
Aldo masih tak terima satu mobil dengan Sharon, begitupun Sharon pertemuan keduanya dengan Aldo berasa menjengkelkan, dipertemuan pertamanya Sharon melemparkan botol minum tepat dikepala Aldo masalahnya hanya sepele sebenernya, mereka bertabrakan ketika jogging pagi membuat ponsel Aldo jatuh dan pecah, Aldo marah dan meminta ganti padahal Sharon sudah minta maaf, karena sama sama tak bisa mengontrol emosinya ahirnya mereka bertengkar hebat, Sharon adalah seorang pengacara berdebat adalah ahlinya. begitupun Aldo dia pun ga mau kalah dengan gadis yang menurutnya monster hidup.
Suasana dimobil menjadi hening, tak ada satupun suara dari mereka berdua, Tama merasa sedikit tenang karena tak ada keributan lagi diantara mereka, Tama sedang asik dengan ponselnya tiba tiba Aldo menginjak rem secara mendadak.
ccciiiiiiiittttt......
Mereka berdua pun terkejut.
"Apaan sih, bisa nyetir ga." gerutu Sharon.
"Ck, lihat didepan." ucap Aldo tenang.
"Astaga, semoga mereka ga bawa senjata." ucap Sharon.
"Lo perempuan dimobil aja." ucap Aldo.
"Okey." jawab Sharon, Aldo dan Tama pun keluar.
"Bang, sepertinya dibelakang ada yang mengikuti kita juga, mereka banyak bang." ucap Aldo.
"Hemm, jangan keluar dulu amankan diri dulu." jawab Tama.
"Mereka nyamperin bang."
Dan...
Aldo membuka paksa mobilnya, pertempuran pun tak terelakan, 2 lawan 8 bro.
Sharon diam dimobil sambil mempelajari pergerakan lawanya, Sharon tersenyum ketika melihat Aldo dan Tama mengeluarkan keahlian mereka.
Dan buggggg...tinju mendarat di muka Aldo membuat Aldo tersungkur, entah mengapa pukulan di wajah Aldo membuat darah Sharon mendidih, dia langsung mengambil sebotol parfum kecil ditasnya dan segera turun, Salah satu preman mengaluarkan pisau dari kantongnya dan mendekati Aldo, Sharon langsung mendendang preman itu bugggg...
preman itu tersungkur, Sharon langsung membantu Aldo berdiri mereka berdua pun bekerja sama melawan preman preman itu, mereka menyatukan punggung mereka dan berputar pelan mencari ancang ancang yang pas untuk melawan mereka.
"Saatnya.." ucap Sharon memberi aba aba pada Aldo untuk menyerang, dan pertempuran kembali terjadi, Sharon megeluarkan jurus yang dia pelajari, tak sia sia juga dia belajar ilmu bela diri, Aldo sudah tak ada waktu lagi untuk mengagumi musuh barunya dia hanya fokus saling melindungi dan mengalahkan musuh yang sedang mengepung mereka.
Tama juga tak tinggal diam, dengan gagahnya dia mampu melawan 3 preman hingga mereka tersungkur.
__ADS_1
Disisi lain disela sela pertempuranya Sharon bermain curang ketika ada kesempatan dia pun menyemprotkan parfum pada mata lawanya, hingga mereka tak bisa melihat itu membuat nya mudah untuk menghajar mereka.
Selang berapa menit para preman itu pun lari terbirit birit, sayang nya tangan Aldo cedera, Tama masih aman hanya ada beberapa lebam diwajah dan siku kirinya berdarah karena terbentur aspal ketika dia terjatuh, hanya Sharon yang aman, dia pun memapah Aldo masuk kedalam mobil, Sharon juga membukakan pintu belakang untuk Tama, dia pun langsung masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.
"Kita kemana bang, rumah sakit kah, sepertinya adekmu cidera?" tanya Sharon.
"Jangan Shar kita ke markas papi aja, disana ada dokter yang bisa ngobatin kita." jawab Tama, Tama memberikan arahan pada Sharon dimana letak markas papinya, Aldo meringis kesakitan mungkin tanganya kirinya patah.
