
"Boleh Aak cium." pinta Izal.
"Kenapa mesti ijin aku istrimu ak." jawab Niken.
"Kamu cantik istriku." bisik Izal, mata mereka saling menatap Izal memberikan kecupan pertama nya dikening istrinya, mereka kembali saling menatap ketika Izal semakin mendekatkan bibir nya Niken memilih menghindar dan memeluk leher suaminya.
"Katanya boleh tadi." ucap Izal.
"Malu ak."jawab Niken.
"Kita pacaran nya halal lo ini ngapain malu." rayu Izal, Niken masih saja memeluk Izal bahkan Izal merasakan dada kenyal istrinya menempel di dada bidang nya dan ini sungguh mendebarkan, ga mau dicium tapi ceroboh begini batin Izal.
Izal membiarkan istrinya terus memeluknya dengan posisi seperti itu Niken merasa lelah dia pun berdiri dan naik keatas panguan Izal dengan posisi saling berhadapan, Izal menerima tubuh istrinya dengan senang hati, Niken kembali meletakan kepalanya didada bidang Izal dengan posisi seperti itu Niken merasakan kehangatan dan kasih sayang suaminya, entah kenapa sekarang berada dipangkuan suaminya adalah kebahagiaan tersendiri buat Niken.
"Udah capek kerjanya?"tanya Izal.
"He em ngantuk." jawab Niken.
"Mau Aak gendong ke kamar?"
__ADS_1
"Mau tapi Niken berat." bisiknya masih membenamkan wajahnya dileher suaminya, Izal tersenyum, setelah berucap demikian tubuh Niken melemah pertanda dia tertidur.
"Ya ampun cepet banget bobonya." ucap Izal, dia pun membaringkan tubuh istrinya disofa dan merapikan pekerjaan istrinya.
"Tidur aja kamu cantik istriku." puji Izal, sebenernya Niken belum terlalu terlelap dia masih bisa mendengar jelas pujian yang dilontarkan suaminya untuk nya, jujur saja jantung Niken berdebar entah perasaan apa ini tapi Niken benar benar tak bisa memungkiri bahwa di dalam sanubarinya juga sudah ada nama Fariz Rizal yang bertahta disana.
Izal benar benar menggendong tubuhnya sekarang, Niken ingin tertawa sebenernya lucu banget, ini pertama kalinya dia merasa sangat seneng digendong Izal padahal ini bukan pertama kalinya sebelum mereka menikah Izal sudah beberapa kali menggedong nya, tapi baru kali ini dia merasa ada kesan dihatinya.
Izal merebahkan tubuh Niken diranjang empuk mereka, Izal pun menyelimuti tubuh indah istrinya ketika Izal hendak beranjak Niken mencekal tangan suaminya dan membuka matanya Niken pun tersenyum manis padanya.
"Makasih ak."ucap Niken.
"Sama sama istriku tidurlah."
"Serius?"
"He em." Izal duduk disisi istrinya kini tak ada lagi keraguan dihati keduanya Izal memberanikan diri mengecup bibir istrinya, Niken mulai berani membuka mulut nya hingga Izal dengan leluasa menikmati keindahanya, bahkan Niken membalas pangutan itu dengan mesra, jika boleh jujur ini adalah ciuman terindah didalam hidupnya.
Izal melepaskan ciuman mereka kedua tangan Niken masih merangkul dilehernya dan tersenyum manja padanya.
__ADS_1
"Boleh ga?" tanya Izal, Niken menggeleng.
"Kenapa?"
"Pokoknya ga sekarang." jawab Niken.
"Baiklah." Izal tak bisa memaksa istri cantiknya jika belum ingin, tapi Izal tau dari getaran dan sentuhan dingin telapak tangan istrinya bahwa sebenernya Niken mau, Hati oh hati mana bisa sih kalian boong, mau aja bilang enggak, Izal mengelus rambut istrinya dan berbaring disamping nya Izal menatap intens mata bening istrinya dari situlah hati mereka saling berbicara bahwa mereka sama sama ingin saling memiliki satu sama lain.
Izal mendaratkan lagi bibirnya dibibir indah Niken, ciuman yang mulanya pelan kini menjadi ciuman yang indah dan bergairah, lalu tak ada waktu lagi buat mereka saling menunggu, ini memang bukan malam pertama mereka tapi ini merupakan malam pertama mereka melakukan secara sadar, tak butuh waktu lama untuk mereka saling mengakui bahwa mereka saling bisa menerima satu sama lain melalui bahasa tubuh yang mereka ekspresikan.
Malam ini Izal melakukanya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan tak ada kebrutalan sama sekali disana, tapi Niken sempat meneteskan air matanya ketika Izal menyatukan tubuh mereka.
"Kenapa nangis apa kamu ga iklas?" tanya Izal sambil posisi mereka masih bersatu.
"Enggak." bisik Niken.
"Lalu kenapa nangis, apa masih sakit?" tanya Izal lagi sambil memberikan beberapa hentakan pada Niken, Niken tak menjawab dia malah terhanyut dan menikmati apa yang mereka kerjakan, malam semakin larut dingin nya udara menyeruak disela sela ventilasi kamar Niken, tapi itu tak berpengaruh sama sekali buat mereka karena wujud cinta telah menghangatkan hubungan mereka.
Setelah pertarungan berahir Izal mengecup mesra kening dan bibir Istrinya tak lupa dia mengucapkan kata cinta dan terimakasih pada istri tercintanya, kini mereka benar benar seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara, seperti pengantin baru yang sedang tergila gila dengan pasangan mereka satu sama lain nya, Izal memeluk tubuh polos Istrinya tak lupa dia memakaikan selimut tubuh mereka yang kelelahan.
__ADS_1
Wujud cinta sungguh indah bukan.
Bersambung...