
Malam itu juga Aldo mengajak Sharon bertemu keluarganya, Mami Arini yang sudah lama tak bertemu putra bungsunya terlihat sangat bahagia.
"Assalamualaikum mi." sapa Aldo sambil melangkah mendekati maminya yang sedang asik menyiapkan makan malam.
"Waalaikumsalam hay lihat siapa yang datang putra nakal mami ha, kenapa ga pulang pulang emang di Jepang ada apaan haaa." jawab mami Arini sambil menjewer telinga Aldo.
"Aaaaa ampun mi sakit." Mami Arini memberikan kecupan sayang pada putrq yang dia sayangi dari kecil, mereka terlihat saling menyayangi, Aldo juga bergelut manja disambil memeluk orang tuanya.
"Mi mami masak apa laper mi." ucap Aldo.
"Ada mami masak ayam asam manis sama tumis brokoli, ada sambal goreng kentang juga banyak pokoknya mami masak, mami sudah tau putra mami yang tukang makan ini bakalan dateng." jawab mami Arini, Aldo masih aja asik menciumi pipi maminya.
"Siapa itu kok ga dikenalin?" tanya mami Arini sambil berbisik.
"Calon mantu mami." jawab Aldo.
"Serius?"
"He em?"
"Mari Aldo kenalin, cantik ga mi?" tanya Aldo berjalan menghampiri Sharon sambil menggandeng tangan mainya.
"Cantik." jawab mami Arini.
"Shar kenalin ini mamiku, mi ini Sharon seperti yang Aldo bilang tadi." ucap Aldo.
"Sharon tante." ucap Sharon sambil mengulurkan tangan nya.
"Mami nya Al, silahkan duduk anggap rumah sendiri ya mami panggil papi kalian dulu ya." selesai bersalaman mami Arini pun memanggil suaminya.
Sharon sangat heran katanya anaknya kok ga mirip sama sekali, Aldo tau pasti kekasihnya merasa aneh.
"Kenapa queen kamu heran ya lihat orang tuaku, kami ga mirip ya?" bisik Aldo, Sharon tak menjawab dia hanya tersenyum malu malu.
"Aku anak angkat dirumah ini queen." ucap Aldo, mata Sharon terbelalak tak percaya.
"Serius." tanya Sharon.
"He em, ayahku dulu supirnya papi waktu papi masih bujang hingga menikah dengan mami, sampai ikut pindah ke Kanada juga, pas ibuku mengandungku ayahku meninggal karena kecelakaan, setelah itu ibuku diajak tinggal disini sama mami lahirlah aku jadi dulu ibuku itu juga pengasuh abangku queen kami kayak anak kembar cuma beda kulit hehe, aku sama abang cuma beda setahun kata mami." Aldo mulai terbuka pada masa lalunya.
"Ya Ampun jo( bojo) berarti kamu belum pernah lihat ayahmu, lalu ibumu?" tanya Sharon, Aldo menggeleng sambil menunduk, Sharon tau jika kekasihnya sedih.
"Ibuku meninggal waktu aku umur empat tahun." jawab Aldo.
"Sabar ya jo kan sekarang kamu punya orang tua yang sayang sama kamu kan." ucap Sharon menguatkan.
__ADS_1
"Sekarang kamu udah tau siapa aku queen apa kamu masih mau tetep jalan sama aku?" tanya Aldo.
"Siapa pun kamu jo, aku tak perduli bagiku kamu tetap yang terbaik." jawab Sharon, jika ini bukan rumah maminya mungkin Aldo bakalan mencium Sharon, jujur saja dia sangat gemas dengan queen nya.
"Queen."
"Ya."
"Tadi aku denger kamu panggil aku jo, dulu mantanmu namanya jo ya." mendengar pertanyaan konyol Aldo Sharon tertawa.
"Hahaha bukan lah jo, apaan sih mantan ma udah lewat udah end ga perlu di inget lagi, jo itu kependekan dari kata bojo, tau ga bojo apaan?" Sharon balik bertanya.
"Enggak."
Sharon kembali tertawa, sebelum menjelaskan apa arti bojo pak Bram dan mami Arini dateng menghampiri mereka.
"Hay siapa ini?" sapa pak Bram sambil tertawa.
"Malam om." sapa Sharon.
"Malam mak Lampir malam Jin Tomang." sapa Pak Bram bercanda, Aldo dan Sharon tersenyum malu malu, bahkan Sharon sempat mencubit perut Aldo.
"Apaan sih pi manggil anak kok begitu." maklum mami Arini tak pernah tau.
