PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Tidak Ada Kata Kembali


__ADS_3

Perdebatan hebat terjadi antar keluarga Sharon dan calon suaminya yang ketahuan selingkuh dihadapan nya , Deren bertekuk lutut dihadapan Sharon agar Sharon mau memaafkan kesalahanya, tapi sayang hati Sharon sudah terlanjur sakit, keinginannya untuk menikah dengan Deren sudah membeku sehingga tak sedikitpun ada rasa iba dihati Sharon ketika Deren meminta ampunan padanya, dengan keteguhan hati nya Sharon mengungkapkan apa yang ada dihatinya.


"Maaf kan aku Deren, bukan aku tak memaafkkanmu aku sudah memaafkan kesalahanmu, bahkan didalam lubuk hatiku yang terdalam aku sudah mengiklaskan semua yang terjadi padaku, biarlah cerita kita berahir sampai disini." ucap Sharon, hati nya begitu kuat hingga tak sedikitpun air mata menetes di wajah ayu nya.


"Aku mencintaimu Vi( panggilan sayang Deren untuk Sharon)." ucap Deren dalam tangisan nya.


"Kalau kamu cinta sama aku lalu kenapa kamu tega menghianati aku Der, enam tahun bukan waktu yang singkat untuk kita saling mengerti dan memahami bukan?" tanya Sharon.


Kedua orang tua Deren sangat menyesali perbuatan putranya.


"Pak Heri tidak kah ada kesempatan lagi untuk putraku?" tanya orang tua Deren.


"Ini adalah hidup cucuku Pak Luki dia yang akan menjalani semua ini, keputusan saya serahkan kepadanya." jawab Kakek Sharon, Sharon sedikit lega karena kakeknya mengerti akan posisinya.


"Maafkan Sharon tant, jika masalahnya bukan ini mungkin Sharon masih bisa kembali, bagi Sharon sebuah penghianatan tidak ada obatnya, Sharon tidak ingin ribut dan berpisah dikemudian hari, Sharon ingin menikah sekali seumur hidup tant saya harap tante mengerti." jawab Sharon mantap.


"Tidak kah kamu mencintai putraku nak?" tanya mama Deren.


"Sharon cinta tant, sangat malahan jika tidak mana mungkin Sharon bertahan hingga sekarang tapi Sharon berharap tante mengerti posisi Sharon, Der sebaiknya kamu juga jujur bahwa Sherly sekarang sedang mengandung anakmu bukan?" ucap Sharon begitu tanpa beban, hati kedua orang tua Deren serasa disambar petir disiang bolong, hancur begitulah kira kira apa yang sekarang mereka dirasakan.


Kasih sayang yang mereka berikan untuk Deren seakan sia sia melihat balasan apa yang Deren berikan untuk kedua orang tuanya, pantas saja Sharon bersikeras menolak ternyata ini adalah alasan utamanya.


Orang tua Deren menyerah mereka tak ingin mempermalukan diri mereka sendiri, dengan emosi papa Deren menarik paksa Deren untuk segera keluar dari rumah Sharon dan mempertanggung jawabkan perbuatanya.


Sharon menangis menjadi jadi menumpahkan segala sesak yang ada didadanya, penyesalan pasti ada tapi inilah pilihan terbaiknya.


"Sudahlah nak anggap saja dia bukan jodohmu." ucap kakek Heri menenangkan cucunya.


"Iya kek, maafkan aku sudah membuatmu malu karena ini." jawab Sharon.


"Tidak nak ini bukan salahmu, percayalah suatu hari nanti kamu akan menemukan jodoh terbaikmu." tambah kakek Heri.


"Kek bolehkah aku pindah dari sini, aku ingin memulai hidup baruku." pinta Sharon.


"Kamu mau meninggalkan kakek sendiri?" tanya kakek Heri.


"Hanya sampai hatiku tenang kek."tawar Sharon.


"Baiklah tak masalah, kamu mau pindah kemana?" tanya kakek.

