PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Malu Tapi Mau


__ADS_3

Hari menjelang siang teman teman Laras sudah pada bersiap kekantin untuk mengisi tenaga yang mereka rasa sudah hampir habis, tapi tidak dengan Laras, dia santai karena membawa bekal sendiri dari rumah.


Ibu Cantika sang menejer gaul masuk keruangan dimana Laras sedang menikmati makananya sendirian. Muka nya terlihat kurang senang alias suram.


"Dasar bos aneh kemarin maunya buru buru sekarang ditinggal pergi maunya apa sih." gerutunya, Cantika tak menyadari jika Laras ada disitu dan mendengarkanya.


"Ada apa bu?" tanya Laras, Cantika malah terkejut.


"Eh kok kamu masih disini Ras, ga ikutan ke kantin?" dia malah bertanya balik.


"Ga bu, Laras bawa bekel tadi Ibu ngomel ada apaan?" tanya Laras sambil menyendokan lagi makananya ke mulutnya.


"Itulah si bos plin plan, katanya kemarin dia udah setuju mau pakek desain kita, udah di Acc juga ehhh sekarang malah minta desain baru dia bilang apa?, desainmu terlalu biasa kurang menarik kalau dipakai cover buku nanti anak anak ga jadi beli kurang cantik cerewet sekali, emang anak anak mau sekolah apa pamer bagus bagusan cover buku sih, emosi gue lagian kan mereka pakeknya juga disampul dasar alasan aja." Cantika benar benar kesal sekarang, Tama memang luar biasa karena mampu mengobrak abrik emosi seorang Cantika yang terkenal paling slow.


"Hehehe, namanya juga bos bu Cantika suka suka dia aja nurut aja sudah." jawab Laras sebenernya dia pengen ketawa, sekarang Laras tau bukan hanya dia yang jadi korban ke plin planan suaminya, sampai kariawannya juga ikut kena, Laras tau pasti pikiran Tama sedang kalut, pasti banyak sekali beban yang suaminya pikirkan sekarang terlebih Tama kena tipu yang nilai nya tidak main main dan mengancam kelangsungan usahanya.


Laras jadi berfikir haruskah dia terima usul sahabatnya agar dia pergi ke Paris segera untuk menandatangani kerjasama dengan rumah mode disana, siapa tau uangnya bisa digunakan untuk menyelamatkan perusahaan suaminya, kontraknya juga fantastis kok, apa salahnya aku coba batin Laras.


Kembali dia berfikir bagaimana caranya supaya Tama mau mengijinkanya pergi. ah pikirkan itu nanti yang penting selesaikan pekerjaan yang disini habis itu minta resign terus berangkat, semoga kita bisa selametin perusahaan papi ya dek batin Laras lagi sambil mengelus perutnya.


Teman teman Laras kembali masuk keruangan, melihat bu Cantika yang mukanya kusut mereka pun bisik bisik.


"Sstt Ras, kenapa doi kusut?" bisik Siska.


"Ayang beb rewel (mereka tau bu Cantika sangat mengidolakan Tama)." balas Laras berbisik juga.


"Why?"Sandra ikutan penasaran. Cantika bangun dan menegur mereka.


"Ga usah bisik bisik kalau mau tau langsung aja tanya bikin emosi juga kalian?" Cantika ngomel sambil melipat tanganya dan keluar ruangan mereka berempat malah tertawa, Laras menjelaskan pada teman se tim nya apa yang membuat atasan mereka sewot.

__ADS_1


"Oalah, pentesan." jawab Siska.


"Gue jadi penasaran bos ganteng kita itu punya pacar ga sih heran gue asisten cowok sekertaris cowok juga sampai cleaning servis ruanganya juga cowok kata orang orang dikantin tadi iya kan sis, sibos itu anti cewek, jangan jangan gay lagi hiiii ganteng ganteng gay." Sandra mengidik ngeri, Laras hanya tersenyum.


"Sok tau kamu." Jonathan menyaut.


"Dih, dibilangin ga denger apa tadi bisik bisik dikantin." balas Sandra dia ga terima kalau argumenya dipatahkan.


Cantika masuk lagi keruangan mereka.


"Gaes kabar buruk si bos plin plan mau kita meeting dadakan sore ini, Laras kita lembur." Cantika menunjuk Laras lagi untuk menemaninya, yang lain bersorak senang hanya Laras yang menjatuhkan kepalanya ke meja.


