PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Kado Terindah


__ADS_3

Sejak keluar dari rumah sakit mami Arini belum mengizinkan putra dan menantunya kembali ke rumah mereka mengingat kejadian terahir yang menimpa mereka bahkan kejadian terburuk hampir saja terjadi pada rumah tangga mereka yaitu perceraian.


Tama benar benar sudah menata hidupnya dia bersemangat untuk sembuh bahkan pekerjaan kantor yang dia tinggalkan sejak masalah rumah tangga menderanya pun sudah mulai dia kerjakan, hampir tiap hari Izal datang kerumah untuk mengantarkan pekerjaan itu.


Laras masih belum mau sekamar dengan Tama, mengingat Tama selalu mesum jika berdekatan denganya sedangkan dia harus menjaga kandunganya yang masih muda, Laras beruntung Tama belum mencurigai nya, Tama hanya merasa bahwa Laras masih belum puas menghukum nya, dengan lapang dada Tama pun menerima keputusan Laras yang masih belum mau sekamar denganya.


Malam itu mami Arini mengundang seluruh keluarga besarnya untuk makan malam dirumah, Ini adalah permintaan Laras untuk merayakan kembalinya Zia, perayaan ulang tahun Tama serta wujud syukurnya atas kesembuhan suaminya, tak lupa juga dia bersyukur untuk rumah tangganya yang kembali baik baik saja seperti semula.


Keisengan Aldo kembali hadir ketika Laras turun dari tangga menggunakan gaun berwarna merah marun yang sangat cantik dengan rambut yang diurai dileher jenjang nya Laras menggunakan kalung berleontin berlian yang dikasih om Robin diulang tahunya bulan lalu, sungguh terlihat manis disana, mata Tama tak bisa berkedip ketika melihat kehadiran istrinya.


"Mata dikondisikan." bisik Aldo menyenggol lengan abangnya.


"Apaan sih ih." balas Tama matanya masih tertuju pada istrinya, mami Arini yang melihat putra nya bertingkah seperti anak baru gede yang baru merasakan jatuh cinta itu pun tersenyum dan memberi tahu suaminya.


"Biarkan aja mi, biar kapok biar ga galak galak lagi jadi orang." ucap papi Bram.


"Papi bener, syukurin Laras belum mau rujuk." ucap mami Arini.


"Kasihan juga tapi ya mi, ahhh biarkan saja mi yang penting mereka sudah baikan demi cucu kita." jawab Pak Bram, mereka belum ada yang tau jika talak Tama gugur karena ketika Tama mengucapkan itu ternyata Laras sudah mengandung.


Para undangan bergantian menjabat tangan Tama dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya, beberapa kado dia terima dan yang paling membuat mereka tercengang adalah om Robin memberikan kado rumah baru untuk Laras dan Tama tentu saja itu atas ijin istri tercintanya, beberapa waktu yang lalu om Robin sudah berterus terang pada tente Rika bahwa Laras adalah putri kandungnya dari mendiang kekasih pertama Robin, tante Rika ternyata juga berhati mulia dengan ketulusan hatinya Rika pun bersedia menerima masa lalu suaminya dan menganggap Laras sebagai putri kandungnya.


"Ras." sapa tante Rika sambil mengelus pundak Laras.


"Eh tante tambah lagi tant, bunsui harus banyak makan hahaha." goda Laras.


"Kamu itu sama mama nya kok godain." jawab tante Rika.


"Hah." Laras tak menyangka bahwa tante Rika akan berucap seperti itu.


"Kenapa mukanya begitu mama udah tau semua tentang kamu." tambah tante Arika.

__ADS_1


"Om Robin yang cerita ya tant?" tanya Laras.


"Sama papa nya kok panggilnya om sih." jawab Rika.


"Laras sengaja tant biar papa terlihat muda terus hehehehe." jawab Laras bercanda.


"Kamu itu, tapi kalau sama tante mau kan manggilnya mama?" tanya tante Rika.


"Baiklah mama cantiku aku mau memanggilmu mama." jawab Laras sambil memeluk manja mama sambungnya, om Robin yang melihat Laras bermanja manja dengan istrinya pun mendekat.


