
Suasana taman bermain begitu ramai hari ini. Ada banyak anak-anak berlarian kesana kemari, membuat Deta khawatir akan keselamatan Rayyan.
"Rayyan, jangan berlari!" teriak Deta, ia berlari untuk menyusul Rayyan yang sudah berlari kegirangan.
Anak seusia Rayyan begitu aktif, ia akan berlari setiap kali melihat hal yang baru saja ia temui. Seperti hari ini, anak tampan itu baru saja masuk ke taman bermain dan melihat sekumpulan anak-anak yang sedang makan gula-gula kapas.
"Hello, can i know what do you eat? (Bolehkah aku tahu apa yang kalian makan)?" tanya Rayyan, matanya berbinar menatap makanan aneh yang ada di depannya.
Anak-anak itu saling menatap karena tidak mengerti apa yang di ucapkan Rayyan. Mereka tidak tahu harus menjawab apa hingga seorang gadis kecil datang dan membantu mereka.
"Dia bertanya, apa yang kalian makan?" jelas gadis kecil itu, ia sangat pemberani dan wajahnya juga cantik.
"Oh, ini arum manis. Kau mau?" Seorang anak menyodorkan gula-gula kapas yang berada di tangannya kepada Rayyan.
Rayyan menatap makanan yang menurutnya aneh. "Is it delicious? (apa ini lezat)?"
Gadis kecil itu mengerutkan dahinya, matanya terus memandangi Rayyan dari atas ke bawah.
'Apa dia bule? Tapi wajahnya tidak bule.' batin gadis kecil itu. "Apa kamu tidak bisa berbicara dalam bahasa kami?" tanyanya.
Manik mata Rayyan langsung terfokus pada gadis kecil itu. "Aku bisa."
"Jika kamu bisa berbicara dalam bahasa kami, kenapa kamu menyusahkan mereka dengan berbicara dalam bahasa asing? Dasar sombong!" bentak gadis kecil itu, sorot matanya begitu menakutkan ketika berjalan melewati Rayyan.
BUG...
Tubuh gadis kecil itu menabrak Deta yang sedang berlari untuk menyusul Rayyan. Tabrakan yang cukup keras hingga membuat tubuh kecil itu sedikit terhempas dan duduk di tanah.
Deta yang merasa bersalah, langsung berjongkok dan mengulurkan tangannya untuk membantu gadis kecil itu berdiri. "Maafkan aku, Cantik, aku tidak melihatmu."
"Tidak masalah, Aunty." Gadis itu bangkit dan mengusap bokongnya agar tidak terlihat kotor. "Baiklah, sampai juga lagi, Aunty," ucapnya, kemudian berjalan menjauhi Deta.
Dari kejauhan Deta melihat seorang gadis kecil yang memiliki wajah yang sama dengan gadis kecil tadi sedang melambaikan tangannya dan berteriak, "Cepatlah, Kay!"
***
"Uncle, dimana Kayla! Kenapa lama sekali? Apa dia tersesat?" Nayla terlihat mengkhawatirkan kembarannya.
Sesaat sebelumnya, Kayla meminta izin kepada Ricky untuk pergi ke toilet. Namun, hingga kini gadis kecil itu belum kembali juga.
"Kayla gadis yang pintar. Dia tidak akan tersesat karena dia akan membaca setiap petunjuk yang ada." ucap Ricky, mencoba menenangkan Nayla.
Walaupun Ricky bersikap tenang, sebenarnya ia juga takut jika terjadi sesuatu kepada keponakannya. Akhirnya Ricky memutuskan untuk mencari Kayla dan menemukan gadis kecil itu sedang berbicara dengan seorang wanita. Namun sayang, Ricky tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas karena jarak mereka yang cukup jauh dan wanita itu juga langsung berbalik setelah kepergian Kayla.
__ADS_1
"Cepatlah, Kay!" teriak Nayla, ia melambaikan tangannya ke arah Kayla yang langsung datang menghampirinya.
***
Bermain di taman bermain itu sangat menyenangkan hingga membuat lupa waktu. Seperti yang di alami oleh Deta dan keluarga kecilnya, juga Ricky dan keponakan kembarnya. Mereka semua lupa waktu dan tak menyadari jika hari sudah beranjak petang.
"Daddy, aku lapal." ucap Rayyan, ia mengelus-elus perutnya yang mulai berdendang.
"Ada apa denganmu, Darling? Kenapa kamu tidak berbicara seperti biasanya?" tanya Angga, ia merasa bingung dengan perubahan tiba-tiba putranya.
"Nothing, Daddy. Aku hanya ingin belajal agal smalt." jawab Rayyan, cara bicaranya masih terbata.
Deta yang memperhatikan interaksi antara Rayyan dan Angga pun akhirnya ikut bicara. "Not smart, Darling, but pintar."
Rayyan menggoyang-goyangkan jari telunjuknya di hadapan Deta. "Yes, Mommy, pintal."
Mereka bertiga tertawa dan melupakan jika mereka sedang berada di tempat ramai dan menjadi pusat perhatian. Deta juga tak menyadari jika ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak-geriknya sejak tadi.
"Kalau begitu, ayo kita makan!" seru Angga, ia berjalan menuju restoran yang ada di dalam taman bermain.
Setelah memesan makanan, Deta kembali merasakan perih di antara kakinya. "Ga, aku ingin ke toilet sebentar."
Tanpa menunggu persetujuan Angga, Deta langsung melangkah menuju toilet. Tanpa di sadari olehnya, seseorang baru saja menyusulnya masuk ke dalam toilet.
