PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Kamu Selalu Dihatiku


__ADS_3

Ini adalah hari pertama bagi Laras menginjakan kakinya di kantor barunya, Laras merasa beruntung karena sejak awal CEO Belle fashion sangat antusias dengan karya karyanya sehingga memudahkan nya untuk l mempresentasikan apa yang menjadi Skill nya. Chintya ternyata adalah gadis berkebangsaan Prancis tapi memiliki darah indo sehingga sedikit banyak dia mengerti karakter dan budaya indonesia, tak sulit juga buat Laras untuk berkomunikasi denganya karena Chintya ternyata pandai berbahasa indonesia mengingat ibunya adalah orang indonesia asli.


"Hay, pagi miss." sapa Laras sambil membukukan badanya.


"Hay pagi juga Laras, selamat datang di Belle semoga betah disini, aku suka karyamu." sambut Chintya.


"Maaf miss ada bisa berbicara bahasa saya?" Laras terkejut mengingat wajahnya sama sekali tidak ada indo indonya.


"Ibu saya orang Bandung ya, ada kan nama daerah itu, saya takut salah sebut hehehe." Chintya tertawa kecil dia lucu dan malu malu ketika menceritakan tentang keluarganya, Ryan hanya diam dan tersenyum membuat Laras curiga.


"Benarkah daerah itu ada miss, itu luar biasa apa anda pernah pulang ke indo?" tanya Laras kepo.


"Pernah waktu kecil ketika oma n opa masih ada, sekarang belum lagi." jawabnya.


"Jika anda ada waktu ke indo mampirlah ketempat saya miss." tawar Laras.


"Oke bisa diatur." Laras semakin curiga dengan sahabatnya kenapa dari tadi diam saja, apakah yang dimaksud calon bini nya selama ini adalah bosnya, sikapnya lain benar benar mencurigakan.


"Sory miss sebelumnya, sebelum saya bergabung dengan perusahaan anda bolehkah saya meminta sedikit keringanan?" tanya Laras.


"Silahkan jika itu tak merugikan kerja sama kita saya rasa tak masalah." jawab Chitya.


"Jujur miss sebenernya saya sedang mengandung usia kandungan saya sekarang 16 minggu dan (Laras diam sejenak menghela nafas dalam dan mengapus air matanya yang menetes tak sengaja) saya kesini meninggalkan suami saya yang terbaring sakit, beliau belum lama mengalami kecelakanan dan sekarang koma miss." Laras berusaha terus terang akan masalahnya yang sedang dia hadapi agar bosnya mengerti jika suatu hari nanti dia minta ijin pulang tidak dipersulit.


Chintya bangun dari duduknya dan langsung memeluk Laras.


"Astaga maaf aku tak tau, seandainya aku tau aku tak akan memaksamu kesini, aku akan meminta karyamu lewat email saja dan kamu bisa terus menjaganya atau ga bisa aku yang kesana." Laras malah memangis menjadi jadi dipelukan bos barunya, bukan karena dia sedih dia malah bahagia sebab wanita yang akan jadi bosnya malah mengerti keadaanya.


"Terimakasih miss ada sangat baik, bolehkah kontraknya diubah hanya 3 atau 4 bulan saja miss, saya ingin melahirkan diindo nantinya." pinta Laras.


"Tentu saja kenapa tidak." jawab Chintya, dalam hati kecil Chintya dia berjanji akan membantu kesulitan Laras semampunya tapi dia tak mau berucap langsung dia juga takut tak bisa menepati janjinya nantinya.


"Jangan terlalu sungkan padaku miss Laras, katakan apapun yang jadi ganjalanmu nanti, aku siap mendengarkanmu." ucap Chintya lagi.


"Kita baru ketemu kenapa anda begitu baik pada saya miss?" tanya Laras.

__ADS_1


"Saya percaya pada patner saya miss, dia ga mungkin memilih orang yang salah." jawabnya.


"Kalian sepertinya ada sesuatu." celetuk Laras, Chintya dan Ryan menjadi malu malu.


"Kamu berhutang penjelasan padaku singa jelek." goda Laras pada Ryan sambil berbisik. Ryan melirik sahabatnya.


"Hust... diam lo." bisik Ryan.


Chintya berjalan menuju meja kerjanya dan menghubungi asistenya untuk merubah isi kontrak kerja Laras dan kembali bergabung duduk dengan mereka.


"Maaf Mr Ryan bisa tinggalan kami berdua." pinta Chintya.


"Tentu miss tak masalah." ucap Ryan seraya beranjak dari duduknya, sebelum itu dia memberi peringatan pada Laras agar tak cerita macem macem tentangnya pada Chintya.


"Awas lo kalau ngomong macem macem." ancam Ryan sambil berbisik.


"Dih suka suka gue wek." balas Laras, Chintya merasa mereka sangat lucu.


Ryan pun keluar dari ruangan Chintya, asisten Chintya masuk dan memberikan berkas perjanjian kontrak untuk Laras yang sudah diperbaharui.


