PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Ini Mimpi Apa Nyata


__ADS_3

Sore itu dokter yang menangani Niken sudah mengizinkan pasien nya pulang dengan catatan Niken tidak boleh terlalu stres hingga keadaanya menjadi down lagi.


Dimobil...


"Tant seriusan kami mau dinikahinya malem ini?" tanya Izal.


"Heemm." jawab ibunya Niken.


"Akadnya malam ini masalah surat surat nanti biar asisten mama yang urus."jawab ibunya Niken, Niken dan Izal kembali diam meraka sesekali saling melirik, ingin sekali Niken memukul lengan pria disebelahnya sangking gemasnya.


"Kenapa sih dia ni." batin Niken sambil kembali melirik kesal kearah Niken.


Sesampainya dirumah Niken Izal langsung membantu Niken turun, Niken berbisik ditelinga Izal.


"Jangan seneng dulu awas nakal." bisiknya, Izal hanya diam dia tak menghiraukan ucapan calon istrinya.


"Mana bisa aku mikirin itu mbak ini aja jantung rasanya mau copot, ga ada angin ga ada hujan suruh nikahin anak orang, andai aku tau bakalan kayak gini aku milih ga dateng kejamuan makan malam itu." batin Izal.


Pernikahan ini memang digelar sesederhana mungkin bahkan semua persiapan juga masih banyak yang kurang, jamuan untuk para tamu undangan juga hanya pesan dari beberapa restauran.


Dikamar Tamu..


Dirumah tante Selly (ibunya Niken) ternyata sudah ada Aldo dan juga Tama beserta istri yang akan menjadi saksi pernikahan Izal, mereka juga mengajak pak Bram dan juga tante Arini karena mereka juga sudah menganggap Izal bagian dari keluarga mereka.


"Zal yang sabar semoga dia jodoh terbaikmu." ucap pak Bram sambil mengusap pundak pria yang sudah dia anggap anak nya ini.

__ADS_1


"Saya ga tau pak harus ngomong apa ini seperti mimpi buat saya, seandainya saya tau bahwa minuman itu ada obat laknatnya maka saya ga akan mungkin meminumnya saya telah menjadi seorang penjahat pak, mungkin kah Allah akan mengampuni saya pak." ucap Izal penuh penyesalan.


"Insya Allah Zal, anggap saja ini memang rencana nya Zal, semoga ini akan indah pada waktunya yang penting kamu iklas ngejalaninya percayalah semua akan baik baik saja." tambah pak Bram.


"Saya tak menyangka ini akan terjadi pada saya pak." ucap Izal lagi.


"Kamu percaya ga aku sama tantemu itu dulu juga dijodohkan Zal, bahkan aku hanya melihatnya di foto toh pada ahirnya kamu lihat sendiri kami masih bersama sampai sekarang, dan kamu lihat bos kamu anak nya malah udah mau tiga, disetiap hubungan itu memang ada lika liku nya Zal, anggap saja sekarang kamu menikah karena perjodohan, cuma yang jodohin kamu obat laknat, tapi saran ku jangan pernah kamu minum itu lagi bahaya, lihat calon istrimu susah jalan gitu ga kebayang gila nya kamu malam itu hahahaha." pak Bram kembali dengan sifat jailnya bahkan Aldo dan Tama ikutan tertawa karena mereka juga mengerti arah pembicaraan pak Bram.


"Insya Allah akan saya coba pak." ucap Izal sambil tersipu malu.


"Intinya belajarlah mengerti dia, kamu sebagai laki laki jangan egois wanita itu hanya butuh dimengerti Zal yang lain kamu serahin aja sama yang diatas oke." ucap pak Bram menasehati Izal agar paham akan keadaan yang membelitnya.


Dikamar Niken..


Laras membantu Niken memakai make up, bahkan Niken juga memakai kebaya rancangan Laras, sebenernya itu adalah pesanan seseorang cuma belum mau pakai makanya Laras menawarkanya pada Niken dan untung nya kebaya itu sangat pas dan cantik ketika Niken memakainya.