"Mami ini gimana itu umpatan mereka kalau ketemu mi udah macam tom n jerry sampai papi doain mereka jodoh ga tau nya bener mereka jodoh." ucap Pak Bram lagi membuat mereka kembali tersipu malu.
"Ye mami dibilangin ga percaya tanya aja no ada orangnya." jawab pak Bram.
"Ooo okelah mak lampir jin tomang sama sama mahluk halus cocoklah pokoknya." Ekspresi mami Arini sungguh menggemaskan membuat mereka bertiga tertawa bahagia.
"Mari duduk masak ngobrolnya sambil berdiri." ucap mami Arini.
"Kalian udan lama pacaran?" tanya pak Bram.
" Belum pi, kami ga mau pacaran kami maunya langsung nikah kami kesini mau minta restu mami sama papi." jawab Aldo.
Pak Bram dan mami Arini saling menatap mereka pun saling melempar senyum.
"Baiklah jika itu yang kalian mau, rencana nya kapan?" tanya pak Bram lagi.
"Secepatnya pi, jika papi berkenan dan ada waktu besok Aldo mau ajak mami sama papi dateng kerumah Sharon untuk minta dia pi." jawab Aldo penuh percaya diri.
"Wah wah mi anakmu gerak cepat mi."ucap Pak Bram.
"Anak mami, anak papi lah sama kalau mau apa apa maunya langsung depan mata." tambah mami Arini, serempak mereka pun tertawa.
__ADS_1
Suana kembali menghangat ketika mereka berada dimeja makan.
"Shar makanya kok dikit ga enak ya?" tanya mami Arini.
"Bukan tant kalau malam biasanya Sharon ga makan, kalau siang bisa banyak tant nanti Sharon kesininya siang deh hehehe." jawab Sharon sambil tersenyum malu malu tapi dia memang jujur.
"Kamu ini ada ada aja." jawab Mami Arini.
"Mami penasaran kalian kapan pertama kali ketemu?" tanya mami Arini.
"Kalau ga salah pas istrinya bang Tama lahiran, eh salah pas dia jogging pagi ya pertama jo bener ga sih." Sharon lupa lupa ingat.
"Iya waktu jogging pagi kita ketemun nya di HI ya queen." jawab Aldo, mami Arini tersenyum dia penasaran dengan panggilan jo Sharon ke Al.
"Kok Sharon panggil Al jo emang jo apaan?" tanya mami Arini, seketika wajah Sharon memerah.
"Kata nya kependekan bojo mi, emang bojo apaan mi." pak Bram dan mami Arini tertawa sampai keluar air mata, Sharon memukul pelan lengan Aldo.
"Apaan sih queen, bener kan."
"Tau auh jo." Sharon menjatuhkan kepalanya ke meja makan karena dibuat malu oleh Aldo.
"Apaan mi pi kok kalian malah ketawain Aldo sih, queen apaan?" Aldo makin kelihatan oon nya.
"Ya ampun pi keturunan jawa ga tau jawanya ya anak ini." ucap mami Arini sambil mengelap air mata yang dikeluarkanya karena kebanyakan tertawa.
"Siniin handphone nya." pinta Mami Arini.
Aldo pun menurut, mami Arini mengetik sesuatu diponsel putranya, setelah ketemu apa yang dia cari mami Arini pun mengembalikan ponsel itu pada Aldo, dan
"Nah baca." Aldo pun nurut dibacanya arti bojo diponselnya.
"Bojo berasal dari bahasa jawa yang artinya suami atau istri." mata Aldo berbinar setelah mengetahui arti jo yang Sharon tunjukan padanya.
"Queen sini aku pangku." panggil Aldo.
"Ga nanti kamu nakal." tolak Sharon sambil membantu mami Arini memunguti piring bekas mereka, Aldo malah senang dia mengikuti langkah Sharon ke dapur, dengan senyuman gemas tak perduli jika ada orang tuanya didekat mereka.
"Tant Aldonya nakal tu." adu Sharon pada Mami Arini dan memilih sembuyi di belakang mami Arini.
"Maa kasih gadis itu pada Al ma." pinta Al.
"Al jangan nakal belum halal." mami Arini memberikan peringatan pada Aldo.
"Dia mi yang ngajarin Al gemes mi." Seketika Aldo melemah, pak Bram hanya tertawa melihat tingkah menggemaskan putra bungsunya dengan calon mantunya, sudah baikan masih aja sifat tom end jarry nya ditunjukan.
__ADS_1
Bersambung...