Poros Jodoh

Poros Jodoh
TUAN AMBURADUL


__ADS_3

Hari itu Deta sangat bersemangat saat pergi bekerja. Ia tidak tahu bahwa Ricky sudah menyiapkan "kejutan" untuknya.


Sampai saat Deta memasuki kamar tidur Ricky. Betapa terkejutnya Deta melihat kondisi kamar itu.


'Apakah ada gempa bumi lokal di kamar ini???'


Seluruh kamar sangat berantakan. Baju-baju berserakan di lantai. Beberapa kertas bertebaran hampir di seluruh ruangan. Meja kerja yang sebelumnya di rapihkan Deta kini menjadi kacau balau.


Yang paling mengherankan bagi Deta adalah saat ia melihat tempat tidur Ricky.


'Kenapa seprainya berbentuk bola seperti itu? Dan dimana selimut dan semua bantalnya???'


"Sabar, Deta. Tenang... tenang... tarik nafas!" Deta mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Deta menggulung rambut panjangnya dan mengikatnya di atas kepala.


Dengan telaten Deta membersihkan setiap sudut ruangan yang terkena gempa bumi itu.


Meja kerja di rapihkan seperti sebelumnya, seprai dan semua teman-temannya yang ternyata terselip atau mungkin sebenarnya di sembunyikan oleh Ricky di bawah tempat tidur. Sudah terpasang seperti seharusnya.


Beralih ke lantai, dengan sabar Deta memunguti pakaian yang berserakan di lantai dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor.


Saat merapihkan pakaian, Deta melihat ada kaus yang terselip di pintu almari. Tapi saat Deta mencoba menariknya, pintu almari terbuka. Dan tiba-tiba saja pakaian berjatuhan menimpa Deta.


'Aaaarrrrrrggghhhh!!!!'


Rasanya Deta ingin menjerit, tapi ia tahu posisinya di sana hanyalah seorang pelayan.


***


Bu Rika memasuki rumahnya dan mendapati Deta masih di sana.


"Kamu masih di sini, Ta?" Bu Rika meletakkan tasnya di atas meja makan.


Deta yang sedang mencuci piring segera mengelap tangannya dan menghampiri bu Rika.


"Iya , Bu. Ini sudah selesai, Bu." Deta meraih tangan bu Rika dan menciumnya.


"Ya sudah, kamu pulang saja. Ini sudah sore kamu harus istirahat." ucap Bu Rika seraya mengusap bahu Deta yang sudah terlihat kelelahan.


"Baik, Bu."


***


Saat menjelang makan malam, Ricky baru sampai di rumahnya. Sebenarnya itu sudah termasuk cepat bagi Ricky karena biasanya ia akan pulang saat larut malam.


Ricky melihat ibunya sedang menyiapkan makan malam di ruang makan.


"Mama sendiri?" tanya Ricky mencoba mencari tahu keberadaan Deta.


"Iya, Sayang, seperti biasa."


"Oh,"


'Berarti gadis OCD itu sudah pulang? Aku sudah pulang cepat agar bisa bertemu dia, tapi ternyata dia sudah pulang.


Apa " kejutanku" masih kurang???'


"Kenapa melamun, Sayang? Cepat mandi lalu kita makan malam, sebentar lagi papa pulang." Ucapan bu Rika menyadarkan Ricky dari lamunannya.

__ADS_1


"Siap, Ibu ratu." Ricky memberi hormat kepada ibunya yang di balas senyuman hangat oleh bu Rika.


***


'Ya ampun, gadis itu benar - benar luar biasa!!!'


Pandangan mata Ricky berkeliling mengamati kamar tidurnya yang sudah rapih seperti sebelum ia membuat "kejutan".


Ricky segera menghampiri meja kerjanya. Mencari-cari sesuatu di sana. Namun, ia tak menemukan apa yang ia cari.


"Apa dia tidak meninggalkan surat kali ini?" Ricky bergumam dan tersirat sedikit kekecewaan dalam kata-katanya.


"Ahh, sudahlah. Aku terlalu konyol membuat "kejutan" untuknya. Lebih baik aku berendam."


Ricky menuju almari nya untuk mengambil kaus dan handuk. Namun, saat membuka almari nya lagi-lagi ia tersenyum melihat pakaian yang tersusun rapih masih tetap berdasarkan warna.


Padahal sebelumnya ia sudah membuatnya sangat berantakan, tapi saat ini semuanya sudah sangat rapih.


Ketika akan mengambil kaus, Ricky mengerutkan keningnya karena dia melihat ada dua tumpukan pakaian. Tumpukan pertama yang terdiri dari kaus oblong, celana pendek dan dalaman miliknya.