"Ada apa ini kok papa ga diajak seneng seneng?" goda om Robin ketika mendekati mereka.


"Dih ngarep dipanggil papa ya mah ya, jangan mau ma ditipu sama kakek tua itu." ucap Laras sambil sembunyi di belakang mami sambungnya.


"Kamu panggil nenek tua ini apa tadi?" tanya Robin sambil menggoda dua wanita yang dicintainya ini.


"Dih masak mama masih cantik gini dipanggil nenek tua, om tu yang kakek tua." jawab Laras.


"Dia istri siapa?" tanya Robin lagi.


"Jadi kalau suaminya kakek tua berarti istrinya?" jebak Robin.


"Nenek tua." jawab Laras spontan, Robin pun tertawa karena berhasil menipu Laras dengan jebakanya, Laras yang menyadari jika dipermainkan oleh papa nya pun memilih menghindar.


"Tau ah om menyebalkan." gerutu Laras sambi pergi meninggalkan mama sambungnya dan pria menyebalkan yang sayanginya. Robin pun semakin senang dibuatnya.


"Papa ini seneng bener sih godain putrinya." tegur tante Rika.


"Habis dia lucu ma kalau digodain, lugunya kelewatan papa pernah boongi kalau kerjaan papa itu jual beli organ dalam manusia dia percaya aja ma hahaha."


"Seriusan pa?" tanya tante Rika.

__ADS_1


"Iya kapan kapan pasti dia nanya sama mama, coba aja, oia ma dia masih belum mau manggil aku papa kenapa ya?"tanya om Robin.


"Katanya tadi biar papa ga terkesan tua kalau dia panggil papa itu papa katanya tua kesannya, jadi om aja biar papa kelihatan awet muda."


"Hah???"


.......


Pesta sederhana yang digelar oleh keluarga Demitri telah usai semua tamu undangan juga sudah pulang, Tama bersiap masuk kekamarnya, ucapan perpisahan selamat malam antara Laras dan Tama sudah terjadi sejak Tama mengantar putrinya kekamar untuk tidur.


Tama melepas jas dan sepatu yang dipakainya kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya menjadi lebih santai dan nyaman untuk dipakai tidur.


Tama terkejut melihat kotak berwarna biru tua yang ada diatas ranjang nya.


"Siapa lagi ni yang kasih kado perasaan semuanya tadi udah kasih termasuk Laras." gumamnya.


Ya Laras memberikanya kado berupa dompet keluaran terbaru dari Elle, dan dia menyukainya, tapi dia juga penasaran siapa yang kasih kado ini, mami papi udah mama papa udah, Aldo Sharon udah bahkan Izal juga kasih siapa lagi ini ya, ah dari pada gue mati penasaran mending buka aja lah batinya.


Tama pun membuka pelan kotak biru tua itu, disana hanya ada sebuah foto berwarna hitam putih dan hanya ada dua titik berwana putih didalamnya.


"Foto apaan ini iseng amat sih." guman Tama.


lalu Tama kembali menemukan sebuah amplop yang berisi secarik kertas.


"Apa sih ini." gumam nya lagi, dibukanya lipatan kertas itu kemudian dia pun membacanya.


To: Daddy yang tampan


Hay daddy kami mengucapkan selamat ulang tahun buat daddy semoga daddy panjang umur dan sehat selalu. kenalin kami baby A n baby B kami masih kecil daddy, usia kami baru 14 minggu diperut mami. itu foto kami berdua daddy lihat kan kalau kami masih kecil, jadi daddy harus selalu sehat biar bisa gendong kami kalau kami lahir oke.


Salam sayang dari baby A n baby B.

__ADS_1


"Hah apa maksudnya ini, kok aku jadi ***** gininya, apakah?? ohhh pantesan Laras bilang talaku tak mempan baginya apakah itu artinya???" Tama tak mau berandai andai dia pun bergegas keluar kamarnya menuju kekamar dimana Laras berada, malam ini juga dia harus dapat jawaban maksud dari semua ini.


Bersambung...


__ADS_2