PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Kena Kau


__ADS_3

Aldo masih terlelap ketika Sharon bangun, dia merasakan berat dikepalanya, badan nya terasa ringan seperti hendak melayang, Sharon duduk dan melihat disekeliling ruangan kamar, semua terlihat berantakan dia melihat baju yang dikenakanya, sudah ganti siapa yang mengantinya, dia melihat sekelilingnya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat ada seseorang masih terlelap disampingnya dan...


"Aaaaaggggg." teriak Sharon, seketika Aldo pun bangun ia terkejut.


"Apa sih pagi pagi udah teriak teriak." ucap Aldo santai meski dia baru saja terkejut dan membuka matanya.


"Ngapain lo dikamar gue." tunjuk Sharon marah, Aldo memiringkan tubuhnya dan menopang kepalanya dengan santai.


"Dilihat yang bener buk kamar gue kamar gue ngaku ngaku." balas Aldo, Sharon melihat sekeliling lagi, ahirnya dia sadar ini bukan kamarnya dia pun mengigit kuku kukunya karena takut.


"Udah inget belum?" tanya Aldo.


"Kenapa gue bisa ada disini, dan dan apa ini siapa yang menganti pakaian gue?" tanya Sharon gemetar, dia masih sibuk memeluk tubuhnya.


"Ck pura pura lupa lagi kan kita udah menikmatinya semalam sayang." goda Aldo.


"Menikmati menikmati apa?" Sharon semakin takut.


"Hah, pakai pura pura lupa lagi padahal semalam mendesah kenikmatan, mau ngulang boleh ayok." tambah Aldo sambil tersenyum licik, tentu saja muka Sharon memerah menahan marah.


"Enggak kamu bohong aku ga seperti itu kamu bohong." teriak Sharon sambil menutup kedua telinganya dan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Hah, semalam aja minta nambah sekarang pura pura, dasar cewek aneh." Aldo bangun dan segera bergegas masuk ke kamara mandi, dikamar mandi Aldo tersenyum puas, "Kena kau." umpat Aldo


"Tapi kasihan juga, ah nanti sambung lagi aku meski cari tau kenapa dia jadi begitu."


Dikamar tinggallah Sharon yang menangis meratapi kebodohanya, dia berusaha mengingat lagi apa yang terjadi semalam dan terlintas dibenaknya ketika dia memasuki club karena frustasi setelah melihat kekasihnya bercinta dengan wanita lain, padahal harusnya malam itu menjadi malam yang indah buat mereka, karena Sharon sudah berjanji dalam hatinya akan menyerahkan dirinya untuk pria yang dicintainya, tapi sayang nya dia menelan pil pait yang sama sekali dia tak menduganya, hubungan yang ia jalin bersama pujaan hatinya selama enam tahun pacaran kandas begitu saja, bahkan undangan pernikahan yang tinggal seminggu digelar sudah menyebar luas. Sharon meringkuk lagi diranjang milik Aldo, dia tak perduli jika seandainya iya Aldo sudah mengambil miliknya, sebelum ini dia juga sudah hancur bukan untuk apa lagi kesucian, aku mati matian mempertahankan kesucianku pada ahirnya aku tak dihargai , semua pembohong, semua gila aku benci kalian brengsek batinya.


"Bodoh aku bodoh, semua pria memang brengsek, aku benci pria." gumam Sharon dalam tangisnya.


Aldo keluar kamar mandi dengan pakaian santainya, dia tersenyum melihat Sharon yang masih meringkuk diranjangnya, ide jailnya pun datang lagi.


Dipungutinya baju baju yang berserakan, dia membaca ukuran bra Sharon dengan sangat keras.


"34D, gede juga dadamu sayang pantesan aku puas semalam, nanti habis kamu mandi kita ulang lagi ya atau sekarang aja." Aldo mendekati Sharon dan duduk disebelahnya. Aldo iseng hendak mengelus rambut Sharon dengan cepat dia menepis kasar tangan Aldo.


"Heemmm gaya, giliran sadar aja tanganku dilempar padahal semalem keenakan di.." Aldo tak meneruskan kata katanya dia melihat Sharon melirik padanya sambil memangis, dia pun tak tega ketika hendak meneruskan candaan nya.

__ADS_1


"Lo kenapa sih semalem mabok begitu jelek tau." ucap Aldo selembut mungkin, Sharon membalikan tubuhnya menghadap Aldo, dia malah menangis.


" Kalau ga mau cerita ya ga papa, lo istirahat aja tenangin pikiran lo mau disini dulu juga ga papa disini, gue iklas lo pinjem ranjang gue."ucap Aldo lagi.


"Al lo mau bantu gue ga?" tanya Sharon.