"Oke miss Laras kita bisa mulai, saya akan jelaskan peraturan apa yang harus anda taati selama bergabung dengan kami dan ini adalah hak hak anda tentunya, sialahkan anda pelajari." ucap Chintya. Laras pun membaca dan memahami isinya, jika dia kurang paham maka dengan senang hati Chintya menjelaskanya.Laras tersenyum pantesan singa sialan itu jatuh cinta pada wanita ini, dia sangat baik dan tutur katanya juga sangat lembut beda banget dengan Niken yang sedikit galak dan manja.


"Tidak miss, anda jangan tersinggung anda sangat manis pantesan dia hehehehe." Laras tak meruskan kata katanya soalnya dia juga masih ragu.


"Kami ga ada hubungan apa apa miss, saya dan Mr Ryan kami hanya patner kerja." jawab Chintya langsung to the poin, Laras menganggukan kepalanya sambil tersenyum curiga.


"Lebih juga ga papa miss, singa jelek itu sangat baik kok dia penyayang." Laras mempromosikan sahabatnya.


"Singa?" ucap Chintya penuh tanda tanya.


"Singa itu bahasa indo miss Lion Ryan." jawab Laras menjelaskan Chintya tertawa.


"Singa tampan miss hehehe." ucap Laras. Chintya malah mengeraskan suara tawanya.


"Oke Ryan is singa tampan, itu cute." balasnya sambil tersenyum indah, Laras menangkap binar cinta dimata Chintya untuk sahabatnya.

__ADS_1


"Sory miss, apa kah anda menyukainya, maaf kalau saya lancang." ucap Laras.


"Apa anda sudah lama mengenalnya, apa dia punya kekasih?" tanya Chintya, wah ga salah lagi batin Laras.


" Ga miss dia jomblo."jawab Laras.


"Jomblo apa itu?" waduh nyonge lali(saya lupa) dia kan besar dimari mana tau istilah gaul di indo.


"Jomblo is single miss." jawab Laras, dia melirik Chintya. Laras tau Chintya menyimpan sesuatu.


"Miss sahabat saya itu sangat baik lo miss dia penyayang." Laras mempromosikan singa tampan itu lagi, Chintya hanya tersenyum.


"Apa anda sudah lama mengenalnya?" tanya Chintya.


"Kami sahabatan dari SMP sampai kuliah miss, waktu pertengahan kuliah kalau ga salah pas semester 2 baru dia pindah kesini karena papi nya sakit kalau ga salah, ga lama papinya meninggal dan dia harus meneruskan usaha papinya sebagai pengusaha jas dan tuxedo." Laras menceritakan apa yang dia tau tentang Ryan pada Chintya.


"Ya saya tau om Iksan beliau patner mami, itu sebabnya saya mengenal beliau karena sebenernya ini juga usaha mami, mami juga meninggal 3 bulan yang lalu." jawab Chintya, dia sangat sedih.


"Saya ikut berduka cita miss, saya juga yatim piatu miss kita sama." mereka berpelukan lagi karena merasa senasib.


"Miss Laras maukah anda berteman dengan saya." tawar Chintya.


"Saya merasa tersanjung jika anda menganggap saya teman miss, tentu saja saya mau." jawab Laras mereka tersenyum.


"Boleh kah saya memanggilmu Laras saja?" tanya Chintya.


"Tentu saja miss." jawab Laras, kemudian Laras pun menandatangani surat perjanjian kontrak itu, setelah itu Laras pun mempresentasikan hasil karya nya kepada bos barunya, menjelaskam semua ilmu yang dia punya, Chintya mendengarkanya dengan seksama, Chintya sangat puas dengan apa yang Laras sampaikan.


Laras menyerahkan desain desainnya kepada asisten Chintya dan mereka akan mulai memproduksinya tak lama lagi, Chintya yakin karya Laras akan menjadi ikon dalam pemeran yang akan mereka senggelarakan dua minggu setelah ini.


Chintya meminta asistenya mengantar Laras diruang kerjanya yang baru, sebagai pegawai yang baru pertama kali masuk kerja Laras merasa sangat diistimewakan karena dia langsung berhadapan dengan CEO perusahaan dan langsung bisa mempresentasikan karyanya di depan sang big bos.


Laras duduk bersandar dikursinya, membaca email dari ibu mertuanya yang mengirimkan foto tambatan hatinya, Laras tersenyum dalam tangisnya, tak dipungkiri betapa dia sangat merindukan Tama, biasanya dia yang mengelap tubuh tak berdaya itu. sesekali mengajaknya bicara meski Tama tak merespon dia tak putus asa, Dia sangat suka aroma wajah pucat Tama, bahkan tak jarang dia menciumi Tama walau pun disana ada ibu mertuanya.


"Sampai kapanpun kamu akan selalu ada dihatiku suamiku, cepatlah sembuh sayang aku akan berjuang untukmu, dan menjaga buah hati kita sayang aku mencintaimu." gumam Laras sambil memeluk ponselnya.

__ADS_1


menghapus air matanya dan memulai pekerjaanya.


Bersambung...


__ADS_2