
Dimobil Laras hanya diam dia memikirkan nasib sahabatnya meski nasib nya berbeda dengan nya tapi Merek berdua sama sama menikah dengan orang yang tak mereka cinta, meski pada ahirnya cinta itu tumbub dihati keduanya
"Mi kenapa?" tanya Tama
"Mami hanya kasihan sama Niken aja dad." jawab Laras.
"Loh kenapa kan si Izal udah mau tanggung jawab." jawab Laras.
"Hidup sama orang yang ga cinta ama kita itu ga gampang dad meskipun si Izal baik juga." jawab Laras, kalau boleh jujur ini adalah salah satu protesnya ketika pertama kali dia menikah dengan Tama suaminya, bahkan bukan hanya mulut Tama yang pedas tapi kakinya juga pernah kena tendangan Tama.
"Daddy tau maksud mami, maafin daddy ya mi dulu daddy jahat sama mami." ucap Tama masih konsentrasi dengan jalanan yang ada didepanya.
"Mami udah maafin daddy, ga tau kenapa tapi kalau boleh jujur sedikitpun mami ga ada perasaan benci sama daddy, aneh kan." ucap Laras sambil mengelus perutnya yang semakin membesar.
"Daddy tu kenapa dulu lah bodoh bener." ucap Tama, Laras hanya tersenyum dan terus mengelus perut nya, dia merasakan dua baby nya yang terus menendang.
"Kok meringis gitu mi kenapa?" tanya Tama khawatir.
"Anak anakmu rebutan tempat kayak nya dad, mereka lucu." Laras kembali tersenyum ketika menceritakan tingkah lucu baby nya, meski baru dia yang merasakan tapi Tama ikutan bahagia.
"Mereka udah berapa bulan ya mi?" tanya Tama.
"Udah enam bulan kan dad." jawab Laras.
"Cepet ya mi."
"Heem, nanti kakak Zia dua tahun adek nya lahir habis itu mami mau implan ya dad." ucap Laras.
"Implan, apa itu implan?" tanya Tama.
"Hahaha, udah ah ngomong ama daddy bikin gemes sama kayak ngomong ama Zia." ucap Laras sambil menertawakan suami polos nya.
__ADS_1
"Ya kan bener mi daddy nanya kan daddy ga tau."
"Iya iya nanti aja mami kasih tau nya, besok mami periksa lo dad mau anterin ga?" tanya Tama.
"Boleh, sebenernya daddy ada meeting penting sih mi tapi ga papa nanti biar Izal aja yang pergi." ucap Tama.
"Dad dia pengantin baru lo tega disuruh kerja." ucap Laras.
"Oia lupa daddy padahal kita aja baru pulang jadi saksi ya aaahhh daddy ini gimana sih," Tama menertawakan kebodohan nya kembali.
"Pengantin baru daddy astaga, emang nya daddy pengantin baru istrinya ditinggalin entah kemana." goda Laras.
"Itu lagi dibahas." ucap Tama.
"Eh dad mami penasaran deh."
"Apa?"
"Kok Daddy bisa di Lucas waktu itu daddy beli ya?" tanya Laras.
"Oo jadi pak Irvan itu om nya daddy?"tanya Laras.
"He em adeknya siwanita crewet itu." jawab Tama.
"Dih daddy ga boleh gitu, sama mami nya kok ngatain." jawab Laras.
"Dibanding tante Rika mami tu lebih crewet, tapi papi takut banget sama mami."
"Papi tu bucin sama mami dad makanya takut." tambah Laras, Tama hanya tersenyum dan memarkirkan mobilnya dengan sempurna.
Tama membukakan pintu mobil untuk istrinya serta membantunya bangun.
__ADS_1
"Daddy mau bobo sama inces daddy ya mi."pinta Tama.
"He em jemput aja daddy." ucap Laras
Mereka pun masuk kedalam kediaman Demitri, Laras langsung masuk ke kamar nya sedangkan Tama ke kamar putrinya entah kenapa dia pengen banget tidur dengan putri kecilnya, diangkatnya tubuh mungil Zia yang sudah terlelap, pengasuh Zia mengingatkan untuk membawa boneka Olav tapi Tama menolak, mbak Sus nya Zia hanya tertawa meski batin nya menyumpahi majikanya.
"Dad mana olav kok ga dibawa sekalian?" tanya Laras ketika Tama hanya datang membawa Zia tanpa boneka kesayangan nya.
"Daddy malas lihat itu boneka itu mi."
"Loh kenapa, besok bangun tidur dia pasti nangis daddy nyariin." ucap Laras.
"Ga akan mami kan ada daddy." ucap Tama, seketika ide jail Laras datang untuk menggoda suaminya.
"Jadi sekarang mengakui kalau daddy mirip olav." goda Laras.
"Ya enggak lah daddy ganteng gini." ucap Tama sambil melepas kancing kancing kemerjanya, Laras berdiri didepanya bersiap menerima baju baju yang dipakai suaminya.
"Baru mami bilang mirip olav, belum kalau mami bilang mirip maui." goda Laras lagi.
"Maui, siapa itu maui???"
"Mami kasih tau nanti kalau daddy sudah ganti baju." jawab Laras sambil menertawakan pelan suaminya.
"Oke cium dulu tapi." Laras pun memberikan ciuman mesra untuk suaminya.
"Malam ini daddy mau ya mi." bisik Tama.
"Mau kok bawa Zia gimana sih."
"Itu bisa diatur." balas Tama
__ADS_1
Dasar batin Laras, Tama pun bergegas kamar mandi dan membersihkan dirinya, Laras menggeleng gelengkan kepalanya suami anehnya ini sungguh menggemaskan.
Bersambung...