PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Sama Sama Egois


__ADS_3

Satu bulan berlalu....


Kebahagiaan telah menyelimuti rumah tangga Om Robin dan tante Arika, kelahiran baby boy ditengah tengah mereka telah menjadikan warna baru dalam cinta mereka, diruang persalinan om Robin mencium mesra istrinya membuat siapapun yang melihatnya menjadi iri.


"Terimakasih sayang kamu udah kasih aku kebahagiaan yang luar biasa." bisik Om Robin sambil mengelus rambut istrinya.


"Sama sama suamiku, aku mencintaimu kalian adalah hidup mama." balas tante Rika sambil berbisik, tak terasa air mata kebahagiaan mengalir begitu saja dipelupuk mata Arika, dengan penuh kesabaran om Robin setia mendampingi perjuangan tante Arika melahirkan buah hati mereka.


.....


Singapura..


Laras merasakan perubahan yang drastis pada tubuhnya dia merasa lebih gemuk, pipi nya cabi dia juga merasakan ada yang aneh dengan payudaranya, dia merasa payudaranya lebih besar dari biasanya, bahkan bra yang biasa dia pakai menjadi lebih sesak.


"Aku mesti diet ini, kenapa jadi sesak semua gini sih." gerutu Laras sambil memutar mutar badanya di depan cermin.


Berita kelahiran putra om Robin telah sampai ditelinga Laras, dia sangat bahagia mendengar kelahiran adeknya, diusia nya yang tidak muda lagi dia masih memiliki adek, sungguh aneh tapi nyata.


Robin sengaja tak menyiapkan berkas perceraian yang Laras minta, karena selama ini dia juga tak menanyakanya lagi, Laras masih bertahan dengan egonya meski setiap pagi Zia selalu menanyakan daddy nya, Laras selalu menjawab pertanyaan si kecil itu dengan jawaban ya sama ya itu daddy kerja.


Laras benar benar belajar menutup hatinya untuk Tama, dia bosan menjadi pemaaf pada ahirnya kebaikanya tidak dihargai, sering nya Tama menyakitinya dia pun menjadi lupa bagaimana caranya melupakan kesalahan orang lain, rasa itu yang menjadikan Laras menjadi pribadi yang egois.

__ADS_1


Laras didampingi beberapa penjaganya ingin berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, dia merasa harus ganti semua


ukuran bra nya, setelah selesai berbelanja tak sengaja di bertemu dengan sahabat lamanya.


"Ras." panggil wanita itu.


"Hay kok lo disini?" tanya Laras.


"Iya gue lagi ada event disini, Alhamdulilah parfum gue udah tembus dipasar internasional kasih gue selamat dong." keceriaan terpancar dari mata Niken sang bos parfum sahabat lama Laras dan Ryan.


"Selamat say ya Tuhan." jawab Laras sambil memeluk sahabatnya.


"Ras lo ama siapa, mana baby lo?" tanya Niken.


"Ga bisa honey bentar lagi gue ada janji, bagi nomer ponsel lo dong." pinta Niken, Laras pun membacakan nomer ponselnya.


"Eh tunggu lo bilang tinggal disini sama laki lo?" tanya Niken.


"Enggak gue udah ga ama dia lagi Ken, gue milih pisah." jawab Laras seenteng mungkin.


"Maksud lo apaan Ras?" tanya Niken.

__ADS_1


"Ya pisah cerai." jawab Laras.


"Gila lo Ras lo ga mikir kalian ada anak jangan egois lah Ya Tuhan Ras, emang kalian ada masalah apaan?" tanya Niken.


"Gue ga bisa Ken terus terusan disalahin atas semua masalah yang terjadi didalam rumah tangga gue, terahir yang bikin gue down dia ngusir gue Ken dia juga udah jatuhin talaknya ke gue terus gue suruh balik lagi hidup sama manusia kayak gitu ogah banget." jawab Laras meski dia berusaha kuat tapi air matanya tetap saja meluncur begitu saja.


"Kok dia bisa semarah itu emang masalah pokoknya apa Ras?" tanya Niken dia pun penasaran, Niken ga ingin menilai kebenaran dan kesalahan hanya dengan mendengar sesuatu yang masih gambang, ahirnya Laras pun menceritakan dari awal dia ga diijinin pergi sampai terjadilah penculikan itu serta kemarahan Tama yang meledak.