Melihat hal itu wajah Ricky langsung memerah. Tapi ia segera memeriksa tumpukan yang kedua yaitu pakaian kerjanya lengkap dengan sapu tangan dan kaus kaki.


'Apa yang dia lakukan kali ini???'


Ricky menggeleng-gelengkan kepala. "*W*hat ever".Namun ia tetap mengambil pakaian yang sudah di siapkan Deta.


Saat ia mengambil pakaiannya, sebuah kertas terjatuh di lantai.


Ricky mengambilnya dan memeriksa kertas apa itu. "Ini yang aku cari," gumamnya.


Selamat malam, Pak.


Maaf, pak. Sepertinya anda kesulitan untuk mengambil pakaian anda.


"Siapa bilang?"


Karena pakaian anda sangat berantakan.


"Aku sengaja melakukannya," Ricky tersenyum puas.


Jadi saya berpikir untuk menyiapkan pakaian anda agar lebih memudahkan anda. Deta


"Katakan saja kalau kamu tidak ingin aku membuat "kejutan" untukmu, kan?" Ricky berbicara pada surat yang ia pegang seolah itu adalah Deta. Gadis yang membuatnya sangat penasaran.


"Aku akan menambah "kejutanku" besok, agar kita bisa segera bertemu."


***


Benar saja, keesokan harinya. Deta mendapati keadaan kamar Ricky sama seperti kemarin.


'Apakah benar - benar ada gempa bumi lokal di dalam kamar ini???'


"Sudahlah, Deta. Cepat selesaikan pekerjaanmu dan pulang lebih cepat hari ini!!!"


Deta mengepalkan tangannya ke udara. Kebiasaan yang ia lakukan saat dirinya merasa lelah.


Di bersihkannya kamar tidur Ricky seperti kemarin. Namun, begitu Deta merapihkan pakaian ia melihat kertas terselip di sana.


Ternyata itu adalah "surat balasan" dari Ricky.

__ADS_1


Hallo, Deta.


Deta terus membaca suratnya sampai akhir, tidak seperti Ricky yang akan menjawab semua tulisan Deta.


Aku berterima kasih atas kebaikanmu.


Tapi kamu melupakan pakaian dalamku untuk ku pakai pagi ini. Jadi dengan terpaksa aku harus mencarinya sendiri.


Kini giliran wajah Deta yang bersemu merah. Karena pakaian dalam. Deta merasa malu, harusnya dia memang tidak perlu menyiapkan pakaian dalam kemarin.


***


Ricky berjalan tergesa-gesa. Ia ingin segera sampai di rumah untuk melihat sosok Deta yang membuatnya sangat penasaran.


Tapi nasib belum berada di pihaknya, meskipun ia sudah mencoba menahan Deta agar lebih lama berada di rumahnya dengan membuat "kejutan" selama dua hari ini.


Saat sampai di rumah, Ricky langsung masuk ke kamarnya dan melihat kamarnya sudah rapih kembali.


Ia berjalan ke dapur dan tidak menemukan siapapun. Ricky berkeliling mencari-cari sosok asing yang dia harapkan.


"Ricky? Ricky?" Suara bu Rika terdengar memanggil Ricky.


Ricky segera menghampiri ibunya. "Iya, Ma."


"Kamu pulang cepat lagi, Sayang?"


"Iya, Ma, pekerjaannya tidak terlalu banyak." Ricky berbohong.


Sebenarnya sudah dua hari ini dia selalu membawa pulang pekerjaannya agar bisa pulang cepat. Demi untuk menghilangkan rasa penasarannya terhadap sosok Deta.


"Baguslah," Bu Rika tersenyum bahagia.


"Mama sendiri di rumah?" selidik Ricky.


"Iya,"


"Papa?"


"Belum pulang, Sayang."


"Emmm ... Deta?"


"Baru saja pulang sekitar sepuluh menit yang lalu."


***


Sepuluh menit yang lalu...


Ricky berjalan tergesa-gesa menuju rumahnya. Tanpa ia sadari, ia berpapasan dengan seorang gadis.


Gadis itu terus berjalan menunduk dan menggumamkan kata-kata yang sama dengan suara yang samar-samar dapat di dengar Ricky.


"Dasar tuan Amburadul!!!"


Hallo semuanya πŸ₯°


Selamat menikmati kekonyolan Ricky dan Deta πŸ€—


Jangan lupa tinggalkan jejak πŸ‘£ kalian ya berupa like πŸ‘, comment, rate dan juga vote😘

__ADS_1


__ADS_2