Karena merasa tidak nyaman dengan apa yang di lakukan Ricky, Deta pun melawan dan melepaskan paksa tangan Ricky yang melingkar di pinggangnya.
"Lepaskan aku! Tidak pantas seorang pria berada di dalam toilet wanita." bentak Deta, wajahnya sudah memerah karena marah.
Meski berat, tapi Ricky tetap menuruti keinginan Deta karena ia tak ingin Deta semakin jauh darinya. "Baiklah akan aku lepaskan, tapi berjanjilah kamu tidak akan lari lagi!"
"Tergantung kepada yang menggantung." lontar Deta, ia berusaha melarikan diri ketika Ricky lengah karena memikirkan ucapannya.
Sayang sekali, baru beberapa langkah berjalan Deta sudah merasakan sakit di area pribadinya lagi. Ia berusaha berjalan meskipun harus terseok-seok.
"Apa masih sakit, Sayang?" tanya Ricky, ia menatap punggung Deta yang membelakanginya.
"Tidak!"
Jawaban singkat Deta membuat Ricky yakin jika wanita itu tidak baik-baik saja. Ricky sadar betul, jika yang telah ia lakukan kemarin malam berdampak besar pada Deta dan juga tubuhnya. Oleh sebab itu, Ricky merasa harus bertanggung jawab untuk mengobati Deta dan menghilangkan rasa sakitnya.
Tanpa ragu lagi, Ricky langsung mengangkat tubuh Deta meski wanita itu meronta dalam dekapannya. "Lepaskan aku, Tuan Sanjaya!"
Ricky tidak memperdulikan ucapan dan pukulan Deta, ia tetap berjalan dan keluar dari toilet dengan di iringi tatapan sinis beberapa pengunjung di taman bermain itu.
__ADS_1
"Sepertinya anda salah mengenali istriku, Tuan." Seorang pria memegang bahu Ricky dan mencengkramnya dengan kuat.
Ricky segera berbalik untuk melihat siapa yang telah berani mengganggu kebersamaannya dengan Deta. Ternyata, Angga sudah berdiri disana dengan Rayyan yang sedang menatap Deta dengan bingung.
'Oh, tidak! Apa yang harus ku katakan pada Rayyan?' batin Deta. "Turunkan aku, Pak!" sergah Deta yang langsung di turuti oleh Ricky.
"Mommy?" Rayyan menatap polos wajah Deta yang memerah karena malu.
"Ah, Tuan Pratama. Aku pikir dia adalah wanitaku, itu sebabnya aku berniat untuk membawanya menuju pelaminan." sinis Ricky, matanya tak lepas dari sosok Deta yang sedang mengusap lembut kepala Rayyan.
Mendengar ucapan Ricky membuat Angga naik pitam, tangannya mengepal menahan emosi. Jika Rayyan tidak di sini, ia pasti sudah melayangkan pukulannya di wajah Ricky.
"Apa dia putramu?" tanya Ricky, setelah cukup lama memperhatikan Rayyan.
Deta menoleh dan hendak menjawab. Namun, Angga lebih dulu menyelanya. "Benar. Dia adalah Rayyan Pratama."
Hallo semuanya π€
Author amburadul kembali menyapa kalian π Disini author mau minta waktu dan kesediaan kalian untuk menjawab pertanyaan author dan author menunggu jawaban kalian semua di kolom komentar 'ya π
Jadwal up POROS JODOH ini sudah author rubah menjadi satu minggu sekali yaitu setiap hari Kamis pukul 00:00, tapi untuk jumlah bab yang akan di up author masih belum bisa memastikan π Author usahakan paling sedikit 3 bab perminggu.
Thor, kenapa sih kok upnya jadi mingguan gak kaya di awal up setiap hari?
Jadi begini readers kesayangan kuhh, belakangan ini author punya amanah baru yang harus author jalankan dan sedikitnya menyita waktu author π Author berpikir, daripada author timbul tenggelam dan php in para readers dengan tidak jelasnya kapan author bisa up. Maka author putuskan untuk up mingguan agar jadwalnya lebih teratur π
Sekarang, author mau tanya nih sama readers kesayangan author semua π
Lebih suka up mingguan atau harian? Mingguan up 3 bab perminggu tapi kalau harian waktu upnya amburadul kaya author ππ
Tolong di jawab ya readers kesayangan kuhh π untuk para silent readers di mohon kesediaannya untuk muncul ke permukaan dan menggunakan hak pilih kalian π€
Sebelumnya author mau mengucapkan terima kasih banyak untuk para readers atas mood booster yang selalu di berikan untuk author baik berupa like, komentar, dan juga votenya π semua itu sangat berharga bagi author amburadul kesayangan kalian iniπ
Author juga mau berterimakasih kepada para kakak-kakak author kece yang sudah memberikan dukungannya untuk karya amburadul author π Dan untuk para silent readers kesayangan author, terima kasih telah mencintai author dalam diam π€π Semua itu sangat sangat berharga untuk author π (Ya ampun Thor, pidatonya udah kaya pemilihan rt aja π€£)
Ya sudahlah, author gak mau bicara panjang lebar (padahal udah luas banget itu ngomongπ€) , intinya author menunggu jawaban dari para readers kesayangan kuhh π€ Dan sambil menunggu jadwal up berikutnya, author akan nunggu kalian di novel author yang lain π
Jangan lupa di tap jempolnya π dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar πsertakan votenya juga ya π sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini π
I β€ U readers kesayangan kuhh
__ADS_1