"Kalau menurut gue semua kesalahan ga hanya terletak pada Tama yang marah Ras, lo juga salah harusnya lo jangan langsung pergi nurutin dia, harusnya lo tunggu dia adem dulu baru lo jalan, kan ada mami nya juga ada sus lo ada mbak lo juga ga mungkin juga kali kalau dia bakalan bunuh lo, ahirnya disitulah tumbuh rasa benci dihati lo dan rasa panas di otak suami lo." Laras mendengarkan dengan baik nasehat sahabatnya.


"Dan satu lagi keegoisan lo, dia bapaknya Ras, dia juga berhak tau keberadaan putrinya, seandainya lo digitukan lo bakalan sakit ga tanpa lo sadari lo juga nyiksa jiwa dia Ras, Ayolah jangan seegois ini, mana Laras sahabatku yang pemaaf." ucap Niken lagi, kali ini ucapan Niken membuat dirinya merasa jahat pada Tama.


"Gue ga bisa Ken." jawab Laras pelan.


"Apa yang bikin lo ga bisa, maafin dia oke gini, gue bukan ngebela laki lo ya Ras gue cuma mau jadi penengah diantara kalian, lo tau ga Ras tunangan gue itu kerasnya melebihi Tama dia itu ga ada sayang sayang nya ama gue bahkan sebelum dia sakit dia pernah menghajar gue habis habisan Ras gara gara gue ga mau diajak berhubungan badan, gue ga bisa Ras orang belum halal, tapi gue sayang ama dia gue maafin semua kesalahan dia bahkan jika seandainya Tuhan kasih dia umur yang panjang gue rela Ras nemenin dia seumur hidupnya tapi Tuhan berkehendak lain dia pergi sebelum kami sempat sengikat janji suci." ucapan Niken membuat hati Laras sedikit goyah.


"Gue ga nyuruh lo buat maafin laki lo kalau lo ga bisa, tapi lihat anak lo, tatap matanya lo pikir, jika seandainya dia udah gede dan dia ngerti betapa egoisnya elo telah memisahkan dia dari bokapnya kira kira dia bakal benci ga ama elo Ras, ini posisinya bapaknya masih ada lo sayang juga ama dia dan lo bilang lo sayang ama anak lo, mana ada rasa sayang yang tega memisahkan cinta antara anak dan orang tuanya Ras, mantan istri ada mantan suami ada tapi ga ada mantan anak mantan bapak Ras, jika lo ga mau bareng lagi ama suami lo ga masalah lo tinggal cari pengacara minta surat cerai hakim ketuk palu selesai, tapi lo harus inget berapa banyak dosa yang ada dipundak lo saat ini telah memisahkan buah hati lo sama bapaknya, dan lagi belum tentu nanti anak dan Tama bisa maafin lo pada ahirnya, ayolah Ras jangan bebani diri lo dengan merenggut kebahagiaan mereka." ucap Niken lagi berusaha membuat mengerti sahabatnya, Laras kembali berfikir apa yang diucapkan Niken memang benar, dia memang sangat jahat dengan Zia dan daddynya, setelah pembicaraan panjang mereka ahirnya Laras pun pamit pulang, kejadian tak terduga terjadi ketika Laras hendak berdiri matanya berkunang kunang kepalanya berasa berat dan Bruuukkk Laras pingsan.


****


Sejak kepergian Zia dan Laras sekarang Tama menjadi pendiam, bahkan bisa dibilang dia tidak pernah mau berbicara dengan siapapun. bahkan dia hanya mengurung dirinya dikamar, entah apa yang dipikirkanya orang orang disekitar nya juga ga tau.

__ADS_1


Badan Tama terlihat lebih kurus wajahnya pucat dia terlihat tak terurus, bahkan mami Arini pun tak dia ijinkan untuk masuk kekamarnya hanya untuk bertegur sapa, setiap masuk kekamar Tama selalu mengunci pintu kamarnya dia sengaja menutup diri membuat keluarganya menjadi sangat khawatir.


Bersambung...


__ADS_2