"Bantu apaan?"


"Lo mau ga bawa gue pergi jauh, sejauh mungkin." ucap Sharon, Aldo tau jika teman plus musuhnya ini sedang kacau.


"Kalau ada masalah dihadapi Shar jangan dihindari, lo sebenernya kenapa sih?" tanya Aldo lagi.


"Pria ******** itu selingkuh dibelakang gue Al." jawab Sharon kembali menangis.


"Gue tau lo sakit, harusnya lo tu seneng lo tau aslinya dia sebelum lo nikah, coba kalau udah bisa tambah sakit Shar." ucap Aldo mencoba menangkan hati Sharon.


"Perjuangan gue selama enam tahun sia sia Al, gue selalu berusaha setia sama dia gue selalu jaga kesucian gue selama ini dan itu ga ada artinya buat dia, " ucap Sharon dan kembali terisak.


"Gue ngerti perasaan lo Shar, lo yang sabar yang iklas mungkin dia bukan jodoh yang terbaik buat lo."


"Udangan pernikahan udah disebar Al gue mesti gimana, kakek gue pasti marah besar gue ga sudi nikah sama pria ******** kayak dia mending gue mati aja Al."


Suasana menjadi hening Aldo masih diam menunggu apa yang temen nya mau.


"Al."


"Beneran semalem kita udah.....?" tanya Sharon.


"Lo rasa ada yang aneh ga sama daerah sensitif lo?" tanya Aldo.


"Enggak." jawab Sharon seketika dia tersenyum dan bangun dipukulnya Aldo berkali kali.


"Agghh aghh aghh sakit Shar ampun." ucap Aldo sambil mengelus lengan nya yang dipukul Sharon.


"Nakal." umpat Sharon.


"Kena kan lo, makanya jadi cewek jangan suka mabok, aneh untung lo ketemu gue coba kalau cowok lain bisa habis lo." gerutu Aldo.

__ADS_1


"Sebenernya itu pengalaman pertama gue Al, kesel aja gue." jawab Sharon.


"Jangan diulangi lo perempuan harus pinter jaga diri mengerti." Sharon menganguk mengerti, sejenak dia melupakan rasa sakit hatinya, bersama Aldo dia merasakan kebahagiaan yang aneh berbeda sekali dengan mantan kekasihnya, hubungan mereka hanya datar datar saja mungkin karena jarang adanya komunikasi.


Aldo hendak beranjak dari tempat duduknya, dia ga mau terlalu lama berada di depan Sharon, bagaimanapun dia adalah laki laki normal, melihat dada tanpa bra tentu saja membuat darah kelelakianya bergejolak.


"Al."


"Apaa lagi."


"Seandainya kakek tetep maksa gue nikah gimana Al?" terpaksa Aldo kembali duduk ditempatnya semula.


"Gimana ya, menurut gue lo jujur aja dulu masalah keputusanya gimana kita omongin lagi nanti." jawab Aldo sebijaksana mungkin.


"Jika seandainya kakek menyetujui gue pisah ama dia tapi mengharuskan gue menikah juga lo mau ga Al nikah kontrak ama gue?" pertanyaan Sharon sedikit mengejutkan buat Aldo dan Cetek Aldo menyentil pelan kening Sharon.


"Aduuh sakit musang." umpat Sharon.


"Pikiran lo kejauhan." jawab Aldo.


"Lo ga tau Al kakek gue kan perfec dia anti gagal dan malu, gue cuma mau punya antisipasi sebelum itu terjadi gue tanya sekali lagi lo mau ga Al?"


"Gue mau asalkan lo.." mata Aldo melirik kedada Sharon yang menantangnya, Sharon belum menyadari mata nakal Aldo.


"Asalkan apa Al, asal gue bayar elo, lo mau berapa perbulan gue bakal pikirin asal keluarga gue ga malu gara gara gue batal nikah, gue minta bantuanya ga lama kok paling setahun" ucap Sharon mencoba bernegosiasi dengan Aldo.


"Eeheeemmm, bukan itu ***** lo kate gue sematre itu." jawab Aldo memalingkan wajahnya dari pemandangan indah itu.


"Lalu?"


"Kalau sekarang lo ijinin gue pegang dada elo gue mau haha." Aldo bangun dari duduknya dan segera menjauh dari Sharon.


"Dasaaaaarrrrrr mesum kurang ajar awas lo ya." Sharon segera menutup dadanya dengan selimut.


"Udah mandi sono gue siapin sarapan dulu daaa."


Aldo pun keluar kamarnya untuk menyiapkan sarapan untuk nya dan teman barunya, dikamar Sharon kembali tersenyum malu karena kebodohanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2