PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Berahirnya Petualangan Luna.


__ADS_3

Laras sama sekali tak menyangka bahwa dia adalah anak seorang konglomerat yang ada dinegara ini, Laras kembali terkagun kagum ketika masuk di mension milik papanya, mension lebih besar dan mewah dibanding milik mantan mertuanya, dia juga melihat beberpaa asisten rumah tangga yang berjejer rapi menyambutnya.


"Silahkan masuk nona." sambut kepala pelayan disana, Laras hanya menganguk dan terus mengabsen setiap sudut rumah Robin.


"Nona mau makan atau langsung masuk ke kamar?" tanya kepala pelayan itu.


"Aku tidak mau makan, bisa pinjam toiletnya?" bisik Laras, Ketua pelayan itu pun segera mengantar Laras kekamar yang akan dia tempati, ketika masuk kekamar itu dia pun tal henti hentinya memuji keindahan yang tersaji didepan matanya.


Laras masuk kedalam kamar mandi dan pelayan dua pelayan wanita dengan sigap ikut masuk kedalam kamar mandu untuk melayani nya.


"Hay untuk apa kalian ikut masuk, aku bisa sendiri." ucap Laras sambil memeluk dirinya sendiri, dia masih mengingat ucapan Robin yang hendak menjual ginjalnya, ini adalah cara refleksnya untuk melindungi diri.


"Anda tidaknusah takut nona kamu disini untuk melayanimu." jawab salah satu pelatan wanita itu.


"Aku bisa melakukanya sendiri keluarlah kalian." usir Laras.


"Baiklah nona, jika anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil kami." jawab mereka.


"Baiklah." ucap Laras, ketika mereka hendak keluar Laras memegang salah satu tangan pelayan itu.


"Kamu boleh keluar, biar dia disini bantu aku." perintah Laras pada salah satu pelayanya.


Dia pun menuruti perintah anak majikanya ini tanpa protes.

__ADS_1


"Hay apa kamu tau sesuatu?" tanya Laras pada pelayan yang bersamanya.


"Tau apa non?" tanya sang pelayan.


"Apakah bos kalian suka menjual organ tubuh manusia?" ingin sekali pelayan itu tertawa namun dia tak berani mengingat Laras adalah tuan putri mereka.


"Maaf nona saya tak berani memberikan info apapun pada nona." Pelayan itu memunjukan alat dikalungnya yang menandakan bahwa pergerakanya diawasi.


Laras pun kaget dengan kenyataan yang barusan dia lihat, kehidupan macam apa ini bahkan bicara pun dibatasi.


"Baiklah kamu boleh keluar aku bisa mandi sendiri." pinta Laras.


"Anda mau pakai baju warna apa nona?"


.....


Tes DNA yang Robin ingin kan sudah ada ditangan nya, Robin tersenyum bahagia karena yang dia kebumikan bukanlah cucunya, dengan ditemani beberapa anak buahnya Robin pun segera meminta mereka untuk mengantarkanya ketempat di mana Luna disekap.


Luna kembali jatuh ketangan Robin, kali ini Robin benar benar tak memberinya ampun, Luna sudah lemas tak berdaya ketika dua orang suruhan Robin menggilirnya.


"Bagaimana masih ga mau ngaku, atau aku suruh kelima anak buahku untuk ikut mencicipi tubuh mu hah." ancam Robin.


"Tidak Robin ampun, ampuni aku."

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengampunimu asalkan beritahu aku dimana kau sembunyikan cucuku?" bentak Robin sambil memencet geram kedua pipi Luna kemudian melemparkanya dengan kasar.


"Aku tidak tau Robin bukan aku yang melakukanya." jawab Luna masih tidak mau mengaku.


"Okey jika itu pilihan mu maka nikmatilah apa yang akan kamu terima." dua ajunan Robin sudah siap melanjutkan aksi kedua teman mereka yang tadi sudah puas memakan tubuh Luna.


"Tidak Robiiinnn ampun aku akan jujur asalkan kamu suruh binatang binatangmu menjauh." jawab Luna ketakutan, Robin sangat tau jika Luna suka sex tapi sangat takut jika digilir, pengalaman pernah digilir dimasa mudanya telah memberikan rasa trauma yang dalam pada Luna, Luna pernah mengalami pendarahan yang sangat hebat ketika dia menerima pengalaman mengerikan itu, dan bodohnya dia menceritakan pengalaman itu dengan Robin, sekarang berbanding terbalik kelemahanya menjadi senjata untuk Robin.


"Aku menjual cucumu pada pasangan asal Jerman Robin, maafkan aku ampuni aku." dan plaaakkk plaaakkk tamparan keras mendarat dikedua pipi Luna.


"Kamu yakin tidak bohong." bentak Robin.


"Tidak Robin aku berani sumpah, aku akan memberitahu mereka asalkan para binatangmu ini menjauh." dengan satu tatapan mereka pun menjauh dari Luna.


"Lepaskan tangan nya biarkan dia tulis alamat dimana cucuku berada." perintah Robin.


Luna pun menuliskan alamat orang yang membeli Zia.


"Jangan biarkan dia lolos sebelum aku menemukan cucuku, kalian boleh memakanya jika dia macam macam." anak buah Robin kembali mengikat Luna dengan keadaan polos tanpa busana, ini penyiksaan yang super gila yang pernah Luna terima.


Petualangan Luna berahir ditangan Robin, dia sudah tak berkutik lagi sekarang, bahkan jeritan dan tangisanya pun tak sampai ditelinga pendengarnya.


Luna hancur karena dia sudah tak mempunyai pelindung lagi rasa bencinya terhadap Laras kembalibtumbuh tapi sayang nya tak bisa berbuat apa apa, kekuatanya sudah munah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2