Poros Jodoh

Poros Jodoh
SALAH PAHAM


__ADS_3

Aku memang bodoh!!!


Deta terus saja memaki dirinya sendiri di depan cermin. Sejak perdebatan nya dengan Ricky pagi ini, ia merasa kalau sebenarnya Ricky hanya bermain-main dengannya.


"Kenapa kamu mudah di perdaya olehnya, Deta? hahh??? Kamu bahkan menyerahkan bibir berhargamu padanya!!!" Di tunjuk nya bayangan dirinya di cermin seolah sedang memarahi orang lain.


Selama ini, Deta berpikir bahwa ia hanya sekedar mengagumi Ricky saja. Citra baik yang melekat pada diri pria itu membuat Deta terpesona. Namun ia cukup tahu diri dan tidak pernah berangan untuk bersanding dengannya.


Tapi ternyata, hatinya sendiri telah mengkhianatinya. Dengan lancang nya memberi tempat bagi Ricky untuk menetap di sana.


Andai Deta bisa memutar waktu, ia akan mengikat kakinya dibumi sehingga ia tak bisa melambung tinggi yang akan membuat nya hancur begitu terjatuh.


"Kembalilah, Deta!!! Kembalilah ke duniamu!!!" Deta membasuh wajahnya berulang-ulang untuk mengembalikan kesadarannya.


Pantulan wajahnya di cermin kini semakin tak karuan. Wajah yang masih basah bahkan masih menetes air di dagunya. Rambut yang sudah berantakan, di tambah matanya yang memerah karena menahan air mata.


Deta terus bertatapan dengan dirinya sendiri di cermin. Hingga tak kuasa lagi menahan air mata yang terus merangsek keluar.


Deta menyeka air matanya.


"Baiklah, Ricky Sanjaya. Ini keinginanmu. Aku akan mengubur semua hal semu yang kamu berikan. Jangan pernah berharap kamu bisa menemukannya lagi."


***


PLAAAKKK!!!


Untuk pertama kalinya Pak Firman menampar putra kesayangannya.

__ADS_1


Ricky menatap ayahnya yang masih terdiam dengan raut wajah yang sulit di terka.


Sudut bibir Ricky terasa perih hingga ia tanpa sadar menyentuh nya dan meninggalkan setitik noda darah di jarinya.


Saat ini Ricky berada di ruang kerja ayahnya. Ruangan dimana semua hal serius akan di bahas.


Ketika Pak Firman memintanya untuk mengikutinya ke ruang kerjanya, Ricky sudah tahu jika ia akan berhadapan dengan sosok Firman Sanjaya yang sebenarnya.


Tapi sungguh ia tak menyangka akan mendapatkan sebuah tamparan dari ayahnya.


"Sejak kapan kamu menjadi seorang pria yang pengecut?" Pak Firman menunjuk wajah Ricky tepat di hadapannya.


"Apa maksud papa?" Ricky menaikkan sebelah alisnya.


Melihat reaksi Ricky seperti itu membuat Pak Firman merasa seperti sedang bercermin.


"Pa, tolong bicara yang jelas! Ricky tidak mengerti maksud ucapan papa."


"Tidak mungkin kan aku mengatakannya secara rinci?" Gumam Pak Firman yang merasa salah tingkah karena di perhatikan oleh putranya.


"Duduklah! Mari kita bicara sebagai seorang pria." pinta Pak Firman.


Ricky menuruti keinginan ayahnya. Kemudian duduk di sofa yang bersebrangan dengan ayahnya.


"Deta itu gadis yang baik. Jangan menjadikan dia sebagai mainan sesaat saja! Kamu juga tahu kan? Mama sangat menyayangi gadis itu." Pak Firman menatap foto istrinya yang terpasang sempurna di dinding ruang kerjanya.


"Aku benar-benar tidak mengerti maksud papa."

__ADS_1


Pak Firman menarik nafas dalam dan mencoba memilah kata yang tepat untuk menegur perilaku putranya itu.


"Bukankah kemarin malam kalian menghabiskan malam berdua di kamar hotel?" Pak Firman bertanya dengan hati-hati.


"Benar." Jawab Ricky ragu.


Tiba-tiba Pak Firman berdiri dan terlihat sangat marah.


"Karena sudah merenggut kehormatannya dan mendapatkan apa yang kamu inginkan. Maka kamu memutuskan untuk memikirkan kembali pernikahanmu dengan gadis malang itu. Kamu mengecewakan papa, boy. "


Ricky masih terduduk dan terus memandangi wajah ayahnya yang di penuhi amarah. Ia terlalu terkejut hingga tak satu pun kata keluar dari mulutnya.


"Ya ampuuuunnnn...." Bu Rika berdiri di ambang pintu dan menutupi mulutnya yang menganga karena terkejut.


Tiba-tiba...


GEDEBUG!!!


Tubuh Bu Rika sudah terbaring di lantai.


***


Hayooo lhooo bang Ricky jadi tersudut gitu. Jadinya gimana ya🤔


Hallo semuanya🤗


Semoga kalian masih suka dan stay di sini ya 🥰

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 kalian ...


__ADS_2