PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Anak Adalah Segalanya


__ADS_3

Kebahagiaan yang dimiliki Tama dan Laras serasa sudah lengkap, bahkan keluarga kecil mereka sekarang juga sudah menempati rumah baru hadiah ulang tahun Tama dari papa mertuanya, Tama lebih sering membawa pekerjaan nya pulang karena ingin selalu dekat dengan ketiga buah hatinya, Tama tak ingin kehilangan moment gold bersama mereka, bagi Tama Anak adalah segalanya karena papi Bram dulu juga begitu padanya ketika dia masih kecil, bahkan papi Bram tak segan membawanya kekantor ketika mami Arini mengalami depresi akibat kehilangan saudara kembar Tama, tapi dengan kegigihan kesabaran dan cinta kasih papi Bram ahirnya mami Arini sembuh dan bisa menerima kepergian Tomi adek kembar Tama, selang beberapa tahun Tuhan telah menganti kepergian Tomi dengan kehadiran Aldo yang mereka adopsi dari pengasuh Tama yang meninggal karena tumor otak.


Tama sangat senang meski saat ini dia sering kurang tidur, dia memilih membantu istrinya sendiri ketika menjaga ketiga buah hati mereka ketika malam, ketika siang Tama telah mencarikan asisten untuk membantu Laras menjaga buah hati mereka.


Malam itu seperti biasa asisten rumah tangga dirumah Tama sudah menyiapkan botol susu untuk Zia dan juga untuk baby twins mereka, saat bangun malam Tama selalu siaga membantu istrinya menyiapkan susu mereka bertiga, untung nya Zia sudah tak serewel adek adeknya.


"Dad, masih mau nambah anak lagi kok mami jadi kasihan sama daddy udah capek kerja malem nya masih bantu mami jaga mereka." ucap Laras sambil memberikan Asinya pada baby Zoi sedangkan Zio sedang terlelap di samping Tama.


"Jangan gitu sayang kan kita bikinya berdua jadi jaganya juga harus berdua dong biar adil, kalau daddy sih oke oke aja asal mami mau mengandung dan nglahirin mereka buat daddy hahaha." ucap Tama sambil mengelus pipi Zio.


"Heemmm daddy, kamu bener bener ayah idaman deh dad ga nyangka mami." rayu Laras.


"Daddy tu suka banget sama anak anak mi, makanya daddy kesal marah emosi pas anak daddy hilang." jawab Tama.


"Maaf ya dad waktu itu mami teledor." ucap Laras.


"Iya sayang kita kan udah sama sama tau kalau itu bukan salah mami, daddy juga minta maaf ya sayang oke, jangan diinget inget lagi." jawab Tama.


"He em sayang, oia dad Aldo udah ngantor belum?" tanya Laras.


"Belum mi, rencana nya daddy besok mau kesana pas daddy chat yang bales Sharon katanya Aldo masih lemes belum kuat ngapa ngapain." jawab Tama.


"Kok ga ke dokter sih dad, udah berapa hari dia sakit?" tanya Laras.


"Al itu takut disuntik mami tapi kalau suruh nyuntik berani dia." jawab Tama.


"Kok aneh." tentu saja Laras heran dengan jawaban suaminya.


"Dia dulu sempet kuliah dikedokteran tapi entah kenapa dia ga nerusin, pas ditanya papi dia bilang capek capek ahirnya ama papi dia dibawa ke Jepang kuliah manajemen bisnis ya udah sekarang jadi asisten papi kadang juga bantuin daddy, jadi gaji si kampret itu doble." Laras baru tau rahasia tentang adek iparnya.


"Sharon tau ga dad kalau suaminya calon dokter yang gagal ?" tanya Laras.


"Kayaknya ga tau mi soalnya dia malu kalau di ledekin." jawab Tama.


"Adeknya Tama ya unik sama kayak abang nya." goda Laras, Tama hanya tersenyum mendengar umpatan istrinya.


"Mami ini." balas Tama.


.....


Apartemen Aldo dan Sharon..


Kali ini Aldo benar benar dibuat lemas oleh kehamilan simpatiknya dia tak bisa makan apa lagi minum badanya menjadi lemas tak berdaya, yang dia ingin kan hanya berbaring dan mencium aroma jeruk.


"Bener bener ga enak banget ngrasain ngidam." ucap Aldo.


"Maafin mimi ya pi." ucap Niken sambil mengelus perut Aldo.


"Lucu juga ya mi ahh tapi emang ada yang seperti ini pipi pernah belajar soal ini," jawab Aldo.


"Emang beneran ya pi kalau pipi sebenernya dokter?" tanya Sharon penasaran.

__ADS_1


"Bukan dokter mi, pipi hanya pernah belajar." jawab Aldo.


"Heemm oke." jawab Sharon.


Ditengah obrolan mereka terdengar seseorang memencet bel apartemen mereka.


"Ada yang dateng mi." ucap Aldo.


"He em pi, mimi buka dulu ya." balas Sharon sambil merapikan kaos Aldo, Sharon pun meninggalkan Aldo dan beranjak untuk menyapa tamu mereka.


"Eh bang Tama sama siapa bang?" tanya Sharon.


"Sendiri, mana bocah tengik itu?" tanya Tama.


"Dikamar bang masih tepar." jawab Sharon.


"Kok ga dokter, udah berapa hari dia begitu?" tanya Tama.


