
Laras sudah siap berangkat kekantor, Laras melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang, tiba tiba motor yang dikendarai mogok ditengah jalan, Laras berusaha menyalakannya lagi tapi sia sia,
"Ya Tuhan apa ini, ck, aku bisa telat", Laras menutup wajahnya dengan kedua tanganya, lalu melepaskanya, Laras sangat bingung.
Diperjalan ke kantor tak sengaja Tama melihat wanita yang tak asing baginya,Tama menyuruh Aldo menghentikan mobilnya.
"Al, bukan kah itu dia ?".Tanya Tama pada asistenya.
"Betul bos (Bini elo batin Aldo grigitan)." jawab Aldo
"Kenapa itu Al?".Tanya Tama lagi.
"Sepertinya mogok bos motornya".Jawab Aldo, Tama malah tersenyum.
"Ooo, uruh dia ikut kita, kamu suruh orang untuk ngurus motornya?".Pinta Tama, Aldo pun melaksanakan perintah abang nya.
"Baik bos." Aldo pun turun dan mengajak Laras bareng denganya, dengan berbagai alasan ahirnya Laras mau ikut, Laras juga takut telat, tapi bagai mana dengan motornya.
Aldo membukakan pintu belakang untuk Laras, begitu masuk Laras sangat terkejut yang ada didalam mobil ternyata adalah bos sekaligus suaminya.
"Pagi tuan". Sapa Laras.
"Heemm"
Ya Tuhan gitu doang, semalem habis dikasih sekarang sifatnya kembali lagi, dasar pria egois, arogan, dingin, nyebelin, hufff, biarkan lah dia memang begitu, Laras pun menyerah dengan pikiranya.
"Maaf tuan, saya turun dihalte depan saja, ga enak kalo ada yang lihat". Pinta Laras.
"Heemmm" .Jawab Tama.
Sebelum Laras turun Tama menyentuh tangan Laras dan tersenyum, Laras menganggukan kepalanya, Laras pun turun dihalte yang dia mau.
Para kariawan banyak membicarakan ketampanan bos baru mereka, tapi tidak dengan Laras, dia tidak akan berani.
Tama berjalan menuju lift khusus untuknya, tapi pegawai disana mengatakan bahwa lift khusus untuknya dalam perbaikan, terpaksa Tama naik lift kariawan.
__ADS_1
Para kariawan memundurkan barisan, memberikan tempat untuk bos mereka, didalam lift tak sengaja Tama berdiri disamping Laras, tangan mereka bersentuhan lalu Tama menggenggam tangan Laras sampai lift yang membawa mereka terbuka, Laras melepaskan gengaman tangan suaminya dan melangkah menuju ruanganya.
Dia kenapa sih bikin deg degan aja batin Laras, tapi Laras bahagia,
apakah aku tidak salah dengan perasaanku Tuhan, apakah benar aku jatuh cinta padanya, batin Laras.
.......
Diruang CEO
Tama benar benar tak fokus, Laras telah mengobrak abrikan konsentrsinya, dia manis banget sih, Ya tuhan apa ini apakah aku benar benar jatuh cinta padanya, Tama mengetu ngetukbmeja kerjanya, berusah mengerti perasaanya. Tama pun tak mampu menahan rindu yang terus mengelitik dadanya, Tama pun mengikuti kata hatinya, Tamabberanjak dari tempat duduknya, Tama berjalan jalan keliling kantornya, tidak seperti biasanya seorang bos berkeliling ketempat tempat seperti ini, kayak ga ada kerjaan aja..
Sampailah Tama di ruangan Laras bekerja, semua kariawan berdiri dan memberikan hormat, tapi sayang Laras tidak menyadari jika bos nya ada disini.
"Hay kamu." tegur Tama pada Laras.
"Ras, sssttt." Sandra memberi kode.
"Apaan?" tanya Laras lugu.
"Itu big bos." jawab Sandra berbisik.
"Itu Ras dia ngliatin elo".
Seketika Laras berdiri dan memberi hormat pada Tama.
"Siang pak."sapa Laras gugupjujur Tama ingin tertawa, dia selalu saja gugup jika berhadapan denganku, sungguh menggemaskan batinTama.
"Siapa namamu?" tanya Tama pada Laras.
"Saya Larasati pak".
"Apa yang kamu kerjakan, fokus sekali?" tanya Tama.
"Membuat desain baru pak." jawab Laras.
__ADS_1
"Baiklah semua boleh duduk, kamu jelaskan ini". Perintah Tama, modus.
Laras pun duduk dia sangat gemetar karena bosnya sedang memegang mos komputernya dan wajah mereka sangatlah dekat, Laras menjelaskan beberapa desain yang dia buat, Tama terlihat fokus padahal matanya terus melihat Laras.
Ingin sekali Laras mendorong wajah itu, lalu Laras menulis sesuatu di kertas.
Laras menulis
Tuan jangan dekat dekat, Aku mohon.
Tama membalas
Jangan membantah kamu, saya bos disini.
Laras melirik ke arah Tama, Tama hanya tersenyum nakal, lalu dia kembali menanyakan lagi sesuatu yang sudah dia tau, terpaksa Laras pun menjelaskanya lagi.
Tuan udah ah, tulis Laras lagi.
"Beri aku satu ciuman maka aku akan pergi," Balas Tama.
"Nanti ya," balas Laras
"Kapan?" tulis Tama
"Pulang kerja," balas Laras.
"Oke, aku tunggu, "tulis Tama lagi.
Ahirnya Tama pun pergi dari ruangan Laras,
semua menghembuskan nafas kasar, seolah baru mendapat udara, bos besar berada diruangan ini berasa oksigen ga bisa masuk.
"Huufffff, itu orang bikin kita susah nafas aja Ras," celetuk Sandra.
Laras hanya diam menghadapi kemodusan suaminya.
__ADS_1
Laras hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaanya.
***Bersambung***