PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Jangan Ada Kata Pisah Lagi


__ADS_3

Pagi hari yang indah menurut Laras, ini adalah pagi pertama nya setelah dua bulan lebih mereka berpisah, Laras tersenyum melihat wajah teduh pria labilnya, dia tampan kalau ga marah dia manis kalau diam gini tapi heran deh mulut nya itu lo pedes banget kalau ngomong, Laras gemes sendiri tanpa malu Laras pun menciumi mulut pria labil yang masih terlelap ini, siapa suruh semalem nakal minta ampun ga didengerin rasakan sekarang aku balas batin Laras.


Laras terus saja menciumi bibir Tama sampai Tama gelagapan, Tama membuka matanya dan tersenyum.


"Mami ngapain." suara khas serak Tama terdengar seksi ditelinga Laras, Laras pun membalas senyuman manis itu.


"Pagi daddy yang mau punya anak tiga."goda Laras.


"Pagi juga mami nya anak anak, pagi anak anak daddy." Tama mengelus perut Laras yang sedikit membuncit.


"Eh tunggu mi." Tama merasa aneh.


"Kenapa mas?"


"Kok jadi gendut gini perutnya semalem perasaan enggak segede ini deh?" tanya Tama heran.


"Hayooo semalem ngelus perut siapa?" goda Laras.


"Dih serius mami." Tama mengelus lagi perut Laras, dan dia merasa heran kok gede ya semalem enggak deh.

__ADS_1


"Ya kan semalem mamas ngelusnya pas Laras duduk ini kan baring kalau miring lebih gede lagi mau coba." Laras tertawa melihat tingkah konyol suami nya.


"Bener juga ya mi, aneh juga ya." Tama bengong terlihat masih berfikir.


"Ya ampun mas, kamu ini kadang pinter kadang galak kadang labil kadang gemesin kadang nyebelin tapi juga lugu mau kamu apa sih." goda Laras.


"Mau ku kamu selalu kuat ngadepin semua sikapku yang kamu sebutin barusan sayang, aku mau kamu terus memeluk ku dengan cintamu." jawab Tama sambil menatap istrinya mesra, Tama memulai lagi aksi cium ciumnya, semalem udah mamas masak belum puas batin Laras.


"Mas semalem udah kan kok mau lagi, bumil ga boleh lo diajak sering sering begituan." ucap Laras memperingatkan.


"Hah, serius mi?" tanya Tama dengan muka seriusnya.


"Kenapa bisa begitu, ahhh kalian menyiksaku." ucap Tama sambil menyembunyikan wajahnya di dada Laras.


"Makanya Laras menghindar dari mamas soalnya mamas selalu mesum kalau deket Laras iya kan, belum lagi usia mereka masih sangat muda jadi Laras juga harus bener bener jaga." ucap Laras.


"Eemmm mamas paham mi, tapi kuat ga ya?" tanya Tama manja.


"Harus kuat dong mamasku sayang demi mereka ya." jawab Laras sambil mengelus kepala suaminya yang masih asik berada didadanya.

__ADS_1


"Mas, Laras mandi dulu ya bentar lagi pasti Zia cari mami cantiknya ini." pinta Laras padahal itu hanya alasan untuk melepaskan diri dari pria nakal dipelukan nya ini.


"Mami janji dulu." pinta Tama.


"Janji apa sayang?" tanya Laras.


"Mulai malam ini mami bobo daddy ya, daddy mau setiap malam setiap bangun tidur selalu ada kamu istriku, daddy juga mau mami siapin baju daddy lagi bantu daddy bersiap masakin daddy lagi pokoknya selalu temenin daddy, apa mami mau kita begitu." Pinta Tama, Laras kembali memainkan rambut Tama yang mulai memanjang.


"Asal mamas ga suruh Laras pergi aja."jawab Laras pelan.


"Enggak istriku aku tak akan pernah mengucapkan kata itu lagi, aku tak akan pernah mengucapkan hal bodoh seperti itu lagi sayang, aku ingin menua bersamu ratuku, ingatkan aku jika salah tegur aku jika aku keliru, hukum aku jika aku menyakitimu lagi aku siap asal jangan diemin aku ya aku takut." ucap Tama, Laras merasakan dadanya basah ternyata suami galaknya sedang menangis.


"Jangan pernah ada lagi kata perpisahan diantara kita ya mas, aku pun ingin membesarkan anak anak kita bersama melihat tumbuh kembang mereka bersama kita saling mencintai sampai kapanpun, jujur Laras iri kalau lihat papi Bram dan juga mami Arini, mereka saling mendukung, bahkan ketika papi sakit mami dengan setia dan telaten mengurus papi, Laras pengen seperti itu suamiku sungguh." jawab Laras.


"Daddy janji mami, mulai saat ini dan seterusnya daddy akan menjadi pria terbaik untukmu istriku dan akan jadi daddy terbaik untuk anak anak kita." tambah Tama.


"He em, Bissmilah kita melangkah dan berjuang bersama ya sayang." bisik Laras.


Tama mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang, janji yang mereka ucapkan pagi ini membuat dunia merereka terasa indah, dengan ketulusanya cintanya Laras mampu memaafkan suaminya, dengan kesungguhan hatinya Tama pun bersedia merubah sifat labilnya dan memantapkan piliha hati nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2