PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Kembali nya Luna


__ADS_3

Kebahagiaan telah menyelimuti pasangan paruh baya ini, sejak resmi menikah dua minggu yang lalu hubungan mereka telihat mesra (maklum pengantin baru). tak butuh waktu lama buat om Robin untuk mendapatkan haknya. bahkan dimalam pertama mereka menjadi suami istri pun sebenernya tante Arika berniat memberikanya, tapi sayang tamu yang tak diundang datang membuat lemas gairah om Robin yang sudah memuncak.


Robin sedikit lupa dengan musuh besarnya yang mengintai kebahagiaanya, siapa lagi kalau bukan Luna, mantan patner wik wik nya.


Luna sudah menyusun strategi untuk melumpuhkan Robin, rasa sakit hatinya membuatnya menyusun rencana yang kejam.


Sasaranya bukan langsung ke Robin lebih kepada sumber kebahagiaanya.


Malam itu suruhan Luna sudah mengintai didepan rumah Tama, sekarang Tama dan Laras sudah tidak tinggal dirumah Mami Arini, mereka memilih untuk hidup mandiri tanpa bergantung pada orang tua mereka.


"Mi, besok daddy ke Paris lo, mami beneran ga ikut?"tanya Tama.


"Bukan ga mau ikut dad, kasihan Zia ntar kelamanan dipesawat." jawab Laras.


"Baiklah, kalian sementara dirumah oma aja biar daddy ninggalinya tenang."


"Baiklah suamiku." jawab Laras sambil bersiap untuk tidur.


"Pasti daddy bakal kangen kalian." Tama pun merebahkan tubuhnya disamping Laras.


" Emang daddy perginya lama?" tanya Laras.


" Enggak lah mi, paling seminggu sekalian opa nya Zia suruh daddy cariin sesuatu disana." jawab Tama."Ooo disana jangan nakal lo ya." ancam Laras.


"Enggak sayang, takut juga daddy dimarahin Zia." jawab Tama sambil bercanda.


"Kamu kayak papa Robin aja dad." balas Laras.


"Harus dong mi, biar selalu ada batasan baik dan buruk kelakuan daddy, namanya laki kan harus ada itu." Tama ternyata serius dengan ucapanya.


"Dad."


"Hem." tatapan Laras sedikit mesum, Tama tau itu.


"Apaan mi?" Tama masih pura pura tak paham.


"Kemarin pas dedek imunisasi Mami ketemu temen mami yang bos parfum itu lo dad."


"Ohhh, ketemu dimana?" tanya Tama.


"Dirumah sakit ternyata tunanganya sakit kronis dad, kanker getah bening udah stadium 4 kasihan banget deh dad, sama Ryan putus sekarang tunanganya sakit." mata Laras sedikit mengiba itu mencerminkan bahwa dia benar benar kasihan.


"Ooo dia mantan Ryan." balas Tama.


"He em."


"Kok bisa putus?" tanya Tama.

__ADS_1


"Dulu dia masih labil dad ceritanya dia ga setia terus Ryan tau." jawab Laras.


"Dia selingkuh?" Tama balik bertanya.


"He em."


"Daddy sendiri juga ga bisa mi diselingkuhin bisa daddy hancurin tu perempuan." ucap Tama Emosi, Laras memiringkan tubuhnya dan memainkan kancing baju Tama.


"Mami ga akan seperti itu dad, mami sudah janji dalam hati mami sendiri bahwa hanya daddy satu satunya pemilik hati dan raga mami." ucap Laras peran, bisikan Laras terdengar seperti ajakan untuk bercinta.


"Makasih ya mi, kamu juga yang pertama buat daddy dan daddy mau mami juga jadi yang terahir." balas Tama, Tama mengelus lembut rambut istrinya dan mengecup kening wanita yang sangat dicintainya ini.


"Mi dedek usianya udah berapa bulan ya?" tanya Tama pura pura, sayang nya Laras kurang cerdas hingga tak mengerti maksud dibalik pertanyaan itu.


"Jalan tiga bulan daddy kenapa?" Laras balik bertanya.


"Daddy udah boleh buka puasa dong mi." goda Tama, seketika senyum mengembang dibibir Laras.


