PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Malam Pertama


__ADS_3

Sebenernya Niken mau menyuruh Izal tidur dikamar tamu tapi dia tak bisa menyakiti hati mama nya, dengan perasaan terpaksa ahirnya dia pun mengijinkan Izal tidur satu kamar dengan nya.


"Kamu mau pakai kamar mandi dulu apa aku?" tanya Niken.


"Mbak dulu aja deh, saya masih bisa tahan." jawab Izal


Niken tak mau berdebat dia pun masuk kekamar mandi dan melepas semua hiasan yang ada dikepalanya, membersihkan sisa make up yang ada diwajahnya.


Untung kebaya tak susah dilepas jadi tidak ada adegan adegan dia harus minta tolong pada pria nya untuk membantunya melepaskan bajunya.


Niken melihat lagi dada nya yang masih ada sisa sisa kebrutalan Izal, kembali rasa jengkel itu hadir tapi entah mengapa sekarang dia malah merasa lucu bagaimana tidak biasanya pria yang terjebak dalam situasi seperti ini mereka kebanyakan akan lari dari tanggung jawab tapi tidak dengan pria aneh satu ini, benarkah dia pria baik baik ataukah dia hanya???


Niken tak mau ambil pusing dia pun kembali membersihkan dirinya dan melepas perban yang ada dipergelangan tangan nya, dia merasa luka itu sudah aman dia pun memutuskan hanya mengolesi lukanya dengan salep.


Niken keluar kamar dengan pakaian lengkapnya, Izal yang melihat istrinya sudah siap ahirnya dia pun segera memakai kamar mandi, Dikamar mandi ada banyak sekali pertanyaan yang berkecambuk dalam benaknya ini benar benar seperti mimpi baginya, tapi sedikit demi sedikit dia bisa mengingat cumbuan panas yang dia lakukan bersama Niken bahkan sekarang jika ditanya dia melakukan nya berapa kali dia bisa saja menjawabnya, ternyata efek obat itu dasyat juga ya, jadi penasaran merk obat itu, Izal tersenyum sendiri ketika mengingat kegilaan nya dibawah pengaruh obat laknat itu.


Izal keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk dipinggang nya, tentu saja Niken langsung memarahinya.


"Ih ngapain sih telanjang gitu bukanya bawa baju sekalian."umpat Niken.


"Sori mbak aku lupa bawa koperku, Aldo tadi taroh dikamar tamu, ada ga ya mbak orang ya bisa ambilin?" tanya Izal.


"Dasar ngrepotin aja sih."umpat Niken lagi.


"Bentar."tambahnya.


"Oke." jawab Izal, dia galak juga ternyata batin Izal.


Izal menunggu sambil berdiri dan bersandar ditembok depan kamar mandi, dengan sabar dia menunggu kedatangan salah satu asisten rumah tangga dirumah Niken yang akan membawakan koper untuk nya, Niken melihat Izal kedinginan terlihat dia menggosok gosok tangan nya dan juga sesekali meniup nya, tak tega juga hati Niken, dia pun beranjak dari meja riasnya dan mengambilkan kaos dilemarinya, tanpa kata Niken langsung memakaikan kaos itu ditubuh Izal, Izal hanya menerimanya, mata mereka saling menatap Niken hendak melangkah meninggalkan Izal setelah selesai memakaikan baju untuk suaminya tapi tangan Izal dengan cepat meraih pinggang istrinya, tentu saja itu membuat Niken terkejut dan sedikit meronta.


"Apa mbak takut padaku?" tanya Izal, mata mereka masih menatap.


"Kan udah janji ga akan nakal." Niken berusaha mengalihkan perhatian Izal.


"Asal janji ga galak." tambah Izal.

__ADS_1


"Aku kan ga galak buktinya aku pinjemin kamu kaos kan, atau mau aku minta lagi siniin kaosnya." ucap Niken sambil menaikan ujung kaos yang Izal pakai.


"Ya udah lepasin aja berarti mbak mau aku peluk sampai bajuku dateng." ancam Izal.


"Bapak dih nanti aku injek ni kakinya." Niken tak mau kalah.


"Injek aja nanti aku cium kamu." Izal ga mau kalah.