"Ya dari kak Laras lahiran, pulang dari resepsi Izal bang dia begitu." jawab Sharon.


"Hah, udah seminggu dong." ucap Tama terkejut.


"Ya begitulah bang." jawab Sharon.


"Vano udah dateng periksa?" tanya Tama lagi sambil berjalan kearah kamar Aldo, Sharon mengikutinya dari belakang.


"Udah bang."


"Dia bilang pacarnya (Aldo) tu sakit apaan?" tanya Tama.


"Hay kampr*t kenape lo?" tanya Tama ketika melihat adeknya meringkuk diranjang dan memakai selimutnya.


"Eh abang," sapa Aldo sambil membuka selimut dan duduk untuk mengobrol bersama abang nya.


"Kenape lo kayak bayi aja?" tanya Tama lagi.


"Hah, akibat berani sama bini bang." jawab Aldo, Sharon hanya tersenyum.


"Berani ama bini apaan sih lo, aneh dah apaan jangan muter muter napa." Tama mulai geram dengan adeknya.


"Dia lagi ngidam bang." jawab Sharon.


"Hah ngidam maksudnya?" tanya Tama, karena dia sendiri belum pernah merasakan ini.


"Iya ngidam, Sharon yang isi mas Al yang huek huek." ucap Sharon menjelaskan agar Tama tak lagi bingung.


"Hah, ada begitu?" tanya Tama.


"Ada bang, la itu buktinya jadi adil bang istri yang isi suami yang hah abang paham kan." Sharon kembali menjelaskan sekaligus meledek suaminya.


"Terus aja queen kamu ketawain suamimu ini " umpat Aldo, Tama tertawa mendemgarkan penjelasan Sharon, dia heran tapi setelah Aldo menjelaskan secara medis dan apa yang dia ketahui tentang ini Tama jadi mengerti sekaligus percaya.

__ADS_1


"Ada ya yang seperti ini." ucap Tama masih sedikit bingung.


"Ada bang, makanya abang beruntung kak Laras hamil dua kali tak melibatkan abang, la ini baru sekali udah berani menghajar bapaknya." ucap Aldo serentak Tama dan Sharon tertawa.


"Ahhh, kamu pinter de uncle bangga padamu, udah berapa bulan Shar?" tanya Tama.


"Udah mau masuk tiga bulan bang." jawab Sharon.


"Udah periksa ke dokter kandungan?" tanya Tama.


"Periksa ke specialis sih belum bang, baru Dokter Vano sama pipi nya sendiri yang periksa, belum sempet bang la pipi nya malah tepar." jawab Sharon sambil mengelus lengan suaminya.


"Hahaha iya iya abang paham, mami papi udah dikasih tau belum?" tanya Tama.


"Belum bang, nanti kalau udah enakan Al mau kerumah mami." jawab Al.


"Hah, ahirnya adek gue berhasil juga selamat ya buat kalian berdua, dijagain Shar anak itu berkah, anak itu segalanya pokoknya abang aja seneng tiap hari begadang jagain tiga anak abang sekaligus emaknya hahaha."canda Tama.


"Abang jaga sendiri?" tanya Sharon tak percaya.


"He em."


"Loh emang ga ada mbak yang bantu bang?" tanya Sharon, kalau Aldo udah tau sifat abang nya jadi udah ga penasaran.


"Ada, mereka bantu kalau abang lagi ga dirumah, kalau abang dirumah ya abang jaga sendiri sama emaknya." jawab Tama apa adanya.


"Uwiiihhh mantap hot daddy dah pokoknya." puji Sharon.


"Ya itu Shar bagi abang anak itu sesuatu yang harus abang jaga karena mereka anamah kan, abang yang berbuat makanya abang akan selalu bertanggung jawab atas mereka." ucap Tama lagi mengutarakan pendapatnya.


"Abang luar biasa, kak Laras beruntung dapet abang udah ganteng tajir baik hati pula sifat kepedulian nya tinggi pokoknya mantap jiwa dah." puji Sharon lagi, kumat gokil nya.


"Dia abang gue lo jangan macem macem queen." Sharon tertawa sambil melirik suami nya, karena sejak dia hamil Aldo lebih sensitif plus posesif padanya.


"Enggak pipi nya baby, kamu tetep yang pertama ya sayang jangan ngambek dong." rayu Sharon, Aldo hanya cuek tapi dia tau Sharon serius dengan ucapanya.


"Oke abang balik kantor dulu, si asisten sialan itu ga balik balik lagi keenakan dia libur mulu." umpat Tama sambil berpamitan.


"Namanya juga pengantin baru bang, honey moon hahaha," goda Aldo.


"Dia ma kelewatan." ucap Tama.


"Love bang love kayak abang ga pernah aja." goda Aldo.


"Iye iye ahhh kalian ini merepotkan saja, elo juga cepeten kerja jangan nempel aja ama bini." umpat Tama, Aldo malah bermanja manja di pundak Sharon membuat Tama semakin geram padanya.


"Iye abang sayang, besok aku ngantor dah." jawab Aldo.


"Oke abang tunggu, Shar abang balik dulu ya dijaga kandungan nya." ucap Tama.


"Siap bang, abang hati hati ya salam buat kak Laras sori belum sempet kerumah." jawab Sharon.

__ADS_1


"He em yang penting kita semua sehat." ucap Tama, dia pun ahirnya berpamitan dan kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugas nya.


Bersambung...


__ADS_2