
Izal membukakan pintu untuk calon ibu mertuanya, Tama Aldo dan juga Laras menyambutnya dengan senyuman terbaik.
"Malam tant." sapa Laras.
"Hay Raras wah kapan nikah kok udah isi aja." goda Ibunya Niken membuat Laras tersipu malu, tentu saja dia tak tau sejak Laras dibawa pindah kerumah paman dan bibi nya mereka tak pernah bertemu.
"Laras baik tant, Laras nikahnya udah dua tahun lebih tant, mereka anak kedua Raras." jawaban Laras tentu saja membuat Ibunya Niken lebih terkejut.
"Walah kok ga kabar kabar, la itu si raja makan kemana dia?" tanya nya lagi menanyakan Ryan.
"Kan dia udah di Paris ma gimana sih." jawab Niken ketus.
"Ooo iya lupa tante, kangen juga sama keributan kalian ahhh ga berasa kalian udah pada gede yang atu anak nya udah mau dua yang atu udah nikah lalu kapan kamu Ken, mama udah tua ni." Ibu Niken berusaha mengalihkan penderitaan putrinya dengan mengulas kembali tentang masa lalu persahabatan Laras Niken dan juga Ryan.
"Tant anak Raras mau tiga tant bukan dua." jawab Laras malu malu.
"Loh katanya baru dua kali kan mengandung nya?" Ibunya Niken jadi bingung.
"Iya tant tapi kali ini isinya dua." jawab Laras sambil terkekeh.
"Oh ya selamat selamat Ya Tuhan pasti kalian seneng banget, mana yang mana suamimu?" tanya Ibu nya Niken.
__ADS_1
"Itu tant yang pakai kemeja biru, pria menyebalkan dia tant hajar aja." ucap Laras sambil melirik suami nya gemas.
"Hah dia, enggak dia tampan kok keren boleh lah hahahahaha," ucapan ibu nya Niken membuat seisi ruangan tertawa kecuali Izal dan Niken mereka berdua hanya tersenyum tipis, Izal masih memikirkan apa yang akan terjadi padanya setelah ini, bukan hanya Izal yang memikirkan itu gemuruh didada Niken juga tak kalah hebatnya, keputusan akan nasibnya ada ditangan ibunya.
"Eemmm tante boleh ga ngobrol sama mereka berdua." ucap ibunya Niken meminta pengertian Laras dan juga suaminya serta Aldo juga.
"Tentu saja tant, kenapa enggak." jawab Tama, ahirnya mereka bertiga pun keluar dari ruang rawat Niken, Ibu nya Niken meminta Izal mendekati ranjang Niken bersebrangan dengan nya.
"Sayang mama prihatin atas apa yang menimpamu, maafkan mama karena mama tak bisa menjagamu." ucap ibunya Niken, ibu mana yang tak tersayat hatinya melihat putri kesayangan nya terkena musibah yang tak main main.
"Harusnya Niken yang minta maaf sama mama karena Niken ga bisa jaga diri ma, maafin Niken ma udah bikin mama malu." ucap Niken sambil menangis menjadi jadi, Izal bingung apa yang harus dia perbuat pada ibu dan anak ini.
"Saya siap mempertanggung jawabkan perbuatan saya tant." jawab Izal.
"Bagus, tante percaya sama kamu, suami Laras berani menjaminnya tadi." jawab Ibunya Niken.
"Niken ga mau." jawab Niken ketus.
Ibunya Niken paham jika anaknya punya pemikiran lain, ini bukan alasan penolakan wanita paruh baya ini paham apa yang dipikirkan putrinya.
"Oke mama paham apa yang kamu pikirkan, mama tau kamu ingin menikah sekali seumur hidup kan, mama juga tau kamu tak ingin menikah dengan orang yang kamu cintai tentunya juga mencintaimu, mama tau itu sayang mama paham, bukan mama membela dia tapi mama rasa dia bukan pria yang buruk." bujuk orang tua Niken.
__ADS_1
Niken melirik kesal kearah Izal, Izal pun menatap ke arah wanita yang tak sengaja disakitinya.
"Niken mau nikah sama dia tapi Niken punya syarat buat dia." ucap Niken masih menjujung tinggi harga dirinya.
"Apa mama mau denger syarat kamu."jawab Ibunya Niken.
"Niken ga mau dia paksa Niken kalau Niken belum siap dan selama proses saling mengenal Niken ga mau sekamar ama dia." jawab Niken ketus dan kembali memalingkan wajahnya dari Izal, (duh nasibmu Zal, dua kali nikah ditolak terus sama istri batin Izal).
"Ga masalah mbak kalau mbak nya mau nya begitu," jawab Izal lemah, Ibu nya Niken tau jika pria disamping anak nya ini sudah mulai ada rasa pada putrinya, dia pun hanya tersenyum.
"Baiklah malam ini kalian menikah." ucap Ibu nya Niken.
"Hah cepet amat ma, Niken mau nikahnya kalau para penjahat itu ketangkep." jawab Niken ngeles.
"Mereka sedang dijemput oleh pihak berwajib, kalian tak perlu khawatir tim mama sudah mama kerahkan untuk mengusut mereka."
Izal tak punya pilihan lain selain menikahi Niken, begitu pun Niken walau pernikahan ini hanya sebuah formalitas untuk mereka tapi mereka tak mungkin menolak.
Semoga cerita kalian berahir dengan baik mas Izal mbak Niken.
Bersambung...
__ADS_1