
Meski pesta resepsi telah usai dan hampir semua tamu undangan sudah pulang tapi Aldo masih belum bisa masuk ke kamar pengantin nya dikarenakan ditahan oleh teman teman club nya.
"Jangan kasih dia belah duren dulu ke enakan." goda teman Aldo, Aldo hanya tersenyum dan mulai mau membalas ejekan sahabat sahabatnya.
"***** lo, gue udah ga ketemu doi seminggu kalian ga ada yang kasihan ama gue, aaa kalian ga asik."balas Aldo.
"Hari gini calon pengantin masih dipingit ga jaman bro." temen Aldo satu nya malah membuat panas.
"Serius berarti ga ada dong adat seperti itu, wah, mami papi pasti ini akal akalan mereka, ampek handphone gue disita bro." cerita Aldo pada sahabat sahabatnya, Serentak mereka menertawakan kebodohan Aldo.
"Sialan lo pada gue ditindas malah kalian ketawain, gue doain elo elo sama elo ngalamin nasib sama kayak gue." tunjuk Aldo pada ketiga sahabatnya yang belum merit.
"Gue kagak sebegok elo, gue makan dulu aja tu calon bini biar dipingit tiga minggu juga ayok aja kan udah dapet ini." balas salah satu dari mereka, malah membuat panas telinga Aldo.
"Dasar otak lo gesrek, udah ah pulang sono lo pada dari pada ntar bini gue ngambek." usir Aldo pada sahabat sahabatnya.
"Iye iye kite cabut selamat belah duren ye pak semoga langgeng." ucap salah satu sahabat Aldo sambil menjabat tangan Aldo dan memeluknya.
__ADS_1
"Thanks bro, gue doain lo cepet dapet juga."
"Amin" balasnya.
"Kita cabut dulu ya bro pelan pelan aja ga usah ngegas." bisik Izal.
"T** lo dasar duren pekok." balas Aldo sambil meninju lengan Izal.
Ahirnya Aldo terbebas juga dari sahabat sahabat gilanya, Aldo sepertinya sudah tak sabar ingin memakan hidangan malamnya, dengan langkah tergesa gesa dia pun masuk kekamar pengantin nya.
Aldo terpesona dengan keindahan kamarnya terlebih lagi ada seseorang yang sangat dicintainya terbaring manis diranjang seolah sedang menantangnya.
Aldo tak perduli meski istrinya sudah terlelap, ide jahilnya tak pernah surut dibuka pelan selimut yang membungkus tubuh indah Sharon, mata Aldo terbelalak karena saat ini Sharon sudah menggunakan ligerly yang sangat manis berwarna hitam, bahkan bra dan celana dalam nya terlihat sangat kontras dengan warna kulitnya.
Gundukan indah dada Sharon membuatnya terngaga, dada itu yang membuatnya penasaran selama ini, betapa bahagianya dia karena saat ini dan seterusnya dia bisa melakukanya tanpa takut dosa, sudah halal bro.
Aldo mencium kening istrinya menciumi pipi dan leher Sharon bergantian, Sharon masih diam tak ada tanda tanda dia akan bangun, mungkin dia sangat lelah.
__ADS_1
Aldo tersenyum, "Dasar putri tidur." umpat Aldo, ini adalah dua kalinya Aldo melihat kekasih hatinya ini terlelap, dia memang manis.
Aldo ingin berhenti memuji Sharon dan memilih melanjutkan aksinya tapi dia merasa kasihan pada istrinya, mungkin dia kelelahan sampai ga berasa gini batin Aldo, dikecupnya lagi kening dan pipi Sharon kemudian dia mulai memangut lembut bibir itu, menaikan slimut untuk menutupi tubuh indah istrinya, birahi Aldo bangkit ketika slimut yang dia pegang sampai di dada Sharon, dada itu seakan menantang untuk dia sentuh, Aldo tersenyum dan membuka tali depan ligerly cantik Sharon, jelas saja PD Sharon langsung menampakan keindahanya tak menunggu waktu lagi Aldo langsung menyalurkan hasratnya, dia tak perduli meski sang pemilik nanti bangun dan memarahinya, Sharon yang merasa tidurnya terusik seketika membuka matanya, dia melihat Aldo sedang asik memainkan dadanya bahkan sudah tercipta beberapa tanda merah disana, Sharon memukul pelan pundak Aldo.
Dasar Aldo dia hanya mengangkat wajahnya dan tersenyum nakal didepan Sharon, seolah tak melakukan apapun.
"Ahhh kamu ma nakal jo lihat merah semua dadaku kamu apain? " ini adalah pengalaman pertama Sharon dimakan oleh seorang pria, meski enam tahun dia menjalin kasih dengan kekasihnya dia tetap pandai menjaga dirinya.
"Semua ini miliku queen jadi apapun yang aku lakukan boleh udah halal, bahkan jika saat ini aku memakanmu juga ga bakalan ada yang marah." jawab Aldo.
Sharon tersipu malu, dia ingat bahwa saat ini dia sudah sah menjadi istri Aldo, sudah sah secara agama dan hukum bahwa dia adalah ratu dari Alfiansyah Aldo Demitri.
"Iya baiklah suamiku yang tampan, makanlah aku sekarang aku mau bobo." jawab Sharon memejamkan matanya kembali.
Mana mungkin Aldo akan mengizinkanya tidur, tangan kekar Aldo mulai nakal sentuhan lembutnya tentu saja membuat Sharon terbuai dan menyerahkan segalanya.
Malam ini menjadi malam yang indah bagi Sharon dan Aldo, tadi pagi mereka telah berjanji akan setia sehidup semati saling menjaga hingga maut memisahkan, dan apapun yang mereka miliki adalah milik bersama, dengan ketulusan hati mereka pun menyatukan raga mereka untuk membuktian cinta yang mereka miliki.
__ADS_1
Mesti Sharon sempat menagis tengah dipermainan mereka namun dia tetep iklas melanjutkanya, Aldo memperlakukan nya dengan sangat baik, sesuai dengan janji Sharon pada dirinya sendiri bahwa dia akan menyerahkan apa yang dia miliki pada suami sahnya siapapun itu, diahir permainan mereka Aldo mencium lembut bibir Sharon dan menuntunnya masuk kedalam lingkarang indahnya surga dunia, mereka saling melempar senyum dan mengecup satu sama lain, perasaan bahagia tak dipungkiri lagi, kini mereka telah sah sebagai suami istri seutuhnya, selamat ya mas Al mbak queen, semoga secepatnya dapet momongan. amin.
Bersambung...