PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Sadar Telah Terkena Jebakan


__ADS_3

Sigadis membuka matanya tubuhnya terasa sakit semua terlebih didaerah sensitif nya, dia terkejut melihat tubuhnya banyak sekali terdapat bercak merah merah semu kebiru biruan seperti bekas gigitan, dia lebih terkejut lagi ketika melihat seorang pria yang masih terlelap disamping nya.


"Aaagggghhh." jeritnya membuat orang yang masih terlelap disampingnya itu pun terkejut dan bangun.


"Apa ada apa." jawab Izal dengan wajah kusut nya khas orang bangun tidur, dia pun memeriksa keadaanya betapa terkejutnya dia tubuhnya pun telanjang bulat seperti wanita disampingnya, saat itu dia pun lemas dan tersadar bahwa dia telah masuk kedalam jebakan lawannya, Izal diam dan dia kembali berfikir.


"Sial." umpatnya sambil melirik gadis yang berada disampingnya yang terus menangis tak lama dia pun mendengar tawa beberapa orang yang ada diluar kamarnya.


Dengan cepat Izal membungkam mulut wanita itu dan menyuruhnya diam, dia mendengarkan percakapan orang orang yang sedang tertawa itu, mencurigakan, dengan cepat Izal menarik tangan gadis itu dan mengajak nya masuk kedalam lemari, saat berlari Izal sempat meraih baju yang berserakan dan dengan cepat memasukanya kedalam lemari, dia tak memikirkan keadaanya yang masih telanjang polos, dia pun kembali menarik tangan wanita itu dan mengajaknya masuk kedalam lemari, Izal memakaikan handuk pada wanita yang ada didepanya, dia pun dengan pelan memakain pakaianya kembali. ketika mendengar seseorang membuka pintu kamar mereka Izal pun membekap mulut wanita itu agar tetap tenang dan tidak menangis.


"Sstt diam ya jangan nangis oke." bisik Izal, sang wanita pun menurut dia pun mengangguk meski ketakutan setengah mati.


Orang orang yang menjebak mereka terdengar marah karena kamera yang mereka pasang tidak berfungsi alias mati ditambah lagi sasaran mereka telah kabur.

__ADS_1


"Brengsek kameranya belum on, bodoh sekali kalian kenapa tidak memeriksa terlwbih dahulu, kalian taroh dimana otak kalian hah." bentak salah satu dari mereka.


"Seharusnya kita dapat dua ikan kakap besar gara gara kebodohan kalian kita malah kehilangan mereka," ucap nya lagi masih dalam keadaan marah.


"Maaf bos." jawab salah satu dari mereka.


"Kalian tau siapa wanita yang kalian jebak semalam itu, dia adalah pembisnis yang sukses dikelasnya, matilah kita jika dia melaporkan kasus ini pada polisi, bos pasti marah besar." ucap nya lagi, saat mendengar perkataan mereka barusan saat itu barulah Izal menyadari bahwa wanita yang didepanya ini juga sama sama dijebak, dia melihat wanita itu mengigit handuk yang dipakainya, sepertinya hendak menangis lagi dengan cepat Izal pun membekap mulut wanita itu lagi dengan tangan kekarnya. "Diam ya." bisik Izal, dia melihat mata gadis itu mengeluarkan air matanya sambil mengangguk, kemudian mereka berdua mendengarkan lagi seseorang berbicara.


"Baik bos." jawab dua anak buahnya dan mereka pun mulai keluar ruangan untuk mencari keberadaan Izal dan si wanita yang bernasib sama dengan nya.


Mereka sepertinya sudah terbawa emosi terlebih mendengar bos mereka sudah marah marah alhasil mereka pun tak bisa berfikir jernih bahwa sasaran nya masih ada dikamar ini, Izal mendengar pintu kamar telah ditutup dia mengintip dari lubang kunci pintu lemari sepertinya aman, dia pun segera keluar dan merapikan bajunya dengan buru buru, dia melihat baju gadis itu sudah sobek sobek karana ulahnya, dia pun memberikan jas nya untuk wanita itu.ini sungguh gila, dia terlihat skandal dengan wanita yang saa sekali tidak dikenalnya.


"Jangan menangis lagi ya, pakai ini sepertinya bajumu sudah ga bisa pakai, maafkan aku ya." ucap Izal, wanita itu pun menganguk, sepertinya dia tak bisa mengelurkan suaranya, semua terasa menyakitkan baginya terlebih saat ini dia menyadari bahwa dia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya, Izal menatap iba pada wanita itu saat melangkahkan kakinya dia terlihat seperti menahan sakit, Izal tau ini akibat dari kebrutalanya semalam, Izal membantunya merapikan barang barang wanita itu dengan cepat dia takut mereka kembali lagi untuk mengecek dia dan wanita ini.

__ADS_1


Wanita itu sepertinya susah berjalan karena melihat langkahnya yang tetatih tatih, Izal pun membuka pintu dengan pelan memperhatikan keadaan kesana kemari setelah merasa aman Izal pun menawarkan diri untuk menggendong wanita itu, dia membopong wanita itu dengan hati hati agar tak ada yang mencurigai mereka, wanita itu pun menyetujui usul Izal dia pun menurut ketika Izal menggedongnya, dia pun menyembunyikan wajah nya didada Izal agar tak ada yang mengenalinya.


Izal memasukan tubuh kecil wanita itu kedalam mobilnya, kemudian dengan cepat dia melajukan kendarannya. Izal memakai earphone nya dan segera menghubungi bos nya untuk menceritakan apa yang sekarang dialaminya serta mencari tempat yang aman untuk wanita yang ada disampinya.


Izal melirik wanita yang ada disampingnya, dari tadi wanita ini hanya diam bahkan dia terlihat sangat memprihatin kan, saat ini dia hanya memakai handuk dan ditutupi dengam jas nya.


"Maaf ya mbak." ucap Izal, wanita itu masih diam dia malah menangis dan meremas remas handuk yang dipakainya sepertinya baru sebatas itu dia bisa mengekspresikan kemarahanya.


"Aku akan bertangung jawab mbak, mbak jangan takut lagi." wanita itu masih saja diam dia tak menghiraukan apa yang Izal ucapkan.


Izal tak tau harus bicara apa, dia pun memutuskan untuk menghubungi Tama lagi dan membicarakan masalah ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2