"Dasar mesum, tau ah Laras mau bobo." jawab Laras dengan senyum manjanya, dia tak perduli dengan godaan suaminya dia pun nekat memejamkan matanya, Tama mulai mengelus punggung istrinya, memberikan kecupan dibeberapa wajah istrinya, Tama menangkap tubuh Laras gemetar seperti menahan rasa takut.


"Kamu kenapa sayang?" bisik Tama, Laras diam dia hanya menggeleng, jujur dia ingin tapi juga takut ini adalah malam pertamanya setelah melahirkan Zia, mengingat jahitam yang dia terima waktu itu juga tidak sedikit mengingatnya saja Laras berasa ngeri apalagi ini Ya Tuhan.


"Kamu takut?" tanya Tama.


"Iya." jawab nya terdengar sangat lirih.


"Daddy akan pelan percayalah ini tidak akan sakit, daddy sudah tanya dokter." bisik Tama ditelinga Laras.


"Waktu Zia imunisasi, ga sengaja daddy ketemu sama dokter yang bantu lahiran nya mami." jawab Tama nakal.


"Dih malu daddy." Laras menutup mukanya dengan kedua tanganya.


"Ngapain malu dari pada daddy ga tau terus main serang aja." Eh kumat sifat isengnya.


"Boleh ga?" tanya Tama.


"Boleh tapi...?"


"Tapi apa sayang."


"Pelan ya."


"Siap ratuku."


"Jangan dikeluarin didalem ya."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Mami mau atur jarak kelahiran anak anak kita dad." Tama tersenyum akan kejujuran istrinya.


"Baiklah." Tama menyetujui keinginan istrinya, dari pada ga dikasih, Laras pun tersenyum dan apa lagi yang Tama tunggu lampu hijau sudah menyala tinggal tancap gas saja dan melancarkan perjalananya menuju puncak keindahan yang ia dambakan.


Tama mengecup kening istrinya dan tersenyum penuh kemenangan.


"Sakit ga?" tanya Tama, Laras menggeleng.


"Makasih ya." ucap Tama, Laras kembali tersenyum.


"Besok lagi boleh kan?" tanya Tama.


"Yang penting itu tadi." jawab Laras.


"Baiklah daddy mengerti." jawab Tama sambil memeluk tubuh polos Laras.


"Kamu miliku istriku." ucap Tama.


"Sampai maut memisakan daddy." balas Laras, mereka pun saling melempar senyum dan mengeratkan pelukannya seolah tak ingin terpisah satu sama lain.


****


Paris...


Ryan sedikit kecewa pada Laras karena tak bisa menghadiri pernikahanya, tapi dia mengerti bahwa baby Zia tak bisa dibawa atau di tinggal jarak Indonesia-Paris tak memungkinkan untuk itu.


Ryan sudah bersiap dengan stelan tuxedonya dia terlihat gagah dan tampan, setelah selesai mengikrarkan janji suci mereka didepan penghulu dan para saksi kini Chintya dan Ryan sudah menjadi pasangan yang halal dimata hukum dan agama.


Suasana haru terasa ketika mereka memasuki gedung resepsi, Chintya yang digandeng papinya merasa sedikit sedih karena disaat hari bahagianya maminya sudah tak bisa menyaksikanya.


Chintya menyambut uluran tangan suaminya, senyum merekah indah diantara keduanya, sungguh pernikahan yang istimewa dan indah, terbesit dipikiran Tama untuk mengumumkan pernikahanya dengan Laras setelah ini, semoga Laras mau batin nya.


Ditengah acara resepsi Ryan dan Chintya Tama bertemu seseorang yang dia kenal.


"Sharon." sapa Tama.


"Hay bang Tama." balas Sharon.


"Hay juga, sama siapa datang?" tanya Tama.


"Sama kakek." jawab nya.


"Jahatnya nikah ga ngundang lupa ya, mana suami?" tanya Tama, Tama ingat hari itu bahwa sebulan lagi dia nikah dan ini udah lewat sebulan harusnya dia sudah menikah bukan.


"Aku ga jadi nikah bang, calon suami ku ternyata ga baik." jawab Sharon.


"Ooo, sabar Shar anggap aja belum jodoh." tambah Tama.

__ADS_1


Sharon sebenernya ingin menanyakan Aldo tapi dia ragu, takut nanti Tama berfikir macam macam tentang nya.


Bersambung....


__ADS_2