__ADS_1


"Sharon ingin ke ke kampung ibu kek." jawab Sharon.


"Tak masalah, kamu bisa mengurus restoran kakek disana." jawab Kakek Heri.


"Terimakasih banyak kek, kakek sudah mengerti Sharon." ucap Sharon.


Tanpa menunggu waktu lagi Sharon pun berkemas dan meninggalkan Jakarta untuk memulai hidup barunya disana.


*****


Sudah satu minggu Aldo tak mendengar kabar tentang Sharon, tentu saja hatinya gelisah terahir Sharon mengajaknya menikah, Aldo sangat bahagia dengan itu, tapi sayang itu tak terjadi bahkan Sharon tak memberinya kabar sama sekali.


Aldo pura pura membuat janji pada kuasa hukum papi nya alasanya simple dia hanya ingin bertemu dengan Sharon, mengingat Sharon adalah asisten pribadi kuasa hukum papinya.


Lagi lagi Aldo menerima kabar yang mengejutkan, Sharon sudah mengundurkan diri seminggu yang lalu.


"Kemana perginya si lampir itu, (Aldo diam sesaat) ga mungkin gue tanya pak Yono( kuasa hukum pak Bram), ntar yang ada mereka curiga lagi, kamu kemana sih lampir, dasar makluk halus datang tiba tiba pergi ga pamit ahh menyusahkan sekali sih." gerutu Aldo.


Aldo masih hanyut dalam pikiranya, dia gelisah hatinya meronta menanyakan keberadaan wanita yang beberapa hari lalu menggugah instingnya yang peka.


Aldo mengambil kunci mobilnya yang dia simpan dilaci meja kerjanya, tanpa kata dia pun langsung tancap gas pulang keapartemenya.


*****


Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga kecil Tama dan Laras, hari ini adalah hari yang special buat mereka, baby Zia sudah berusia satu bulan, untuk mengabadikan momen ini Tama dan Laras berencana mengundang fotografer profesional, Zia sudah didandani secantik mungkin, bahkan Laras juga mengunakan gaun terindahnya, Tama tampak terpesona dengan kecantikan alami istrinya, hati Tama bergejok untuk segera melahap bibir mungil Laras yang sudah menjadi candunya.


"Daddy lipstiknya berantakan ni."


Tama hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Buruan mi fotografernya udah nungguin kita." ucap Tama.


"Lagian daddy, mami sudah rapi juga." ucap nya.


"Siapa suruh cantik, langsung bikin daddy nafsu tau kapan ya mi daddy boleh buka puasa." goda Tama.


"Satu bulan lagi." jawab Laras.


"Lama nya mi."

__ADS_1


Laras hanya tertawa pelan sambil memakai lipstiknya kembali.


"Mi."


"Heemm."


"Cium lagi dong."


"Astaga daddy barusan udah kan, kata nya suruh buru buru." jawab Laras berusaha mengelak.


"Ya baiklah, habis ini awas nolak."


"Enggak dad, Ya Tuhan."


Tama kembali duduk manis disisi ranjang sambil menunggu istrinya bersiap.


"Mi, papa pengen ketemu kamu, kamu mau ga?" tanya Tama tiba tiba, soalnya hari itu ketika Robin selesai urusan nya di Brunei dia ga bisa mampir karena jadwalnya padat.


"Boleh, suruh dateng aja dad." jawab Laras.


"Serius boleh mi."


"He em tapi...."


"Tapi apa mi?"


"Sebagai tamu mu bukan sebagai papa ku." jawab Laras.


"Kok gitu?"


"Mami belum siap dad." jawab Laras memelas.


"Baiklah sayang tak masalah, papi hanya kasihan sama beliau dia pengen ketemu kamu sama Zia." ucap Tama.


"He em tak masalah hanya itu tadi yang mami mau."


"Baiklah ratuku apapun yang kamu mau." jawab Tama kemudian beranjak dari duduknya mengecup kening pujaan hatinya serta memeluknya mesra.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2