"Lo hebat juga lampir." goda Aldo.
"Pastilah musang." balas Sharon.
"Kemarin jin tomang sekarang musang besok apa lagi?" goda Aldo lagi.
Sharon tak menjawab, dia terus melajukan kendaraan nya.
betapa terkejutnya mereka melihat marakas mereka diserang.
"Al lo dimobil aja biar gue ama Sharon yang turun." ucap Tama,
"Siapa mereka?" tanya Sharon.
"Robin??"
"Kamu kenal Shar?"
"Tentu saja mafia nomer satu dikelasnya." jawab Sharon, tanpa kata mereka pun keluar dari mobil, pertempuran kembali terjadi, mata Aldo tak lepas dari tingkah lincah Sharon ketika melawan musuh musuhnya, Mata Aldo terbelalak ketika seseorang menendang punggung Sharon, Aldo melihat botol parfum Sharon tertinggal di dasbor dia pun mengambilnya dan turun untuk membantu Tama dan Sharon, Aldo membantubSharon berdiri, rasa sakit yang dia rasakan seketika hilang.
"Ini senjata mu bodoh." Aldo memberikan botol parfum pada Sharon, Sharon pun menerimanya dengan cepat, kini mereka bekerja sama lagi melawan preman preman itu, usaha mereka tak sia sia mereka pun berhasil melumpuhkan para preman bayaran itu.
Nafas lega dihembuskan oleh ketiganya, mereka dipapah oleh anak buah pak Bram untuk segara masuk.
Salah satu dari mereka pun menghubungi dokter pribadi pak Bram untuk mengobati luka luka mereka.
Sharon mengambil kotak P3k untuk mengobati luka luka Tama, setelah itu dia pun beralih ke Aldo, dengan cekatan dia pun membantu Aldo membersihan luka luka diwajah tampan musuhnya ini.
"Aku ga papa." ucap Aldo jaim.
__ADS_1
"Aku tau." jawab Sharon sambil membersihkan luka luka Aldo, Sharon sengaja menekan luka itu biar Aldo kesakitan.
"Ih sakit lampir." pekik Aldo.
"Cemen amat sih." umpat Sharon.
"Lo perempuan apa bukan sih, kasar bener." ucap Aldo, Sharon pun emosi dia memberikan kapas yang sudah dia kasih alkohol ketangan Aldo.
"Ni bersihin sendiri." ucap Sharon sambil berdiri dan berjalan menjauhi Aldo, dia pun duduk disis Tama.
"Bang, abang ada masalah apa kok sampai Robin nyerang abang?" tanya Sharon.
Tama pun menceritakan apa yang sebenernya terjadi.
"Bodoh banget tu si perempuan mau dipacari Robin, dia ga tau apa tu si laki laki penipu ulung sebenernya wanita yang dideketi Robin itu cuma dimanfaatin doang bang, ntar kalau dia udah bosen ya tinggal dilempar aja." ucap Sharon.
"Sok tau lo." umpat Aldo.
"Eh elo kalau kagak tau diem ya, musang." balas Sharon.
"Udah Shar lo ga usah ladenin dia, oia dari mana lo tau soal Robin Shar? " tanya Tama.
"Mantan istrinya klien kita bang, semoga yang kita bicarkan Robin yang sama ya bang." jawab Sharon.
"Emang ada berapa Robin sih ya ada didunia mereka?" ucap Aldo.
"Ya kita ga tau, orang Singapur bukan bang?" tanya Sharon.
"Bener kata bini gue dia asli sono." jawab Tama.
"Berarti bener bang, yang kita bahas satu orang." jawab Sharon.
"Eh, ngomong ngomong kalian berdua ada cemistry lo, gue perhatikan tadi kalian kompak banget." goda Tama.
"Gue bang ada cemistry ama dia, mendingan gue dijodohin ama papi, ama lampir hiiii ogah." jawab Aldo mengidik ngeri.
"Dih siapa juga yang mau sama musang kayak elo, yang ada naik darahku naik gulaku tiap hari." balas Sharon tak kalah pedas.
__ADS_1
Genderang perang makin gencar mereka luncurkan membuat geli yang mendengar nya.
Bersambung....