"Bener mbak, cantik banget." tambah Sharon.


"Ken lo mau ga ntar kalau resepsi lo pakek baju rancangan gue lagi lumayan buat promo." goda Laras.


"Apaan sih lo gue ga mau resepsi resepsi." jawab Niken.


"Awas lo ntar kalau sampai jatuh cintrong sama Aak Izal nan ganteng plus baik." goda Laras.


"Apaan sih lo Ras, bukan nya prihatin ama nasib temen lo ini malah dibecandain." geruru Niken cemberut.

__ADS_1


"Tapi kak Laras itu bener lo mbak, Mas Izal itu baik kalem juga ga cengengesan kayak bojoku." tambah Sharon.


Niken hanya tersenyum mendengar ucapan Sharon, tak dipungkiri meski pernikahan ini seperti mimpi baginya tapi Niken berusaha iklas, semoga yang dibilang Laras dan Sharon bener bahwa calon suaminya adalah pria yang baik.


Penghulu yang akan menikahkan Izal dan Niken sudah hadir, kini mereka sudah bersiap siap dari pihak laki laki ada keluarga Demitri yang mendampingi sedangkan dari pihak Niken ada om nya adek mendiang dari papa nya Niken yang akan jadi wali nikah nya dikarenakan papa nya Niken sudah meninggal.


Aldo yang ditugaskan Tama untukemcai cincin kawin juga sudah siap, kini tinggal menghadapkan Izal pada persidangan pertanggung jawabanya atas kekhilafan yang dilakukanya.


Untung tadi didalam pak Bram sudah melatihnya sehingga Izal sudah bisa melenturkan lidah nya untuk mengucapkan ijan qobulnya.


Izal sekarang sudah duduk didepan penghulu didepanya juga ada om nya Niken yang akan menjadi wali nikah calon istrinya, tak lama Niken dengan diapit oleh Sharon dan juga Laras datang, dia terlihat sangat cantik Izal tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa dia juga mengagumi kecantikan calon istrinya yang beberapa menit lagi akan menjadi istrinya.


Pak penghulu membacakan ikrar janji pernikahan memberikan beberapa nasehat untuk kedua mempelai begitu juga om nya Niken sebagai wali dia pun juga sama memberikan beberapa nasehat dan memasrahkan tanggung jawab Niken pada pundaknya, dengan mantap nya Izal menjawab Iya dan bersedia, kemudian pak penghulu pun mengulurkan tangan dan menyumpah ucapan Izal didepan para saksi.


Dengan satu tarikan nafas ahirnya Izal berhasil mengucapkan sumpah nya menerima Niken secara lahir batin sebagai istrinya serta bersedia bertanggung jawab atas nafkah lahir batin untuk Niken mulai sekarang dan seterusnya.


Tepuk tangan dan jawaban SAH dari para saksi maka mulai detik ini juga Fariz Rizal Prambudi telah resmi menjadi suami dari Niken Rahayu binti Haryanto.


Tangis pecah ketika tante Selly memeluk putri semata wayang nya, meski pernikahan tanpa rencana yang mereka gelar namun semua berjalan lancar tanpa halangan.


Tante Selly memeluk Izal dan menyerahkan putrinya padanya, tante Selly siwanita tegar itu tak kuasa menahan haru ketika Izal juga mengucapkan janji padanya akan menjaga dan menghormati Niken sepenuh hatinya.


Para tamu undangan memberikan selamat pada kedua mempelai, entah mereka sadari atau tidak tangan Izal masih menggengam erat tangan Niken ketika mereka menyalami satu persatu tamu mereka.


Malam semakin Larut para tamu undangan pun satu persatu berpamitan pulang, ketika rumah sudah sepi Izal dan Niken baru menyadari bahwa mereka sekarang adalah suami istri ini berasa seperti mimpi batin mereka.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2