PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Mak Comblang


__ADS_3

Malam itu Tama terus saja menggoda istrinya pengakuan tak sengaja Laras terhadap Robin sebagai papa kandung nya membuat Tama merasa punya celah untuk selalu bisa melancarkan kejahilanya.


"Mi."


"Apaan sih dad." Laras mengomel sambil menyiapakan makan malam dibantu dua asiaten rumah tangga di rumah tante Arini.


"Cie mami gitu aja ga mau ngaku, daddy ga papa kok mi." godanya lagi, Zia lagi asik dipangkuan oma Arika, Robin seperti ketemu seseorang yang membuka hatinya, mulutnya menjadi diam tak bersuara dia hanya menjawab seperlunya, iya tidak he em boleh atau ga paling panjang tak masalah membuat Tama dan Laras semakin curiga.


"Dad seriusan ini papa naksir tante Arika." ucap Laras.


"Kerjain yu mi."


"Boleh tu dad."


Tama dan Laras kembali keruang tamu.


"Tant, bulan depan tante ulang tahun kan mau dong ditraktir." ucap Laras.


"Dari mana kamu tante bulan depan ulang tahun?" tanya tante Arika.


"Tau dong Laras baca dipaspor tante hari itu." jawab Laras.


"Oo."


"Tant masak temen bisnis nya mas Tama ada yang suka sama tante." goda Laras, tentu saja ini membuat Robin semangat mengetahui Arika masih sendiri.


"Ngawur kamu."jawab Arika.


"Enggak tant serius orang kalau dateng nanyain tante melulu iya kan mas?" tanya Laras pada suaminya, Tama tau kalau Laras hanya ngarang tapi Tama juga tak bodoh, dia pun mengikuti alur permainan Laras.


"Iya tant ampek bosen Tama di tanyain melulu dia baik lo tant biar duda juga kali aja jodoh tant." balas Tama.


"Kalian ini tante ga mau ahhh." Alika yang masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya yang meninggal karena kecelakaan itu pun hanya cuek.

__ADS_1


"Iya Tama sama Laras bener siapa tau jodoh, mau sampai kapan kamu sendiri toh Yosan juga ga akan kembali." mami Arini yang tiba tiba datang pun langsung mendukung pemikiran Laras dan Tama.


"Nanti Tama kenalin ya tant orang nya baik kok tant Tama serius." ucap Tama, Laras dan Tama melirik kearah Robin yang sedari tadi diam.


"Atau barang kali mau sama Om Robin tant, om Robin juga masih sendiri kan?" celetuk Laras spontan, mata mereka semua terbelalak tak percaya Laras bisa mengucapkan itu. Tama langsung menambahkan adonan yang sudah Laras buat dengan penyedap rasa yang pas banget.


"Bener banget tant sama om Robin aja, mami setuju kan kalau tante Arika sama Om Robin Taaruf dulu?" tanya Tama, duh Tama awas kamu kalian ma bikin tante malu tau ga batin Arika.


"Mami sih terserah yang ngejalanin, yang buat kamu Robin jangan mainin adek gue, gue pecat lo jadi bes...(mata Robin menatap Arini sesaat) ah lupa ga jadi, jadi temen laki gue maksudnya." ucap mami Arini.


"Kalian ini enak banget main jodoh jodohin, baru juga ketemu mau bahas bisnis kok jadi bahas perjodohan sampai ketaaruf segala, tante ini bukan anak kecil ya saya rasa tuan Robin juga jadi ga nyaman, iya kan tuan?" Arika berusaha mengelak dengan perasaanya.


"Ga saya ma biasa aja." jawab Robin.


"Nah tant om Robin udah terbuka tante gimana?" goda Tama.


"Apaan sih ?" Arika masih menolak perasaanya.


"Kita ga maksa tant, tapi om mau kan lebih mengenal tante siapa tau dimasa tua kalian bisa sama sama saling menjaga saling mengisi kan ga ada salahnya tant mencoba orang saling mengenal doang." tambah Tama, Laras merasa mempunyai celah dia pun langsung menambahkan bumbu bumbu dalam ucapan Tama.


"Mi jangan gitu, kalau mami jalan sama om Robin daddy yang ganteng ini sama siapa?" tanya Tama memelas.


"Oia lupa mami dad, sory sayang keceplosan." Laras langsung mengelus lengan suaminya.


"Gimana om, mau ga taaruf sama tanteku?" desak Tama.


"Om ma ikut aja gimana baiknya." dan Yesss kena juga Robin ahirnya.


"Tant." goda Tama.


"Heemmm."


"Oke dong, taaruf itu saling mengenal doang tant ga bakalan diapa apain." ucap Tama menyakinkan.

__ADS_1


"Kalian ini." umpat Arika masih jual mahal.


"Tant om Robin ini tajir lo tant." Laras mencoba mempromosikan papanya.


"Emangnya kalian pikir aku matre." ucap Arika ketus.


"Enggak sih tant, kita tau kok kalau tante ga matre makanya Laras mau tante jadi ma...maksud Laras jadi istrinya om Robin kan om Robin baik." ucap Laras, Robin melihat senyum manis putrinya kenapa kamu persia banget sih Ras sama mama mu, batin Robin.


"Ahh, serah kalian lah tante laper mau makan."Kesel juga lama lama Arika terus didesak supaya dekat dengan laki laki yang sama sekali dia tak kenal, hanya dua kali ketemu saja itupun juga ga sengaja, dia pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju meja makan, Tama dan mami Arini tak putus asa mereka berdua mengejar Arika sampai kemeja makan dan merayunya kembali.


Laras hendak beranjak juga, Robin pun membuka suaranya.


"Ras."


"Ya om."


"Kamu ga papa kalau papa nikah lagi?"


"Ga papa om asal kalau sudah nikah ga main perempuan lagi." Robin tersenyum malu.


"Papa sudah punya kamu papa janji ga bakalan main perempuan lagi."


"Bagus lah, awas main perempuan lagi." ucap Laras ketus, Robin bahagia karena dia merasa ada yang memperhatikanya.


"Ga sayang papa ga gitu lagi, tapi boleh kan papa nikah lagi?" Robin mencoba merebut hati putrinya.


"Boleh asal om merahasiakan hubungan kita, Laras ga mau semua orang tau kalau Laras putri kandung om, Laras masih marah sama om." Laras masih berbicara dengan nada ketusnya.


"Baiklah jika itu yang kamu mau putriku." jawab Robin.


"Mari makan." ajak Laras, ini anak ngajak makan kok ketus banget macam orang ngajak berantem, tapi Robin bahagia.


"Baiklah mari..."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2