"Dih nyebelin banget sih lepas ih." pinta Niken, Izal semakin nekat dia semakin erat memeluk istri galaknya, Dielusnya rambut panjang Niken yang terurai.


"Maafkan aku ya," ucap Izal.


"Dimaafin kalau dilepasin." jawab Niken.


"Oke." Izal pun mengendurkan pelukanya.


"Jantung kamu kenapa?" tanya Izal.


"Ga kenapa napa." jawab Niken sambil melepasakn tubuhnya dari pelukan Izal. Izal tersenyum dia tau jika Niken gugup.Orang suruhan Niken yang membawa barang barang Izal pun datang, dengan cepat Izal pun memakai celananya, dan menyusul Niken diranjang nya.


"Banyak." jawab Izal.


"Banyak siapa dih bapak turun sana bobo disofa." suruh Niken sambil mendorong tubun Izal.


"Ga mau orang aku udah dapet ijin." jawab Izal masih ngotot dia malah membaringkan tubuhnya dan memasukan kakinya didalam selimut Niken.


"Aku pukul ni kalau ga bangun." ancam Niken sambil mengangkat tanganya.


"Pukul aja kalau kamu tega." jawab Izal datar.


"Ihhh nyebelin." umpat Niken hendak beranjak dari ranjang dengan cepat Izal meraih tubuh itu dan memeluknya, Niken memukul dada bidang Izal , Izal hanya diam dia membiarkan sampai mana tenaga yang dimiliki istrinya.


Lama kelamaan Niken menyerah juga.


"Udah mukulnya segitu doang." ledek Izal, Niken masih berusaha keluar, Izal semakin nekat dia menaikan kakinya ditubuh kecil Niken.

__ADS_1


"Lepasin ih kamu berat." ucap Niken sambil meronta.


"Asal kamu janji tenang." jawab Izal, Niken mengangguk.


"Gitu dong kan aku jadinya ga gemes kalau kamu galak aku jadi gemes." goda Izal.


"Gemes aneh." umpat Niken, dia pun merebahkan tubuhnya lagi serta memiringkan tubuhnya dan tak mau memperdulikan manusia aneh disampingnya.


"Mbak masih sakit ga?" tanya Izal.


"Apa nya?" jawab Niken ketus.


"Itunya." jawab Izal terus terang, Niken menggeleng.


"Syukurlah, kalau tangan nya mbak lihat dong." pinta Izal, Niken diam berarti Izal boleh melihatnya, Izal menyentuh tangan itu entah keberanian dari mana Izal mencium tangan indah istrinya, jujur ini membuat Niken terkejut sekaligus deg deg an, ini adalah pertama kalianya ada seorang pria yang lembut padanya, dulu mantan tunanganya yang meninggal karena leukimia sangat kasar padanya bahkan mau memukulnya.


"Jangan lakuin ini lagi ya mbak, kamu jangan takut lagi aku akan jagain kamu oke." ucap Izal.


"Janji." pinta Niken.


"Janji." balas Izal.


"Tidurlah aku akan jagain kamu." ucap Izal lagi, Niken membalikan tubuhnya lagi menghadap kearah suaminya, dengan sabar Izal menyelimuti tubuh istrinya, sesekali dia mengusap usap rambut Niken.


"Pejamkan matamu ada aku disini jangan takut oke." ucap Izal Lagi, tak sengaja mata Izal sesuatu yang aneh ketika dia melihat dada Niken, gila gila itu perbuatan ku hufff nakal sekali rupanya aku batin Izal.


Izal menutup dada Niken yang sedikit terbuka membuat Niken kembali membuka matanya.


"Mau ngapain?" tanya Niken.


"Nutupin dada mu mbak, bagaimanapun aku kan laki laki." jawab Izal. Niken mengerti dia pun memasukan tanganya kedalam selimut agar dadanya tak terlihat.


"Sudah ga kelihatan tidurlah." Niken kembali menutup matanya, begitupun Izal malam pertama ini memang lucu buat mereka saling memperdebatkan hal yang tidak penting tapi dengan keiklasan hati masing masing ahirnya mereka bisa menerima takdir entah itu mereka sadari atau tidak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2