"Kenapa aku lagi bu?" tanya Laras tak bersemangat.


"Hanya kamu yang bisa bikin doi tenang." hah apa maksudnya. Laras menatap teman temanya yang menertawakanya, Laras tau itu, dia pun tak ada pilihan lain selain menuruti perintah atasanya.


Semua sudah siap dikursinya masing masing hanya tinggal menunggu CEO rewel kata bu Cantika, hampir satu jam mereka menunggu rasanya melelahkan belum lagi Laras harus mendengar mereka semua menjelek jelekan suaminya, rasanya tak terima ingin rasanya Laras mengeluarkan suaranya untuk membela pemilik hatinya, tapi dia masih mampu menjaga perasaanya.


Suara langkah kaki sudah terdengar mendekati ruangan mereka, seketika mereka pun diam serempak pimpinan tegas mereka sudah datang tandanya mereka harus siap perang.


"Assalamualaikum semua." sambut Tama, uiih top bos kita selalu mengawali rapat dengan Asma Allah.


"Walaikumsalam." jawab mereka serempak.


"Maaf saya terlambat, pesawat nya gagal take off karena cuaca buruk harap kalian mengerti, ( anggota rapat mengangguk tanda mengerti) oke sebelumnya saya minta maaf karena telah menyita waktu kalian yang seharusnya sudah berkumpul dengan keluarga menjadi tersita karena meeting mendadak ini, karena disini kita keluarga jadi saya ingin kalian semua tau bahwa perusahaan kita sedang diambang masalah, saya harap kalian bersabar seandainya terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan (para anggota rapat saling berbisik) saya selaku pimpinan disini mengharap kerja sama kalian untuk lebih berusaha lagi untuk menstabilkan kondisi ini agar penjualan kita bisa meningkat itu salah satu cara agar mata pencaharian yang kita peluk ini tidak tumbang, apa kalian mengerti?" tanya Tama.


"Mengerti pak." jawab mereka serempak.


Meeting pun dimulai Tama menilai anak buahnya bisa diandalkan Tama yakin dia mampu menyelamatkan perusahaan yang hampir roboh ini jika semangat mereka tetap stabil seperti ini. Meeting diahiri dengan tepuk tangan dan doa Tama sangat puas dengan hasil rapat. semoga realitanya bisa berjalan sesuai rencana.

__ADS_1


"Oia untuk tim desain harap masih ditempat." perintah Tama, Cantika dan Laras pun duduk kembali.


"Bu Cantika maaf jika saya sedikit merepotkanmu, boleh saya bicara empat mata dengan asisten anda saya ingin dia menjelaskan secara detail konsep desain yang dia buat." Heemm modus batin Izal sang asisten, Cantika mengerti menyerahkan laptop dan beberapa kertas desain yang dia pegang Laras menerimanya setelah itu Cantikan pun undur diri.


Disini hanya tinggal Laras dan Tama si asisten juga dia usir, suasana menjadi hening Laras tak tau harus memulai perbincangan dari mana. Tama pun juga asik dengan ponselnya.


"Terus aku suruh ngilatin dia doang gitu, astaga dasar manusia aneh." gerutu Laras.


"Mas."


"Hem."


"Laras laper." itu hanya alasan sebenernya, dia hanya ingin terbebas dari suasana aneh ini.


"Pesen aja." jawabnya enteng, astaga mas ini dikantor buka restauran batinnya, Tama masih fokus dengan ponselnya.


Suasana hening kembali, Laras berdiri dan membuka ikatan gorden dan menutup gorden diruangan itu karena hari sudah semakin gelap.


"Anginnya kencang sekali." gumam Laras, Tama mendengar nya lalu menaruh ponsel nya dan beranjak mendekati Laras.


"Ada apa Ras?" tanya Tama.


"Kayaknya diluar hujan mas, anginya kenceng banget." jawab Laras.


"Ras."


"Hem." Laras menoleh, wajah mereka sangat dekat dan menjadi dekat mata mereka saling menatap, dimasing masing mata itu tertulis bahwa mereka sama sama saling merindu tapi sayang mereka belum berani mengekspresikan apa yang hati mereka inginkan.


***Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2