


"Aku usahakan."


***


"Ma ... jas Ricky dimana?" teriak Ricky dari dalam kamarnya.


"Tentunya di sana, Sayang ...," jawab bu Rika yang entah sedang berada dimana karena hanya suaranya saja yang terdengar.


"Detaku sayang, dimana kamu meletakkannya? Kamu menyimpannya terlalu rapih hingga aku kesulitan mencarinya." gerutu Ricky.


Ricky ingin sekali menarik perhatian Deta, ia ingin terlihat tampan dan menawan di hadapan pujaan hatinya beserta keluarga besarnya.


"Tidak mungkin aku hanya mengenakan kemeja hitam ini saja. Seperti sedang berkabung saja." gumam Ricky.


Ricky masih terus mencari apa yang ingin ia kenakan agar dirinya terlihat sempurna di mata Deta.


"Aku menemukanmu." Ricky mengambil sebuah jas berwarna abu-abu yang membuatnya terkesan sedikit formal.

__ADS_1


'Bersiaplah untuk terpesona padaku, Detaku sayang.'


***


Siang harinya, keluarga Sanjaya beserta rombongan tiba di rumah keluarga Riady.


Penyambutan ala kadarnya pun di siapkan oleh bu Sarah dengan apa adanya. Tak ada perayaan mewah atau sesuatu yang berlebihan. Sesuai dengan permintaan Deta.


"Buat yang sederhana saja, Ma, tidak perlu berpura-pura kaya. Mereka harus tahu keadaan kita yang sebenarnya."


Jadilah sebuah acara lamaran yang sangat sederhana sesuai keinginan Deta.


Begitu memasuki rumah, pandangan mata Ricky menyapu ruangan untuk mencari sosok Deta yang selalu membuatnya merasa gelisah.


Hingga suara langkah kaki terdengar dari arah belakang rumah dan menunjukkan sosok Deta dengan balutan gaun berwarna kuning yang dikirimkan oleh Mika.


Deta membiarkan rambutnya terurai namun ia menumpuknya hanya pada satu sisi, sehingga sisi yang lain menampakkan kulit lehernya yang putih bersih.


Polesan make-up yang natural terlihat sangat sesuai dengan wajah Deta, membuatnya terlihat semakin cantik dan elegan.


Melihat penampilan Deta yang seperti itu membuat Ricky terpesona, ia bahkan tidak mengedipkan matanya. Hanya senyuman yang tak bisa lepas dari wajahnya.


'Sial!!! Kenapa jadi aku yang terpesona padanya?'



Beginilah penampilan Deta yang membuat bang Ricky terpesona.



Hallo semuanya 🤗


Mohon maaf karena jadwal upnya kembali amburadul 🙏 Tapi aku tetap berusaha untuk up setiap hari 💪


Semoga kalian masih stay disini ya😘


Jangan lupa jempol 👍 dulu sebelum membaca dan tinggalkan jejak 👣 kalian di kolom komentar 😊


Satu lagi yang paling penting dan aku harapkan... Vote dari kalian 😁 pleaseee....

__ADS_1


I❤U readers kesayangan kuhhh


__ADS_2